Gantung, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) terus berupaya mendorong pemerataan akses telekomunikasi. Salah satunya dengan melakukan survei lapangan pada wilayah yang masih mengalami blank spot atau sinyal lemah.
Survei ini melibatkan Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika), Caesar Friadi Melawiandri serta dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Diskominfo SP Beltim, Partono. Kegiatan tersebut menyasar dua titik lokasi, yakni Desa Lilangan di wilayah Sinar Setiong dan Desa Batu Penyu di wilayah Gusong Cine, yang keduanya berada di Kecamatan Gantung. Kedua lokasi ini merupakan usulan yang sebelumnya disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) serta Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Plt. Kepala Diskominfo SP Beltim, Partono, menegaskan bahwa survei ini menjadi langkah awal untuk memastikan arah kebijakan penanganan blank spot.
“Hari ini kami melakukan survei ke dua titik lokasi yang sebelumnya diusulkan dalam Musrenbang serta Pokir DPRD. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riilnya,” ungkap Partono.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi meskipun terdapat keterbatasan kewenangan dalam pembangunan infrastruktur jaringan oleh provider.
“Memang untuk pembangunan jaringan itu menjadi kewenangan provider, tetapi pemerintah daerah tidak tinggal diam. Kami terus mendorong agar wilayah-wilayah ini bisa menjadi perhatian sekaligus menyiapkan alternatif solusi sesuai kewenangan yang kami miliki,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aptika Diskominfo SP Beltim, Caesar Friadi Melawiandri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan sementara di lapangan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kondisi jaringan di wilayah tersebut.
“Kondisi blank spot ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya karena lokasi berada di wilayah pesisir dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, sehingga belum menjadi prioritas pengembangan bagi provider. Sementara untuk wilayah Lilangan, jangkauan BTS terdekat masih belum optimal, sehingga sinyal tidak sepenuhnya hilang, namun di beberapa titik masih sangat lemah bahkan tidak tersedia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Diskominfo SP Beltim juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan telekomunikasi.
“Kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak provider, baik melalui surat, koordinasi dengan Komdigi, maupun melalui pendataan di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lokasi-lokasi ini telah kami usulkan sebagai wilayah blank spot, namun keputusan pengembangan tetap berada pada pihak provider,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa Diskominfo SP Beltim akan menyiapkan solusi alternatif sesuai kewenangan daerah melalui penyediaan akses internet berbasis satelit.
“Sebagai langkah sementara, kami berupaya menghadirkan solusi sesuai kewenangan daerah, salah satunya melalui penyediaan koneksi internet menggunakan Starlink. Dari hasil survei, kami juga telah mengidentifikasi titik-titik strategis milik desa yang memungkinkan untuk pemasangan perangkat tersebut,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa rencana tersebut telah masuk dalam perencanaan perangkat daerah dan diharapkan dapat direalisasikan melalui penganggaran daerah.
“Untuk rencana realisasi, kegiatan ini sudah kami masukkan dalam Renja tahun 2027. Namun pelaksanaannya tetap bergantung pada ketersediaan anggaran. Harapannya, program ini dapat berjalan sehingga masyarakat di wilayah blank spot tetap dapat mengakses layanan internet,” pungkasnya. (Fjs)