Akses Cepat

Berita Terbaru

Plt Kepala Diskominfo SP Ajak Pegawai Jadikan Hasil CKG sebagai Evaluasi
08 Apr 2026

Plt Kepala Diskominfo SP Ajak Pegawai Jadikan Hasil CKG sebagai Evaluasi

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Belitung Timur (Beltim), Partono mengajak seluruh pegawai untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan setelah ditemukannya sejumlah indikasi penyakit dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di lingkungan kantor oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Manggar di Ruang Rapat Diskominfo SP Beltim, Selasa (07/04/2026). Ia menilai temuan seperti tekanan darah tinggi, asam urat, serta kolesterol tinggi yang dialami sejumlah pegawai harus menjadi perhatian bersama. “Temuan ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua. Dari hasil pemeriksaan, masih banyak pegawai yang terindikasi memiliki tekanan darah tinggi, asam urat, maupun kolesterol tinggi. Ini harus disikapi secara serius melalui perubahan pola hidup yang lebih sehat,” ujar Partono. Menurutnya, kegiatan CKG memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan secara dini, terutama di tengah padatnya aktivitas kerja pegawai. “Kegiatan seperti ini sangat penting karena membantu pegawai mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus menunggu sakit terlebih dahulu. Ini bagian dari upaya pencegahan yang sangat baik,” jelasnya. Ia berharap para pegawai tidak hanya mengikuti pemeriksaan, tetapi juga menindaklanjuti hasil yang diperoleh. “Kami berharap para pegawai tidak hanya mengikuti pemeriksaan, tetapi juga menindaklanjuti hasilnya. Jika dari hasil pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit, maka sebaiknya segera dilakukan agar kondisi kesehatan tetap terpantau,” katanya. Ia juga mengingatkan agar hasil pemeriksaan dijadikan bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan ke depan. “Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan. Saya ingin seluruh pegawai Diskominfo SP sehat, maka selalu jaga kesehatan lingkungan kerja kita, jaga kesehatan kita. Jika kita sehat, tentu kinerja juga akan lebih optimal,” tutupnya.

Pegawai DiskominfoSP Antusias Ikuti CKG Rutin Bersama Dinkes Beltim
07 Apr 2026
Pegawai DiskominfoSP Antusias Ikuti CKG Rutin Bersama Dinkes Beltim

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Suasana Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tampak berbeda pada Selasa (07/04/2026). Sejak pagi, para pegawai terlihat antusias menyambut kedatangan tim dari Dinas Kesehatan yang menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Ruang Rapat Diskominfo SP. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan kerja, sekaligus memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tim CKG yang hadir terdiri dari dua orang pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) serta delapan tenaga kesehatan dari Puskesmas Manggar. Setibanya di lokasi, tim langsung mempersiapkan peralatan pemeriksaan dan membuka layanan bagi seluruh pegawai Diskominfo SP. Kedatangan tim kesehatan tersebut disambut dengan antusias oleh para pegawai. Bahkan sejak layanan dibuka, para pegawai terlihat berbondong-bondong untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Adapun layanan pemeriksaan yang diberikan cukup lengkap meliputi pengecekan tekanan darah, asam urat, gula darah, serta pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Selain itu, tersedia juga pemeriksaan kesehatan gigi dan mata, layanan pengobatan, serta konseling kesehatan langsung dengan dokter. Ditemui usai melalukan CKG, dr. Lusianda Putri menjelaskan bahwa kegiatan CKG ini merupakan program yang telah berjalan secara rutin. “Pemeriksaan ini sudah dimulai sejak bulan Februari yang lalu dan memang menjadi agenda rutin setiap tahun. Pada dasarnya seluruh masyarakat Indonesia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar dr. Lusianda. Ia juga mengungkapkan hasil temuan dari pemeriksaan yang dilakukan pada para pegawai. “Dari hasil pemeriksaan, yang paling banyak kami temukan adalah kolesterol tinggi, asam urat, dan terutama tekanan darah tinggi. Untuk gula darah relatif lebih jarang ditemukan,” jelasnya. Lebih lanjut, dr. Lusianda menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. “Kami mendorong baik pegawai Diskominfo SP ataupun masyarakat untuk rutin berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu, dengan pembagian waktu yang fleksibel. Selain itu, penting juga untuk minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, dan tidur minimal 7 sampai 8 jam setiap hari,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih pola konsumsi makanan. “Hindari makanan yang tinggi garam, tinggi gula, tinggi tepung, serta makanan ultra proses. Sebaiknya konsumsi makanan yang lebih alami atau real food,” tambahnya. Menurutnya, pola kerja juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan pegawai. “Secara umum, masih banyak pegawai yang belum menerapkan PHBS dengan baik, karena aktivitas di kantor lebih banyak duduk dan setelah pulang juga jarang meluangkan waktu untuk berolahraga,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran para pegawai terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat, sehingga dapat menunjang produktivitas kerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Diskominfo SP Beltim Gelar Forum Renja 2027 Bahas Usulan Musrenbang Kecamatan
02 Mar 2026
Diskominfo SP Beltim Gelar Forum Renja 2027 Bahas Usulan Musrenbang Kecamatan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar Forum Rencana Kerja (Renja) tahun 2027 di Ruang Rapat Diskominfo SP Beltim, Senin (02/03/2026). Kegiatan ini membahas berbagai usulan masyarakat hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan pada Februari 2026 lalu. Forum Renja ini dihadiri oleh perangkat daerah terkait dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari tahapan penyusunan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027. Plt Kepala Diskominfo SP Beltim, Partono, mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program kerja perangkat daerah. “Prioritas pembangunan tahun 2027 adalah peningkatan sistem tata kelola pemerintahan berbasis digital, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin efektif dan efisien,” ujar Partono saat memaparkan rancangan Renja Diskominfo SP. Ia menjelaskan, Diskominfo SP sebelumnya mengusulkan pagu indikatif anggaran sekitar Rp12 miliar untuk mendukung sejumlah program strategis di masing-masing bidang. “Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung program penunjang pemerintahan, aplikasi informatika, pengelolaan informasi dan komunikasi publik, serta penyelenggaraan statistik sektoral dan persandian. Namun berdasarkan pagu indikatif dari Bapperida, alokasi yang tersedia sekitar Rp9 miliar jadi jauh dari apa yang kami ajukan,” jelasnya. Menurut Partono, berbagai usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang kecamatan menjadi bahan penting dalam menyusun program prioritas Diskominfo SP. “Usulan dari masyarakat ini akan kami kaji dan sinkronkan dengan program dan anggaran yang ada, jadi nanti semuanya akan proporsional,” tambahnya. Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah usulan masyarakat terkait kebutuhan akses jaringan internet di beberapa wilayah, di antaranya Dusun Pulau Batu di Desa Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak, Ex. Tk. Melati Damar Desa Mengkubang di Kecamatan Damar, Desa Lilangan di Kecamatan Gantung, serta kawasan Gusong Cine yang masih mengalami keterbatasan sinyal. Melalui forum ini diharapkan program yang direncanakan dapat mendukung peningkatan layanan informasi publik serta memperluas akses jaringan komunikasi bagi masyarakat di Beltim.

Diskominfo SP Beltim Siap Optimalkan Komunikasi Publik Jelang Digitalisasi Bansos
12 Feb 2026
Diskominfo SP Beltim Siap Optimalkan Komunikasi Publik Jelang Digitalisasi Bansos

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) akan mengoptimalkan fungsi komunikasi publik dalam mendukung rencana digitalisasi bantuan sosial (bansos). Melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Diskominfo SP disiapkan menjadi koordinator penyampaian informasi agar proses transformasi sistem bansos dapat dipahami masyarakat secara menyeluruh. Kepala Bidang IKP Diskominfo SP Belitung Timur (Beltim), Sony Aprianto menegaskan bahwa komunikasi yang terstruktur dan satu pintu menjadi kunci dalam menyukseskan kebijakan tersebut. “Peran kami adalah memastikan informasi kebijakan, mekanisme, dan perubahan sistem dapat tersampaikan secara jelas, transparan, dan mudah dipahami masyarakat. Kami bersinergi dengan perangkat daerah teknis yang menangani bansos untuk menyusun strategi komunikasi, mengemas pesan yang tepat, serta mengawal penyebaran informasi melalui berbagai kanal resmi pemerintah daerah yang telah berjalan selama ini,” ungkapnya. Ia menyebutkan dalam pelaksanaan nanti, Diskominfo SP Beltim akan menerapkan pendekatan komunikasi multi kanal. Informasi akan disebarluaskan melalui website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim, media sosial resmi Pemkab dan Organiasi Perangkat Daerah (OPD), siaran pers, serta media lokal baik cetak maupun daring. “Selain kanal digital, Diskominfo SP Beltim juga akan memanfaatkan grup komunikasi masyarakat, videotron, serta penyebaran infografis dan video edukatif sebagai bagian dari strategi komunikasi publik. Untuk menjangkau masyarakat secara langsung, sosialisasi tatap muka bersama OPD teknis dan pemerintah desa juga akan menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi,” tambahnya. Menurut Sony, pendekatan komunikasi tidak hanya difokuskan pada masyarakat yang telah terbiasa dengan teknologi digital, tetapi juga menyasar masyarakat yang belum sepenuhnya melek digital. “Bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem digital, pendekatan yang digunakan akan lebih sederhana dan langsung. Kami mendorong sosialisasi melalui pemerintah desa beserta perangkatnya, serta pendamping sosial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Bahasa yang digunakan akan dibuat sesederhana mungkin, disertai contoh konkret dan simulasi penggunaan jika diperlukan,” jelasnya. Ia menegaskan prinsip utama dalam strategi komunikasi tersebut adalah memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang sama dan tidak ada yang tertinggal akibat keterbatasan akses maupun pemahaman teknologi. “Sebagai bagian dari fungsi diseminasi informasi, Diskominfo SP Beltim juga akan menyiapkan konten edukatif berupa infografis, video singkat, serta panduan langkah demi langkah yang mudah dipahami masyarakat. Konten tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Beltim agar lebih kontekstual dan aplikatif, serta tetap merujuk pada regulasi dan petunjuk resmi dari pemerintah pusat maupun OPD teknis terkait," ujarnya.  Dalam upaya mencegah terjadinya misinformasi, Diskominfo SP Beltim akan mengedepankan komunikasi yang cepat, akurat, dan konsisten. Monitoring isu di media sosial dan ruang publik digital juga akan dilakukan guna mendeteksi potensi kesalahpahaman sejak dini. “Jika muncul informasi yang keliru, klarifikasi akan segera kami sampaikan secara terbuka dan proporsional melalui kanal resmi pemerintah daerah. Edukasi literasi digital juga menjadi langkah jangka panjang agar masyarakat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh hoaks,” pungkas Sony. Melalui strategi komunikasi yang terintegrasi dan inklusif tersebut, Diskominfo SP Beltim berharap rencana digitalisasi bansos dapat berjalan optimal serta dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat.

Dukung Piloting Digitalisasi Bansos, Diskominfo SP Beltim Fokus pada Komunikasi Publik dan Infrastruktur Internet
11 Feb 2026
Dukung Piloting Digitalisasi Bansos, Diskominfo SP Beltim Fokus pada Komunikasi Publik dan Infrastruktur Internet

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur akan mengambil peran strategis dalam program percontohan digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) yang akan dilaksanakan bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dalam rencana tersebut, Diskominfo SP Belitung Timur (Beltim) akan berfokus pada dua aspek utama, yakni penguatan komunikasi publik serta dukungan penyediaan jaringan dan akses internet pada titik-titik pelaksanaan kegiatan. Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo SP Beltim, Caesar Friadi Melawiandri, menyampaikan bahwa berdasarkan paparan terakhir, peran Diskominfo SP akan lebih diarahkan pada aspek komunikasi publik sebagaimana tertuang dalam draft Surat Keputusan (SK) Bupati. “Dari sisi Diskominfo SP, kami akan lebih ke arah komunikasi publik. Di dalam draft SK Bupati juga memang peran kami terkait komunikasi publik. Jadi bagaimana cara menginformasikan kepada masyarakat tentang program ini, mulai dari awal pelaksanaan, saat program berjalan, hingga ketika menangani isu-isu yang mungkin muncul di masyarakat,” ujar Caesar. Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan digitalisasi Bansos nantinya berpotensi terdapat masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan namun tidak lagi terdaftar sebagai penerima. Kondisi tersebut akan membutuhkan strategi komunikasi yang jelas dan terbuka. “Akan ada kemungkinan masyarakat yang sebelumnya mendapatkan bansos, kemudian tidak mendapatkan lagi. Hal ini tentu membutuhkan komunikasi publik yang baik mengenai apa saja kriteria penerima bansos, bagaimana proses penilaian dilakukan, serta indikator yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang masuk kategori penerima bantuan,” jelasnya. Lebih lanjut, Caesar menegaskan bahwa masyarakat nantinya akan diberikan ruang untuk menyampaikan sanggahan apabila merasa berhak menerima bantuan namun tidak terdata sebagai penerima. “Masyarakat akan diberikan mekanisme untuk menyanggah apabila merasa seharusnya mendapatkan bansos tetapi tidak menerima. Untuk proses sanggah tersebut nantinya menggunakan aplikasi dari pemerintah pusat, yaitu aplikasi Perlinsos,” tambahnya. Ia mengatakan bahwa Diskominfo SP Selain komunikasi publik, Bidang Aptika Diskominfo SP Beltim juga akan mendukung dari sisi infrastruktur teknologi informasi. “Dari Aptika sendiri, kami akan lebih ke arah penyediaan koneksi internet ataupun memfasilitasi akses internet di lokasi-lokasi pendataan prasarana apabila memang dibutuhkan,” tutup Caesar. Melalui sinergi lintas perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Beltim berkomitmen untuk mempersiapkan digitalisasi Bansos secara matang agar pelaksanaannya dapat berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis data terintegrasi. Dukungan komunikasi publik yang kuat dan infrastruktur jaringan yang memadai diharapkan mampu memastikan program ini dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat sejak tahap awal perencanaan hingga pelaksanaan.