Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Daerah Belitung Timur melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Belitung Timur (DiskominfoSP Beltim) bersama Badan Pusat Statistik BelitungTimur (BPS Beltim) perlu menyiapkan sumber daya yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan statistik sektoral di tiap-tiap OPD. Hal ini disampaikan oleh Kepala Diskominfo SP Bayu Priyambodo saat menjadi narasumber pada kegiatan Kick Off Pembinaan Statistik Sektoral dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Publikasi Belitung Timur Dalam Angka 2024 di Guest Hotel Manggar, Selasa (20/2/24).
Kadiskominfo SP menjelaskan, salah satu yang menjadi kegiatan untuk menunjang hal tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia pada penyelenggaraan statistik sektoral.
“DiskominfoSP Beltim tidak hanya menjadi penyelenggara statistik sektoral, tetapi juga sebagai walidata yang membantu BPS dalam memberikan pembinaan kepada OPD selaku produsen data, agar mampu mengoptimalkan perannya dalam konteks produksi data sesuai dengan kewenangan urusan desentralisasinya.” terang Bayu.
Sebagai wujud inovasi penyelenggaraan statistik sektoral, Diskominfo SP mendorong pemanfaatan data dalam bentuk publikasi yaitu Aplikasi Mentudong Beltim.
“Aplikasi Mentudong Beltim ini didasarkan pada prinsip penyelenggaraan Satu Data Indonesia. Bahwa Data harus memenuhi prinsip yaitu memiliki standar data, kode referensi, interoperabilitas, dan metadata, yang artinya bahwa data harus mudah dicari, mudah dikelola, mudah ditemukan, dan mudah dibagipakaikan,” sambungnya.
Terakhir Bayu mejelaskan bahwa Mentudong Beltim yang memanfaatkan teknologi terkini (Internet dan Smartphone), bisa diakses dimana saja dan kapan saja, serta mudah disebarluaskan dan dibagipakaikan. (Wr)
Manggar, Diskominfo.SP Beltim - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo.SP) Kabupaten Belitung Timur Bayu Priyambodo sampaikan harapannya agar hasil capaian pengelolaan SAKIP Tahun 2023 mampu dipertahankan pada tahun ini. Hal itu ia kemukakan saat memimpin kegiatan apel pagi pegawai di lingkungan Diskominfo.SP Beltim, Selasa (30/01/2024).
Ia menjelaskan, bahwa proses tahapan dimulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan negara harus dilakukan serta didokumentasikan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.
"Tidaklah mudah dalam mempertahankan capaian yang sudah ada dibandingkan dengan upaya mendapatkannya, untuk itu mari kita menjaga ini bersama-sama dan jangan sampai tahun ini terjadi penurunan", ucapnya.
Masbay panggilan akrabnya juga menegaskan pentingnya kolaborasi dari seluruh pegawai, baik dari sekretariat dan bidang-bidang untuk ikut mendukung.
"Karena pelaporan itu semua masuk dari bidang-bidang sebagai unsur pelaksana teknis kegiatan, sebelum nantinya masuk ke bagian sekretariat untuk diolah lebih lanjut", imbuhnya.
Guna mendukung hal tersebut, Masbay menginstruksikan kepada para kepala bidang, agar menugaskan 2 (dua) orang stafnya masing-masing untuk membantu setiap proses pelaporan yang dibutuhkan dalam mempertahankan hasil penilaian SAKIP di Tahun 2024 ini. (4_bA)
Manggar, Diskominfo.SP Beltim - Torehan prestasi kembali diukir oleh Dinas, Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo.SP) Beltim dalam momen pemberian penghargaan penilaian evaluasi SAKIP Tahun 2022 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Diskominfo.SP Beltim mendapatkan nilai 78.21 dengan interpretasi sangat baik dan telah menempatkannya pada posisi terbaik pertama, setelah tahun sebelumnya hanya menduduki peringkat ketiga.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar kepada Kepala Diskominfo.SP Bayu Priyambodo di hadapan seluruh Peserta Apel Bulanan Korpri yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Rabu (17/01/2024).
SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Dalam hal ini, setiap organisasi diwajibkan mencatat dan melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Ditemui usai menerima penghargaan, Kepala Diskominfo.SP Bayu Priyambodo mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang telah diterima. Secara khusus dirinya juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada semua pegawai di lingkungan Dinas Kominfo.SP Beltim, dan menjadikannya sebagai pencapaian prestasi bersama.
Ia berharap tahun depan capaian ini dapat dipertahankan serta ditingkatkan, agar setiap indikator komponen penilaian memperoleh poin secara maksimal.
"Penghargaan ini berkat kerja tim yang baik dan kekompakan kita bersama, semoga dapat dipertahankan serta ditingkatkan agar memperoleh poin yang maksimal di tahun-tahun mendatang", ungkap Masbay sapaan akrabnya.
Senada dengan Masbay, Partono selaku Sekretaris Diskominfo.SP Beltim dengan didampingi Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Tri Wahyuni Kurniati menyampaikan, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama, terutama bagian sekretariat serta di bantu oleh bidang-bidang lainnya dalam pengelolaan sistem akuntabilitas keuangan negara.
"Tugas kita ke depan adalah mempertahankan prestasi yang ada, syukur-syukur dapat kita memaksimalkan semua komponen indikator penilaian", imbuh Partono.
Sementara itu Tri Wahyuni Kurniati ikut menambahkan, secara umum Evaluasi SAKIP Tahun 2022 Diskominfo Beltim berhasil naik 2.18 poin menjadi 78.21, dimana sebelumnya di tahun 2021 berhasil mencatatkan nilai sebesar 76,03.
Ia menjelaskan, dalam penilaian evaluasi SAKIP Tahun 2022 ada penambahan indikator komponen penilaian yakni evaluasi akuntabilitas kinerja internal, selain komponen perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja seperti penilaian tahun sebelumnya.
Pemberian penghargaan penilaian evaluasi SAKIP Tahun 2022 juga diberikan kepada Dinas Perikanan Beltim yang menduduki peringkat kedua, dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Beltim di posisi ketiga. (4_bA)
Manggar, Diskominfo.SP Beltim - Kabar menggembirakan bagi seluruh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali menorehkan prestasi terhadap penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) hasil evaluasi tahun 2023. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MENPAN-RB RI) Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Hasil Evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik pada Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2023.
Setidaknya ada sebanyak 621 instansi pusat dan pemerintah daerah menerima penetapan hasil evaluasi penerapan SPBE tahun 2023, dan telah menempatkan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur meraih predikat sangat baik dengan perolehan nilai indeks 3.56 dalam skala 5.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo.SP) Beltim Bayu Priyambodo mengatakan, rasa syukurnya atas pencapaian dalam pemenuhan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD).
"Alhamdulillah, dan terimakasih atas kolaborasi yang luar biasa oleh banyak pihak baik secara internal maupun eksternal, sehingga kita bisa over target kinerja terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Daerah pada RPJMD yang diamanatkan ke Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur", ucapnya kepada Awak Humas Diskominfo.SP Beltim pada Senin (15/01/2024).
Bayu juga mengungkapkan Diskominfo.SP sebagai instansi yang mengampu tanggungjawab serta kewenangan di bidang informatika, mampu mengemban amanah yang diberikan kepala daerah untuk meningkatkan indeks SPBE daerah.
"Memang tidak mudah ditengah keterbatasan yang ada, kita mampu membuat lompatan tinggi dalam dua tahun terakhir ini terhadap peningkatan nilai indeks SPBE kita. Sebelumnya tahun 2021 Beltim di posisi 2.15 dengan predikat cukup, kini naik 1.41 poin pada tahun 2023 sehingga indeks SPBE kita menjadi 3.56 dengan predikat sangat baik", terangnya.
Ia berharap, ke depan Diskominfo.SP Beltim tetap dapat mengkolaborasi sumberdaya yang dimiliki untuk mempertahankan serta meningkatkan pencapaian yang telah ditorehkan bersama.
Lebih lanjut Bayu juga menekankan pentingnya penguatan tataran implementasi dalam penerapan digitalisasi urusan pemerintah dan kemasyarakatan, sebagai bentuk konsistensi atas pencapaian prestasi yang telah didapatkan.
Ditemui terpisah, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo.SP Caesar Friadi Melawiandri menyampaikan rangkaian tahapan yang dilalui dalam evaluasi penerapan SPBE yang dilaksanakan pada setiap tahunnya.
"Tahapan yang kita lalui secara umum adalah mulai dari monev hasil tahun sebelumnya dengan memperhatikan indikator yang perlu ditingkatkan, melakukan upaya perbaikan terhadap indikator yang dianggap kurang, melaksanakan evaluasi mandiri berdasarkan pedoman KEMENPAN-RB, evaluasi berkas yang disampaikan, mengikuti wawancara dari asesor eksternal, harmonisasi di tingkat pusat, hingga pengumuman hasil evaluasi", ujar Caesar.
Kemudian ia juga berharap tahun ini Diskominfo.SP Beltim mampu mempertahankan, serta dapat menaikkan nilai-nilai dari indikator yang akan ditingkatkan untuk berada di level berikutnya. Tercatat ada sebanyak 47 indikator yang menjadi komponen dalam penilaian tersebut. (4_bA)
Manggar, Diskotikdansa Beltim - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Sekretaris Dinas (Sekdin) secara resmi membuka Bimtek ini di Ruang Rapat Diskotikdansa, Rabu (20/12/2023).
Bimtek yang dilaksanakan dua hari ini menghadirkan narasumber dari Digitama Consulting, Fiftin Noviyanto. Hari pertama berfokus kepada muatan di domain manajemen SPBE dan domain tata kelola SPBE. Sedangkan hari kedua, berfokus pada penguatan inovasi layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) SPBE.
"SPBE sudah masuk ke dalam indikator kinerja utama (IKU) daerah, otomatis bagaimana kita mempersiapkan supaya indeks SPBE kita pada waktu evaluasi di tahun depan itu akan jauh lebih baik paling tidak sesuai dengan target yang sudah di tetapkan," ungkap Kepala Bidang Aptika Caesar Friadi Melawiandri.
Ia berharap seluruh SDM SPBE di seluruh Perangkat Daerah memiliki pemahaman yang sama agar tujuan penerapan SPBE tercapai.
"Harapannya memiliki pemahaman yang sama terkait dengan SPBE, mau berkolaborasi dan bekerja sama untuk menciptakan dan menerapkan SPBE sekaligus juga pada saat evaluasi nanti bisa memberikan data dukung yang cocok atau sesuai dengan yang diminta pada waktu evaluasi," pungkasnya. (Al)
Manggar, Diskotikdansa Beltim - Dalam rangka pembentukan dan pengembangan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskotikdansa) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar sosialisasi kepada beberapa Perangkat Daerah terkait dan Pemerintah Desa se-Kabupaten Beltim yang berlangsung di Ruang Satu Hati Bangun Negeri (R.SHBN), Selasa (19/12/2023).
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, yang diisi oleh narasumber yakni Kepala Bidang Aptika Diskotikdansa Caesar Friadi Melawiandri dan Pranata Humas Ahli Muda Atma Purba.
"KIM ini yang akan membantu Bapak/Ibu dalam menjalankan urusan komunikasi dan informatika di tingkat Desa dan mengisi website Desa agar nanti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dapat terpublikasi dengan baik di website dan di share ke masyarakat luas," ungkap Bayu.
Dikatakan Bayu, hal ini juga dapat memudahkan Kementerian dalam mengecek keaktifan kegiatan di Desa. Selain itu, KIM juga akan dibekali dengan aplikasi yg bernama Begalor (Berita Elektronik Langsung dari Kelompok Masyarakat).
"Semua itu nanti akan terintegrasi ke dalam website beltim.go.id dan nantinya informasi atau kegiatan-kegiatan kita bisa terpublikasi dengan baik," pungkasnya.
Terakhir, Bayu berharap sosialisasi ini tidak jadi yang pertama dan terakhir tetapi akan ada pembinaan selanjutnya ke Desa.
"Teman-teman KIM nanti akan kita dorong untuk di SK kan oleh Kades nya masing-masing dan akan kami bina bagaimana untuk operasionalnya. Jadi Bapak/Ibu adalah agen penyebarluasan informasi publik baik dari kami maupun dari Bapak/Ibu kepada website kami," tutupnya.
Salah satu peserta sosialisasi dari Desa Kurnia Jaya, Idham mengaku sangat senang mengikuti sosialisasi ini.
"Sosialisasi ini tentunya sangat bermanfaat untuk kami sebagai perangkat desa dalam pengembangan informasi berbasis digital," ujar Idham.
"Kegiatan seperti ini perlu dilakukan kembali mengingat pasti adanya pengembangan di website dan perlunya peningkatan kepada setiap kelompok masyarakat untuk peka terhadap komunikasi," tutupnya. (Al)
Manggar, Diskotikdansa Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskotikdansa) Kabupaten Beltim melakukan inovasi pelayanan publik. Inovasi publikasi data dan statistik daerah ini dalam bentuk aplikasi berbasis android (mobile-based application) yaitu Mentudong Beltim, yang di launching resmi oleh Bupati Beltim Burhanudin di Gedung Auditorium Zahari Mz, Manggar, Senin (18/12).
Prosesi peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol pada Layar IPAD, yang dibawa langsung oleh Kepala diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo. Setelah penekanan tombol pada layar Ipad, selanjutnya Bupati Beltim bersama tamu undangan menyaksikan Video Aplikasi Mentudong Beltim secara bersama-sama.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim Dr. Rita Susanti sebagai keynote speech beserta jajaran, Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan dan jajaran forkopimda, Pj Sekda Beltim Sayono, Asisten Pemkab Beltim, Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo dan pimpinan perangkat daerah, Kepala BPS Beltim Azhar serta dari kecamatan dan desa se Beltim.
Dalam sambutannya, Bupati Beltim Burhanudin menyampaikan apresiasi kepada pihak Diskotikdansa Kabupaten Beltim serta seluruh tim yang telah bekerja keras dalam pengembangan aplikasi ini. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi kemajuan pembangunan Beltim serta mempermudah dalam mencari data untuk kebutuhan penyusunan perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
“Saya apresiasi pihak Diskotikdansa Kabupaten Beltim yang berdedikasi, semangat, dan kerja keras atas inovasi aplikasi “Mentudong Beltim”. Tentunya kita tidak hanya menyaksikan peluncuran sebuah aplikasi, tetapi juga merayakan langkah besar dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Beltim yang bangkit dan berdaya,” kata Burhanudin yang akrab disapa Aan.
Bupati Aan menyampaikan salah satu misi Kabupaten Beltim yakni membenahi manajemen penyelenggaraan ketatapemerintahan Pemkab Beltim agar berjalan sesuai dengan asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang baik, serta sesuai dengan amanat UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Aplikasi Mentudong Beltim menjadi bukti nyata komitmen kita untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah kita,” ujar Aan.
Di era digitalisasi yang semakin cepat, tambah Aan, aplikasi Mentudong Beltim menjadi langkah inovatif dalam menerapkan teknologi informasi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas informasi pembangunan di Beltim agar tercipta transparansi dan akuntabilitas pemerintah, serta mengurangi praktik korupsi.
“Semoga aplikasi ini memberikan kemudahan akses informasi mengenai publikasi statistik dasar dan sektoral, berita resmi statitistik dasar dan sektoral, dan tabulasi statistik dasar di Kabupaten Beltim,” kata Aan.
Ia juga berharap aplikasi Mentudong Beltim, dapat membuka pintu partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam setiap langkah pembangunan. Tidak hanya sekedar aplikasi, melainkan merupakan pintu gerbang bagi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Apresiasi yang sama disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim Dr. Rita Susanti yang menyampaikan bahwa launching aplikasi ini merupakan moment yang tepat untuk membangun sinergi, kolaborasi dan koordinasi untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir dan terpadu.
“Saya mengapresiasi kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim yang telah bekerja keras dalam pengembangan aplikasi ini. Launching ini merupakan momentum yang tepat bagi kita semua, agar rencana pembangunan jangka panjang Belitung Timur ini bisa didukung oleh data statistik yang akurat melalui aplikasi Mentudong Beltim,” ungkap Dr. Rita Susanti.
Sebagai keynote speech, Dr. Rita Susanti menekankan ada 2 poin penting dalam agenda ini. Pertama, berkenaan dengan amanat Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Undang-Undang ini mengamanatkan agar badan publik yang salah satunya pemerintah daerah diwajibkan untuk menyediakan informasi kepada publik. Informasi publik itu ya salah satunya adalah data dan statistik capaian kinerja pembangunan daerah sebagaimana disajikan sebagai konten pada aplikasi Mentudong Beltim ini,” ungkap Dr. Rita
Menurutnya, pemerintah daerah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus terus mendorong masyarakat untuk secara terbuka mengakses informasi publik melalui berbagai kanal yang ada.
“Mewujudkan pemerintah dengan keterbukaan informasi publik akan semakin mendorong terjadinya sinergi yang lebih aktif antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat kita untuk meningkatkan peran serta dalam penyelenggaraan negara,” jelas Dr. Rita.
Lalu, point yang kedua, Dr. Rita menilai aplikasi Mentudong Beltim yang diinisiasi oleh Diskotikdansa ini memiliki peran strategis sebagai salah satu kanal untuk memenuhi kebutuhan data dan statistik bagi penyelenggaraan pembangunan.
“Saya menilai ini berkenaan dengan kebutuhan data dan statistik bagi pembangunan daerah, sesuai amanat UU No 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan UU No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), bahwa perencanaan pembangunan memerlukan data dan statistik yang akurat,” kata Dr. Rita.
Terkait perkembangan teknologi informasi yang dikenal sebagai era revolusi industri 4.0 akibat munculnya disrupsi teknologi, Kajari Beltim menjelaskan bahwa tuntutan informasi publik pada poin pertama, dan kebutuhan akan data pada poin kedua diatas tentunya semakin meningkat.
“Kita saat ini dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi. Untuk itu, pemda perlu terus beradaptasi dan berinovasi dengan kultur komunikasi masyarakat modern yang dimediasi melalui internet. Ini artinya penting bagi kita sebagai penyelenggara negara untuk menyediakan kebutuhan akses informasi kepada publik,” papar Kajari Beltim Dr.Rita Susanti.
Sementara itu, Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo mengatakan peresmian aplikasi ini dilatarbelakangi oleh kesadaran Pemerintah Daerah akan pentingnya melakukan inovasi pelayanan publik.
“Kegiatan ini juga merupakan tindaklanjut amanat Surat Edaran Bupati Beltim tanggal 4 Desember 2023, tentang Inovasi Daerah, yang mewajibkan setiap perangkat daerah, kecamatan, desa/kelurahan membuat 1 (satu) inovasi 1 (satu) unit kerja dalam rangka peningkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD),” kata Bayu Priyambodo.
Untuk itu, Pemkab Beltim melalui Diskotikdansa menyelenggarakan inovasi publikasi data dan statistik daerah yang bersumber dari BPS dan OPD di lingkungan Pemkab Beltim dalam bentuk aplikasi berbasis android (mobile-based application) yaitu Mentudong Beltim.
“Tujuan agenda launching Mentudong Beltim ini adalah untuk memperkenalkan aplikasi Mentudong Beltim kepada seluruh pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan Beltim, baik itu institusi pemerintahan mulai dari tingkat nasional, provinsi sampai ke kabupaten/kota dan desa, maupun pihak perbankan dan juga masyarakat secara luas, sehingga dapat semakin mendekatkan dan memudahkan setiap stakeholder dalam mengakses data dan statistik yang diproduksi oleh BPS dan OPD di Lingkungan Kabupaten Beltim,” jelas Bayu Priyambodo.
Perlu diketahui, setelah di launching aplikasi Mentudong Beltim ini, masyarakat sudah bisa mengunduh melalui Google Playstore pada Smartphone Android. Adapun sumber data dan informasi sebagai konten pada aplikasi Mentudong Beltim adalah publikasi statistik dasar yang diproduksi melalui kegiatan statistik sektoral. Publikasi Statistik Dasar diperoleh melalui web API (application programming interface) yang disediakan BPS melalui portal webapi.bps.go.id. Sedangkan Publikasi Statistik Sektoral diperoleh melalui API sistem statistik sektoral terintegrasi yang tersedia di server Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Belitung Timur. Kedua jenis API tersebut terhubung secara langsung ke aplikasi Mentudong Beltim.(ver)
Manggar, Diskotikdansa Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) utamanya, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian meraih Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2023 di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Rabu (20/12/23) Pagi. PPID Pemkab Beltim meraih peringkat Pertama.
Penghargaan dari Komisi Informasi (KI) Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini untuk Kategori Badan Publik tingkat Kabupaten/Kota dengan kualifikasi sebagai Badan Publik Informatif. Kategori Informatif ini merupakan kualifikasi tertinggi dalam Anugerah KIP.
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel Naziarto kepada Bupati Beltim Burhanudin. Ini merupakan penghargaan yang kedua yang diterima oleh Pemkab Beltim sejak tahun 2022.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Babel Ita Rosita menyatakan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023 diselenggarakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah melalui beberapa tahapan selama 6 bulan ke belakang. Mulai dari pengisian kuesioner (self assesment questioner) oleh badan publik, pengembalian kuesioner, verfikasi data, visitasi verifikasi lapangan, presentasi/uji publik, penilaian dan penetapan predikat badan publik.
“Yang terakhir adalah pengumuman dan penganugerahan. Hal ini semua dilaksanakan dengan menggunakan standard penilaian Komisi Informasi Pusat,” ungkap Ita.
Ditekankan Ita, tujuan diadakannya penganugerahan ini bukan untuk berkompetisi, melainkan untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan badan publik dalam menjalankan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Kita ingin melihat komitmen badan publik dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik. PPID adalah pintu keterbukaan informasi publik mengumpulkan informasi yang menjadi tolok ukur kemajuan daerah,” kata Ita.
Selain Pemkab Beltim, Tiga Penghargaan dari total 4 Penghargaan Kategori Badan Publik Pemerintah Desa juga diborong oleh Desa di Kabupaten Beltim. Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Renggiang, Desa Selinsing Kecamatan Gantung dan Desa Baru Kecamatan Manggar memperoleh Predikat Menuju Informatif.
Wujud Komitmen Pelayanan Keterbukaan Informasi Publik
Bupati Beltim Burhanudin menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. Tahun 2023 ini Pemkab Beltim berhasil meraih Penghargaan dengan Predikat Informatif.
“Sejumlah capaian yang telah kita terima, termasuk hari ini hendaknya menjadi pendorong dan penyemangat bagi kita untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Belitung Timur,” kata Aan sapaan Burhanudin.
Penghargaan yang diterima menurut Aan, merupakan perwujudan dari komitmen dan implementasi keterbukaan informasi. Hal itu sebagai bagian dalam penerapan penyelenggaraan ketata pemerintahan yang sesuai dengan asas umum pemerintahan yang baik di Pemkab Beltim.
“Insyallah semoga dapat kita pertahankan dan terus akan kita jalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan," ujar Aan.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim selaku PPID Utama, Bayu Priyambodo yang turut mendampingi Bupati Beltim menyambut gembira hasil positif di penghujung tahun 2023 ini.
“Alhamdulillah ini prestasi tertinggi yang diperoleh. Keberhasilan ini merupakan hasil tim kolaborasi antar bidang di Diskominfo Beltim, mulai dari petugas layanan PPID sampai dengan tim pembinaan yang turun ke desa,” ucap Bayu.
Keberhasilan tersebut, kata Bayu merupakan komitmen semua pihak dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Beltim. Penghargaan ini tidak terlepas dari pelayanan perangkat PPID beserta seluruh petugas layanan informasi di lingkungan Pemkab Beltim.
“Memang masih banyak yang harus kami perbaiki di masa yang akan datang, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik di Kabupaten Beltim,” kata Bayu. Sony & @2!
Manggar, Diskominfo.SP Beltim - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo.SP) Kabupaten Belitung Timur menyelenggarakan seminar bertajuk "Membangun Ekosistem dan Sinergitas dalam Pelaksanaan Program Gerakan menuju Smart City di Belitung Timur", di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Beltim, Jum'at (22/12/2023).
Ditemui usai acara, atas seizin Kepala Diskominfo.SP Beltim, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Caesar Friadi Melawiandri mengatakan tujuan pelaksanaan seminar hari ini adalah untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh perangkat daerah terkait konsep 'smart city' yang sedang dikembangkan di Kabupaten Belitung Timur. Untuk itu ia berharap terjalinnya sinergi dan kolaborasi, agar pelaksanaannya akan jauh lebih baik lagi ke depan.
Sementara itu, Prof. Yudho Giri Sucahyo, Ph.D, CDPSE, CEH, CISA, CISM Guru Besar Universitas Indonesia selaku narasumber mengungkapkan, rasa terimakasihnya atas undangan yang telah disampaikan oleh Diskominfo.SP Beltim untuk berbagi pengetahuan dalam seminar ini.
"Sebetulnya ini merupakan janji lama yang akhirnya tertunaikan juga. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan Belitung Timur serius untuk memberikan informasi dan pengetahuan, atau dalam istilah pengembangan SDM disebut 'capacity building", ucapnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme serta partisipasi peserta yang telah aktif bertanya, dan menurutnya semuanya berbobot.
"Semoga apa yang dibicarakan tadi tidak berhenti disini, akan tetapi dapat memberikan inspirasi buat pemerintah daerah serta ditindaklanjuti dengan eksekusi supaya masyarakat di Belitung Timur lebih terlayani", ujar Prof. Yudho.
Sedangkan berkenaan program 'smart city' yang sedang dibangun, Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa Beltim sudah masuk ke dalam program gerakan menuju 100 'smart city'.
"Dari sisi perencanaan sudah mulai serius dikerjakan. Namun perlu ditindaklanjuti dengan berbagai rencana aksi dan eksekusi di masyarakat, yang harus terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan" terangnya.
Lebih lanjut Prof. Yudho menyampaikan, bahwa melihat hasil indeks SPBE Beltim telah mengalami peningkatan dan progres kemajuan. Ia juga meminta untuk tidak berpuas diri dan perlu terus ditingkatkan.
"Ini bukan kompetisi dan bukan pula perlombaan, akan tetapi perlu dilakukan evaluasi agar penerapan SPBE dan 'smart city' di Belitung Timur menjadi semakin lebih baik", harap Pria lulusan S3 dari Curtin University of Technology, Australia tersebut. (4_bA)