Manggar, Diskominfo SP Beltim- Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyambut baik Program perluasan layanan internet berbasis seluler 4G khususnya Desa/Kelurahan blank spot dan sinyal lemah, yang dilaksanakan oleh Direktorat Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia (RI).
Hal ini diucapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, saat wawancara Pengecekan Wilayah Usulan Pemerintah yang Berpotensi di Tahap II oleh Kemkomdigi RI di Ruang Kerjanya, Selasa (29/10/24).
“Sebagai daerah kepulauan, program ini sangat mendukung Sistem Pemerintahan Berbasais Elektronik, kami bisa terdukung dalam pelayanan publik kepada masyarakat yang berbasis digital,” ucap Bayu.
Tantangan yang selama ini yang dirasa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yakni terkait jumlah penduduk yang terbatas menjadi kriteria keuntungan bisnis bagi provider yang bekerjasama dengan Pemkab.
“Selain itu yang menjadi hambatan lain yakni zona blank spot (Titik kosong-Red) yang tidak merata, sedangkan pada zona tersebut terdapat destinasi pariwisata dan lokasi geosite dari Unesco Global Geopark,” sambungnya.
Bayu berharap dengan adanya program dari pemerintah pusat ini terjadi pemerataan akses internet bagi masyarakat, masyarakat di desa yang sebelumnya terkena blankspot dapat meningkatkan kegiatan ekonomi yang berbasis digital.
“Saya berharap daya saing kita di Belitung Timur bisa setara dengan daerah-daerah kepulauan besar di wilayah RI lainnya, terimakasih atas program yang luar biasa ini,” tutup Bayu. (Wr)
Manggar, DiskominfoSP Beltim – Pelaksanan Debat Publik Pertama Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Sabtu (26/10/24) Malam. Ratusan undangan dan pendukung hadir untuk menyaksikan debat pemimpin masa depan Kabupaten Beltim ini.
Meski tidak semua masyarakat diperbolehkan datang langsung ke Auditorium, namun KPU Beltim sudah menyiapkan beberapa media untuk menyiarkan secara langsung. Salah satunya melalui kanal youtube Diskominfo Beltim di https:/bit.ly/debatbeltim
DiskominfoSP Beltim merupakan salah satu rekanan resmi KPU Beltim dalam mensosialisasikan seluruh tahapan Pilkada Serentak terutama melalui streaming kegiatan KPU Beltim. Termasuk pula, BangkaPos Grup, RRI, Sisnet serta media-media lainnya.
Saat debat berlangsung kurang lebih 1.000 viewers yang menonton secara langsung. Bahkan hingga Minggu, (27/10/24) Sore, sebanyak 10.000 orang sudah mengakses kanal ini.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Pilkada yang transparan dan partisipatif. Dengan adanya live streaming, masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di auditorium tetap bisa mengikuti jalannya debat serta memahami program kerja para calon,” kata Bayu Priyambodo, Kepala DiskominfoSP Beltim, Minggu (27/10/24).
Langkah ini, menurut Bayu merupakan bagian dari upaya DiskominfoSP Beltim untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak tahun 2024. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi yang memudahkan akses di berbagai wilayah.
“Harapannya, masyarakat Belitung Timur yang berada di luar daerah pun tetap dapat mengikuti proses demokrasi ini dan memberikan dukungan dalam pemilihan pemimpin masa depan Kabupaten Beltim,” ujar Bayu.
Dengan adanya siaran langsung, Bayu mengungkapkan baik tim kampanye pasangan 1 dan 2 memberikan apresiasi kepada DiskominfoSP. Tayangan yang disaksikan tanpa ada hambatan dan jelas.
“Alhamdulillah kita dinilai sangat profesional. Kita juga dapat apresiasi dari Bangka Pos Grup, mereka live streaming dengan lancar semalam berkat dukungan Diskominfo,” ungkap Bayu. @2!
Belitung Timur, 26 Oktober 2024 – Dalam rangka mendukung kelancaran dan kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur tahun 2024, Dinas Komunikasi dan Informatika SP (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur memfasilitasi layanan live streaming untuk debat Calon Bupati (cabup) dan Calon Wakil Bupati (cawabup). Inisiatif ini memungkinkan seluruh masyarakat Belitung Timur, baik yang berada di dalam kabupaten maupun di seluruh dunia, untuk menyaksikan paparan dan gagasan para calon pemimpin daerah mereka.
Debat cabup dan cawabup yang berlangsung pada 26 Oktober 2024 di Auditorium Sahari MZ, Kompleks pPerkantoran Terpadu Pemkab Belitung Timur ini akan menyajikan visi, misi, serta program kerja dari masing-masing pasangan calon, guna memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat.
Diskominfo SP telah bekerja maksimal untuk menyiapkan layanan live streaming yang berkualitas agar seluruh warga dapat mengakses debat ini dengan mudah tanpa terkendala jarak.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Pilkada yang transparan dan partisipatif. Dengan adanya live streaming, masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di auditorium tetap bisa mengikuti jalannya debat serta memahami program kerja para calon,” ungkap Bayu Priyambodo, Kepala Diskominfo SP Kabupaten Belitung Timur.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Diskominfo SP untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak tahun 2024 dengan memanfaatkan teknologi informasi yang memudahkan akses di berbagai wilayah. Harapannya, masyarakat Belitung Timur yang berada di luar daerah pun tetap dapat mengikuti proses demokrasi ini dan memberikan dukungan dalam pemilihan pemimpin masa depan Kabupaten Belitung Timur.
“Siaran Live Streaming Debat Cabup dan Cawabup belitung timur ini dapat disaksikan dibeberapa platform medsos yang dikelola oleh Diskominfo SP Beltim, salah satunya canal youtube Diskominfo Beltim di https://bit.ly/debatbeltim ” ujar Bayu menutup wawancara.
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mengajukan nilai 4,4 pada Evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2024. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Bayu Priyambodo sesaat setelah melaksanakan Penilaian Interviu Evaluasi SPBE 2024, Selasa pagi (15/9/24) di Ruang Rapat Bupati Beltim.
“Allhamdulillah Pemkab Beltim untuk penilaian evaluasi SPBE mandiri kita mendapatkan nilai 4,4 setelah tahun sebelumnnya mendapatkan nilai 3,56. Di tahun 2022 kita mendapatkan 2,7 dan tahun 2021 mendapatkan nilai 2,15 artinya selama tiga tahun ini sudah ada lompatan-lompatan terkait SPBE,” ujarnya.
Bayu berharap di tahun 2024 ini ada lompatan lagi dari nilai yang diperoleh di tahun 2023, di mana dari nilai 3,56 yang sudah sangat baik menjadi minimal 4.
“Saat evaluasi tadi sudah ada pendalaman-pendalaman terkait eviden yang kita sampaikan, Alhamdulillah dari jawaban yang kita sampaikan dapat memuaskan Assesor,” terang Bayu yang juga menyampaikan asesor Eksternal yang menilai pada kali ini dari Universitas Gadjah Mada.
“Pengajuan ini sesuai arahan Bapak Pjs Bupati dan Pak Sekda, sehingga dengan SPBE yang bagus reformasi birokrasi juga baik, kemudian untuk indikator-indikator kinerja utama di Pemkab juga akan terdukung,” sambungnya.
Diskominfo SP selaku Sekretariat Indikator Kinerja Utama SPBE sudah berusaha dengan optimal, dengan mengkoordinir organisasi perangkat daerah terkait dan menyampaikan laporan secara berkala kepada pimpinan melalui sekretaris daerah. Turut hadir pada kegiatan ini Pjs. Bupati Belitung Timur (Beltim) Asmawa Tosepu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Mathur Noviansyah dan Tim Koordinasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Untuk evaluasi SPBE 2024 ini ada empat domain yang dinilai yakni; domain kebijakan SPBE, domain tata kelola SPBE, domain manajemen SPBE, serta domain layanan SPBE dengan hasil penilaian mandirinya aspek SPBE Indeks Belitung Timur melebihi dari aspek SPBE target. (Wr)
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur menggelar WorkShop Pelaksanaan Optimalisasi dan Monitoring Website serta Pengelolaan Aspirasi Publik Kelompok Informasi Masyarakat Desa di Hotel Guest Manggar, Jum’at (4/10/24).
Workshop yang dibuka oleh Kepala Diskominfo Beltim, Bayu Priyambodo ini diikuti oleh 78 perangkat desa dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), perwakilan dari 39 desa di Kabupaten Beltim.
Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama, pagi hari, diikuti dari KIM atau website desa yang baru berinisiasi serta kurang aktif. Sedangkan sesi sore hari diikuti oleh website dan KIM desa yang sudah berjalan aktif.
“Jadi ini merupakan komitmen Diskominfo SP Kabupaten Beltim yang kemarin menjadi Lembaga Publik yang paling Informatif di Kepulauan Bangka Belitung. Jadi kita berkolaborasi dengan pemerintah Desa dan Kecamatan untuk penyebarluasan informasi publik terkait dengan pembangunan,” kata Bayu seusai membuka Workshop.
Bayu menekankan, DiskominfoSP selaku OPD pengampu informasi ingin agar setiap pemerintah desa punya website yang terintegrasi dengan portal informasi Kabupaten Beltim, beltim.go.id. Di mana nantinya informasi yang disampaikan oleh pemerintah desa melalui website akan tersambung di media Kabupaten Beltim.
“Kita akan membuka desk untuk optimalisasi bagi pemerintah Desa yang akan berkonsultasi terkait penyebarluasan Informasi Publik melalui website. Kita juga akan terus mendorong untuk teman-teman pemdes yang sudah punya website lebih diaktifkan lagi sehingga penyebarluasan informasi khususnya pembangunan bisa diterima oleh masyarakat dengan baik lagi,” ujar Bayu.
Hanya 10 Website Pemerintah Desa di Kabupaten Beltim Yang Aktif
Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Beltim mencatat dari 39 desa yang ada di Kabupaten Beltim, hanya 10 desa yang websitenya benar-benar aktif memberikan informasi atau membuat konten. 6 desa lainnya berkategori kurang aktif, sedangkan sisanya yakni 23 website desa tidak aktif.
“Kalau yang paling aktif itu website Desa Jangkar Asam Kecamatan Gantung. Diikuti Desa Mekar Jaya dan Bentaian,” ungkap Kepala Bidang Aptika Diskominfo SP Beltim, Caesar Friadi Melawiandri saat menjadi narasumber pelatihan.
Diakui Caesar banyak pemerintah desa yang masih belum sadar akan manfaat memiliki website aktif. Bukan hanya desa saja, namun juga UMKM, organisasi kepemudaan dan pariwisata yang ada di desa akan terkena imbas positifnya jika punya website yang aktif.
“Oleh karena itu, hari ini kita undang untuk mereka sadar bahwa memiliki website itu penting bagi mereka. Terkait dengan keterbatasan SDM yang ada di desa, kita siap untuk memberikan pendampingan dan terutama untuk peningkatan literasi digitalnya,” ujar Caesar. @2!
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar Koordinasi dengan 12 Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Beltim dan UPT Puskesmas Mengkubang sebagai pelaksanaan Evaluasi Program Gerakan Menuju “Smart City” Tahap II, Kamis (3/10/24) di Ruang Rapat Diskominfo SP.
Kepala Bidang Aplikasi informatika Diskominfo SP Caesar Friadi Melawiandri menyampaikan koordinasi ini terkait perangkat daerah yang memiliki program-program unggulan “Smart City” yang masuk ke dalam evaluasi tahap II.
“Kegiatan ini pentingnya mengenai kuesioner terkait dengan survey dampak program yang telah mereka lakukan. Dari situ kita lihat masing-masing dimensi “smart city” ada perwakilannya disetiap perangkat daerah,” jelasnya ditemui sesudah kegiatan.
Caesar mengungkapkan dalam menghadapi evaluasi ini dukungan dari perangkat daerah diperlukan untuk melakukan survey dari dampak program yang sudah dijalankan.
“Mudah-mudahan hasil dari survey dampak tersebut, ke depannya kita bisa melihat seperti apa hasil atau dampak dari program “smart city” yang ada di masyarakat,” sambungnya
Dengan mengetahui dampak tersebut, Caesar berharap dapat membantu pada saat penilaian evaluasi “smart city” di tahap kedua di awal November 2024 mendatang.
“Di awal November akan ada evaluasi tahap kedua yang dilaksanakan via “daring”, dengan hasil berbentuk penilaian dan “scoring”. Hasilnya nanti akan disampaikan di awal tahun depan,” pungkasnya.
Program-program "smart city" yang ada terbagi menjadi enam dimensi diantaranya “Smart Governance” (Lawang Beltim, Mentudong Beltim, SIMPOR, Selina, SICANTIK, Akselerasi Desa Digital), “Smart Economy” (Pundok UMKM, Yuk Ke Ume), “Smart Branding” (Geopark Belitong, Inspiring Beltim, JPJR), “Smart Living” (Yuk Gi Nyelik Pasien, Go Bright, Sigesit PIS-PK), “Smart Society” (Sekolah Alam Desa Tambang, Yuk Sekula), Smart Environment (Kelekak, SPLH, Sistem Pengelola Retribusi Sampah). (WR)
Jakarta, Diskominfo SP Beltim- Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berhasil meraih nilai kategori BAIK untuk nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2024 pada Penganugerahan Anindhita Wistara Data (AWD) 2024.
Pengharagaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo serta dihadiri juga oleh kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Beltim Dwi Widyanto di Grand Mercure Hotel, Kebayoran Jakarta (26/9/24).
Bayu mengucapkan syukur dan terima kasih kepada BPS Republik Indonesia (RI) yang telah menyelenggarakan kegiatan penganugerahan AWD ini, Penghargaan AWD merupakan wujud apresiasi pembenahan yang telah dilakukan dalam lima domain Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Mulai dari pelaksanaan prinsip satu data indonesia, kualitas data, proses bisnis statistik, kelembagaan hingga statistik nasional.
“Terima kasih pula kami ucapkan atas apresiasi BPS kepada seluruh KLDI (Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya-Red), khususnya Kabupaten Belitung Timur, yang telah dinilai sebagai salah satu kabupaten terbaik penyelenggaraan statistik sektoralnya berdasarkan IPS yang telah kami peroleh dengan kategori baik,” ujar Bayu antusias.
Pada kategori kabupaten, Belitung Timur merupakan satu-satunya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep Babel) yang diundang langsung menghadiri acara penganugerahan AWD yang diselenggarakan oleh BPS yang bertepatan pada peringatan Hari Statistik Nasional tahun 2024 ini.
“Saya kira ini merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa buat kami Diskominfo SP selaku walidata daerah, terhadap hal-hal yang telah kami upayakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral selama ini di lingkungan pemerintah kabupaten Beltim, sehingga kami menjadi kabupaten dengan capaian IPS terbaik di antara kabupaten lainnya di Prov Babel,” tambah pria yang pernah menjadi kepala Bappelitbangda ini.
Bayu mengungkapkan Diskominfo SP bukan OPD yang menghasilkan dan mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun penguatan penyelenggaraan statistik yang diukur melalui IPS untuk mendukung indeks RB ini boleh jadi sebagai salah satu upaya mencoba berkontribusi dalam peningkatan ruang fiskal daerah karena indeks Reformasi Birokrasi (RB) berkontribusi signifikan terhadap perhitungan pendapatan daerah melalui dana perimbangan pusat ke daerah.
“Momentum ini juga pas dengan agenda perencanaan pembangunan daerah, sebagaimana kita ketahui bahwa kita pada 27 November 2024 akan menyelenggarakan pesta demokrasi yaitu pilkada (Pemilihan Kepala Daerah-Red) serentak di banyak daerah Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk juga Belitung Timur,” tambahnya.
Bayu mengatakan Konsekwensi dari hal ini adalah Pemerintah Daerah perlu menyusun perencanan pembangunan 5 tahunan berdasarkan visi misi kepala daerah terpilih nantinya.
“Nah melalui penyediaan data statistik yang baik, termutakhir/update, dan bisa diandalkan ini, kita berharap penyusunan RPJPD dan RPJMD yang diupayakan oleh pemerintah daerah nantinya bisa berjalan dengan baik ke depannya,” pungkas Bayu. (WR)
Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur melakukan pendampingan sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Literasi Digital. Kegiatan ini digagas oleh SMP Negeri 3 Kelapa Kampit yang berlangsung di Ruang Pertemuan SMP Negeri 3 Kelapa Kampit, Selasa (03/08/24).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 25 peserta ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMP Negeri 3 Kelapa Kampit, Ardi Sabara, M.Pd. yang mengatakan bahwa sebagai salah satu Sekolah Berkemajuan Terbaik Tahun 2024, berharap siswa-siswi SMP Negeri 3 Kelapa Kampit dapat lebih cakap digital. Disamping itu, para peserta yang merupakan pengurus OSIS SMP Negeri 3 Kelapa Kampit ini diharapkan dapat memiliki dan mengelola media sosial khusus OSIS SMP Negeri 3 Kelapa Kampit, sehingga informasi kegiatan OSIS SMP Negeri 3 Kelapa Kampit dapat terpublikasi.
Sementara itu, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik yang hadir sebagai narasumber memberikan materi tentang LIterasi Digital dengan tema “Cakap Digital di Era Keterbukaan Informasi”, Pengelolaan Media Sosial yang menekankan pada pentingnya Tim yang solid serta SDM yang berkemampuan di bidang fotografi, videografi, copywriting dan design grafis, Dasar-dasar Videografi serta Proses Pembuatan Konten.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta tidak hanya diberikan materi untuk membuka wawasan mereka tentang literasi digital, namun juga dibekali proses pembuatan suatu konten dengan langsung diajak syuting “Konten 20 Hak Anak Indonesia”.
Melalui Kegiatan Workshop Literasi Digital diharapkan para peserta memiliki wawasan dan pemahaman tentang literasi digital serta pemanfaatan media sosial dalam mempromosikan kegiatan sekolah, dan yang tak kalah penting, para peserta dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital.
Manggar, DiskominfoSP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur menggelar Pembinaan Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) dan Bimbingan Teknis Penggunaan Geoportal Beltim di ruang Rapat Hotel Guess Manggar, Selasa (3/9/24).
Kegiatan selama dua hari, dari Selasa (3/9/24) hingga Rabu (4/9/24) ini diikuti oleh 35 orang ASN yang akan menjadi produsen data spasial di Kabupaten Beltim. Tiap OPD diwakilkan oleh satu orang ASN, kecuali Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Pertanahan dan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) yang mengirimkan tiga orang.
Kepala DiskominfoSP Kabupaten Beltim, Bayu Priyambodo mengatakan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI) dan Peraturan Bupati Beltim Nomor 41 Tahun 2022 tentang SDI Kabupaten Beltim, setidaknya ada tiga jenis data yang perlu dikelola oleh Pemerintah Daerah, yaitu: Data Statistik, Data Spasial dan Data Keuangan.
“Data spasial inilah yang melatarbelakangi acara ini diselenggarakan pada hari ini. Di mana DPUPRP2RKP pengampu Urusan Tata Ruang sebagai pengelola Simpul JIGD, DiskominfoSP selaku Walidata Tingkat Daerah dan Bappelitbangda selaku Sekretariat Data dan Koordinator Forum SDI sekaligus pembina data spasial di Kabupaten Beltim,” kata Bayu.
Bayu yang didampingi Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Irsyad Dinas menekankan data spasial itu penting terutama dalam perencanaan pembangunan daerah. Mengingat perencanaan perlu disusun melalui pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, Spasial (THIS).
“Pemkab Beltim perlu mengelola data spasialnya melalui portal data peta dalam kerangka kerja JIGD, yang terhubung dan terintegrasi ke Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN). DiskominfoSP Beltim telah mengupayakan penyediaan infrastruktur JIGD ini yang dibantu oleh rekan-rekan dari Badan Informasi Geopasial untuk melakukan proses instalasi portal data spasial kita yaitu melalui alamat geoportal.beltim.go.id,” ungkap Bayu.
Melalui pembinaan JIGD dan geoportal ini diharapkan Pemkab Beltim dapat menyajikan data dan informasi spasial yang lengkap dan akurat, yang dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Untuk itu perlu dukungan dan partisipasi dari Kementerian/Lembaga, OPD di Pemkab Beltim serta seluruh masyarakat sangat diperlukan agar pemanfaatan informasi geospasial bisa terakselerasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan dalam rencana pembangunan ke depannya.
“Saya kira momentumnya sangat tepat sekali untuk mengadakan acara pembinaan JIGD dan Bimtek Geoportal ini karena pada tahun ini kita menyelenggarakan pesta demokrasi pilkada, yang selanjutnya Bappelitbangda akan menyusun dokumen perencanaan RPJPD dan RPJMD. Ketersediaan data spasial ini nantinya sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan tersebut,” ujar Bayu.
Kebijakan Satu Peta Kurangi Tumpang Tindih Perizinan
Sementara itu Direktur Kelembagaan dan Jaringan Informasi Geospasial, Badan Informasi Geopasial (BIG) RI, Rachman Rifai menyatatakan efektifitas dan efisiensi perencanaan dan penganggaran pembangunan sangat bergantung dengan data spasial yakni Kebijakan Satu Peta (KSP). KSP ini diyakini akan menghilangkan permasalahan dalam pembangunan dan perizinan tata kelola wilayah.
“Dulu kita menemukan ada daerah di Timur Indonesia yang merencanakan membuat bendungan. Setelah dicek, daerah sawahnya itu cuman sepetak saja, nah ini kan karena tidak mengikuti kaidah spasialnya,” ungkap Rachman saat menjadi Narasumber Pembinaan Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) dan Bimbingan Teknis Penggunaan Geoportal Beltim di ruang Rapat Hotel Guess Manggar, Selasa (3/9/24).
Rachman mengungkapkan saat ini masih terjadi adanya tumpang tindih perizinan atau perizinan bermasalah di tata ruang. Bahkan jumlah perizinan yang bermasalah sempat mencapai 40% dari seluruh wilayah Indonesia.
“Lewat kebijakan satu peta itu, kita bisa menurunkan hingga 10%. Namun masih ada tapi masih ada 30%, nah untuk itu ke depan akan selalu dikurangi sampai kemudian nggak ada permasalahan ini perizinan,” kata Rachman.
BIG pun mendorong rangsang atau mendorong agar setiap instansi pemerintah yang memiliki atau memproduksi peta wajib menyebarluaskan melalui jaringan informasi geospasial. Dari 2014 hingga saat ini telah terkumpul 24.000 data set.
“Datanya BIG itu hampir semuanya ada di sini, terus data KSP itu juga sudah ada di sini karena sudah kita open. Fungsi dari KSP itu salah satunya untuk rencana pembangunan, bikin RT/RW RD/TR dan lain sebagainya,” ujar Rachman. @2!