Manggar, DiskominfoSP Beltim – Dinas Komunikasi, Informasi Publik, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur menggelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat. Kegiatan selama dua hari, Kamis (29/11/24) hingga Jum’at, (30/11/24) ini berlangsung Ruang Satu Hati Bangun Negeri Sekretariat Daerah.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber Ketua Tim Komunikasi Publik dari Kementerian Kominfo, Angki Kusuma Dewi ini diikuti oleh 134 peserta. Para peserta merupakan aparatur desa, kelompok masyarakat serta utusan dari OPD terkait.
Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini merupakan bagian untuk mendongkrak nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Pemkab Beltim. Di mana salah satu indikatornya adalah jumlah KIM aktif yang ada di suatu daerah.
Kepala Diskominfo SP, Bayu Priyambodo saat membuka kegiatan mengatakan perlunya pemerataan akses layanan informasi dan literasi di daerah. Pengelolaan informasi desa dilaksanakan secara digital sesuai semangat pengembangan kebijakan SPBE, sehingga terciptanya jejaring informasi desa.
“Dengan meningkatnya program pemberdayaan masyarakat melalui layanan informasi desa, akan mempercepat diseminasi informasi yang ada di masyarakat dan memperkuat kemitraan antara pemerintah dengan media dan komunitas,” kata Bayu.
Diskominfo SP akan mendorong di tiap kecamatan ada KIM Percontohan berbasis tematik yang juga dibina oleh OPD Teknis. Di mana Diskominfo SP dan OPD Teknis bersama akan melakukan pembinaan KIM tematik tersebut.
“Misalnya KIM tematik pertanian nanti juga ada pembinaan dari Distangan, KIM tematik Budidaya dan Pengolahan Ikan juga ada pembinaan dari Diskan, makanya kami juga mengundang OPD Teknis,” jelas Bayu.
Kemudian nanti dari Kemenkomdigi akan memberikan domain website gratis, yang mana KIM tersebut akan mengelola website dan bisa jadi media publikasi baik berita, data produksi, pemasaran maupun menerima iklan.
“Ujungnya arus informasi tidak hanya searah dari pemerintah ke masyarakat tapi juga dari masyarakat ke pemerintah,” ujar Bayu.
Mantan Kepala Bappelitbangda ini berharap melalui Sosialisasi dan Pembentukan KIM diharapkan dapat melaksanakan penyelenggaraan hubungan masyarakat, media dan kemitraan komunitas, sebagai wahana informasi antar sesama anggota KIM, KIM dengan Pemerintah atau sebaliknya. Di samping itu sebagai mitra dialog dengan Pemerintah dalam merumuskan Kebijakan Publik.
“Kami DiskominfoSP berkomitmen tidak hanya membentuk KIM saja tapi dipastikan akan dibina secara berkala melalui kolaborasi bidang yang ada, baik melalui Bidang IKP melalui Pranata Humas, Bidang Aptika melalui Pranata Komputer dan Bidang KIPS melalui Statistisi,” harap Bayu. @2!
Manggar, DiskominfoSP Beltim – Guna mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama menggelar kegiatan penguatan sinergitas dengan pejabat pengelola informasi di setiap perangkat daerah di Kabupaten Beltim. Kegiatan yang dibuka resmi oleh Kepala Dinas Diskominfo SP Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo ini berlangsung di Kantor Bupati Beltim, Selasa (26/11) dan dihadiri para Sekretaris Dinas, Sekretaris Badan, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo SP Beltim Sony Aprianto, Sekretaris Camat dan para pegawai di bidang pelayanan informasi dan dokumentasi. Kepala Dinas Diskominfo SP Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo mengatakan kegiatan penguatan sinergitas ini sangat penting untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas kapasitas SDM PPID Utama dan PPID Pembantu yang ada di Kabupaten Beltim dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang efektif dan efisien. “Pertemuan ini sangat penting sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Beltim untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik yang efektif dan efisien,” kata Bayu Priyambodo dalam sambutannya. Bayu Priyambodo menjelaskan PPID memiliki tanggung jawab dalam hal penyimpanan, pendokumentasian, penyedia pelayanan informasi publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. “Kami berharap kegiatan ini kita saling bersinergi untuk sama-sama kita berdiskusi tentang tugas dan fungsi serta pengelolaan PPID dan pelayanan informasi dan dokumentasi kedepannya,” jelas Bayu Priyambodo. Dalam kesempatan itu, Bayu Priyambodo menjelaskan mengenai keterbukaan informasi publik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 dan diberlakukan sejak 1 Mei 2010, dimana pemerintah daerah selaku badan publik memiliki kewajiban memberikan pelayanan informasi dan dokumentasi kepada masyarakat. Selain itu, ada Peraturan Daerah Kabupaten Beltim Nomor 5 Tahun 2022 yang menjamin keterbukaan informasi di daerah. “Dari aturan itu, ada kategori informasi bersifat publik dan ada kategori informasi yang dikecualikan sebagai informasi publik yang tidak dapat diberikan kepada publik sesuai ketentuan,” ungkap Bayu. Oleh karena itu, kata Bayu, sebagai sebagai badan publik diharapkan dapat mewujudkan atau memberikan pelayanan cepat, tepat, dan sederhana sesuai dengan petunjuk teknis standar layanan informasi publik yang berlaku secara nasional. (ver)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Kab Beltim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kegiatan dimulai dari Rabu hingga Jumat (20/11/24-22/11/24) di Ruang Rapat DiskominfoSP.
FGD menghadirkan tenaga ahli sebagai narasumber dari Inixindo Jogyakarta dan Tim Kordinasi SPBE, terdiri dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit bagian di Sekretariat Daerah (Setda) Kab Beltim sebagai peserta FGD.
Ditemui disela acara Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Informatika (Aptika) DiskominfoSP Caesar Friadi Melawiandri mengatakan, manajemen SPBE merupakan salah satu domain didalam Indeks SPBE. Ada beberapa indikator dalam Indeks SPBE yang terkait dalam manajemen SPBE, selama ini Pemkab Beltim sudah melakukan manajemen SPBE tetapi dari hasil evaluasi tingkat kematangan dari indikator pada domain manajemennya masih belum maksimal.
“Dengan melaksanakan FGD ini bagaimana supaya kita bisa meningkatkan kematangan dari indikator yang terkait manajemen SPBE dan juga menyiapkan alur proses maupun dokumen yang diperlukan untuk majemen SPBE tersebut.” kata Kabid Aptika menerangkan.
FGD ini dilaksanakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan nilai indeks SPBE, jika menilai dari masing-masing domain indeks SPBE di manajemen SPBE Pemkab Beltim sudah cukup bagus bahkan diatas rata-rata Kabupaten/Kota lainnya.
“Walaupun nilai domain indeks SPBE kita di manajemen SPBE sudah bagus dan diatas rata-rata tetapi kita harus berprogres untuk terus meningkat ya, dan kegiatan ini salah satu caranya,” sambung Caesar.
Tahap FGD ini dilaksanakan karena banyaknya tahapan yang harus dilalui mulai dari manjemen risiko SPBE, manajemen keamanan informasi SPBE, manajemen asset, manajemen data, manajemen data, pengetahuan dan lain sebagainya.
“Manajemen SPBE itu cukup banyak dan indikator yang dihandle juga banyak maka kita butuh waktu untuk mengcover seluruh manajemen SPBE ini,” kata ayah dua anak ini.
Caesar menjelaskan dengan kegiatan ini dapat mengetahui apa saja yang masih perlukan di daerah, dengan bantuan tenaga ahli kita tahu kira-kira dokumen-dokumen apa yang perlu disipakan.
“Ini adalah sebagai langkah bagaimana peningkatan nilai indeks SPBE ditahun depan,” pungkasnya. (WR)
Manggar, DiskominfoSP Beltim – Dinas Komunikasi, Informasika, Persandian dan Statistik (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur menggelar Sosialisasi Keamanan Siber di Auditorium Zahari MZ, Kamis (31/10/24). Sosialisasi mengambil tema ‘Keamanan Ciber Untuk Mendukung Pemerintahan dan Ekonomi Digital’
Sosialisasi dibuka oleh Penjabat Sementara Bupati Beltim Asmawa Tosepu yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Zikril. Kegiatan dihadiri oleh Pimpinan, Sekretaris serta para Kepala Bidang di lingkungan Pemkab Beltim.
Kepala Diskominfo SP Beltim, Bayu Priyambodo mengatakan Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama penyelenggara negara akan pentingnya Keamanan Informasi khususnya di Lembaga Pemerintahan, di Kabupaten Beltim.
Peningkatan kesadaran itu salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang cara melindungi diri dari ancaman siber, seperti phishing, malware, dan serangan siber lainnya.
“Kita ingin mewujudkan budaya keamanan di lingkungan kerja maupun di masyarakat dengan menerapkan praktik terbaik dalam penggunaan teknologi. Di sini kita menyebarkan informasi terkini tentang tren ancaman siber dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan,” kata Bayu.
Bayu yang didampingi Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Irsyadinnas berharap dengan adanya sosialisasi ini kesadaran individu dan organisasi dalam melindungi data pribadi dan informasi sensitif dari serangan siber akan lebih meningkat.
Selain itu pula kemungkinan terjadinya insiden keamanan yang dapat merugikan individu maupun organisasi, seperti pencurian identitas dan kerugian finansial akan berkurang.
“DiskominfoSP berharap dapat membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah selaku penyedia layanan digital, karena adanya jaminan bahwa keamanan menjadi prioritas. Sekaligus meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber, termasuk cara menggunakan perangkat dan aplikasi secara aman,” ujar Bayu.
Tingkat Kesadaran Keamanan Siber Masyarakat Masih Rendah
Narasumber Sosialisasi, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas menyatakan kesadaran keamanan siber masyarakat Indonesia, terutama para penyelenggara negara masih rendah. Hal inilah yang membuat banyaknya kejahatan siber marak terjadi.
“Masih sangat perlu untuk ditingkatkan kesadaran keamanan siber, baik dari pejabat sampai ke masyarakat,” kata Slamet usai menjadi narsumber di Auditorium Zahari MZ, Kamis (31/10/24).
Diakuinya hal ini lantaran untuk menjaga keamanan digital perlu dilakukan upaya lebih dari masing-masing individu. Mengingat keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan.
“Misalnya kita perlu mengganti password email kita secara rutin atau pin ATM kita minimal tiga bulan sekali. Hal ini memang tidak mudah karena kita sering lupa dengan password ataupun pin kita,” saran Slamet.
Sementara itu Pjs Bupati Beltim, melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten II, Zikril menyatakan berdasarkan data statistik dari BSSN mencatat bahwa telah terjadi 370,02 juta serangan siber terhadap Indonesia di tahun 2022. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah ini meningkat sebesar 38,72%, di mana Sektor administrasi pemerintahan menjadi target utama serangan siber di Indonesia.
“Oleh karena itu, kehadiran kegiatan sosialisasi ini sangat penting guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat khususnya aparatur pemerintah mengenai ancaman siber dan cara mencegahnya,” kata Zikril.
Ditekankannya keamanan siber bukan hanya tentang mengamankan data atau sistem, tetapi juga memastikan keberlanjutan pemerintahan digital dan ekosistem ekonomi digital kita agar tetap aman dan stabil.
“Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum untuk bekerja sama dan saling berkoordinasi dalam membangun sistem keamanan siber yang tangguh, agar keamanan data dan informasi di Kabupaten Beltim dapat terjaga dengan baik,” ajaknya. @2!
Manggar, Diskominfo SP--- Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Bayu Priyambodo mengatakan sosialisasi keamanan siber untuk mendukung pemerintahan dan ekonomi digital sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran selaku penyelenggara negara akan pentingnya keamanan informasi khususnya di lembaga pemerintahan, di Kabupaten Beltim.
Hal itu disampaikan Bayu Priyambodo saat memberikan sambutan dalam sosialisasi keamanan siber untuk mendukung pemerintahan dan ekonomi digital yang dihadiri Slamet Aji Pamungkas selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI di Auditorium Zahari Mz, Manggar, Kamis (31/10).
Dalam sosialisasi keamanan siber, Bayu Priyambodo mengapresiasi kunjungan Slamet Aji Pamungkas selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara di Kabupaten Beltim yang memberi paparannya terkait keamanan siber di Kabupaten Beltim.
“Selamat datang Slamet Aji Pamungkas selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, BSSN RI di Kabupaten Beltim, yang berkenan hadir menjadi narasumber. Terimakasih atas kerjasama yang selama ini terjalin dengan Badan Siber dan Sandi Negara khususnya terkait keamanan informasi di lingkungan Pemkab Beltim,” kata Bayu Priyambodo.
Bayu mengungkapkan ancaman siber dewasa ini berkembang terus pada sektor-sektor vital atau sektor kritis sehingga pemahaman tentang cara melindungi diri dari ancaman siber sangat penting dilakukan sebagai tindakan pencegahan terutama menyangkut keamanan data dan informasi yang dimiliki.
“Salah satu tantangan baru yang paling signifikan adalah ancaman terhadap keamanan data dan informasi yang kita miliki. Berbagai ancaman terhadap keamanan informasi antara lain: malware, ransomware, phishing, Man-in-the-Middle (MITM) attacks, Denial of Service (DoS), insider threats, social engineering, dan carding,” ungkap Bayu.
Ancaman ini, ujar Bayu, sungguh sangat nyata dan telah menjadi isu nasional sejak didengar dan lihat di berbagai media, dimana terjadi insiden keamanan informasi di tingkat nasional yang menyerang Pusat Data Nasional sehingga menyebabkan beberapa layanan pemerintahan terganggu secara masif.
Untuk itu dibutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pihak terkait untuk memperkuat keamanan dan ketahanan siber sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Selain itu, Bayu Priyambodo mengungkapkan manfaat sosialisasi keamanan siber untuk mendukung pemerintahan dan ekonomi digital digelar untuk meningkatkan kesadaran individu dan organisasi dalam melindungi data pribadi dan informasi sensitif dari serangan siber. Lalu, mengurangi kemungkinan terjadinya insiden keamanan yang dapat merugikan individu maupun organisasi, seperti pencurian identitas dan kerugian finansial.
Kemudian, membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah selaku penyedia layanan digital, karena adanya jaminan bahwa keamanan menjadi prioritas serta meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber, termasuk cara menggunakan perangkat dan aplikasi secara aman.
Dalam kesempatan itu, Bayu Priyambodo menyampaikan terkait capaian penyelenggaraan pemerintahan digital dan keamanan siber di Beltim.
“Capaian Indeks SPBE menunjukkan capaian yang sangat mengembirakan. Sejak awalnya pada tahun 2021, Indeks SPBE kita baru mencapai angka 2,1 dengan kategori cukup, lalu sepanjang 3 tahun setelahnya terjadi lompatan yang cukup siginikan, di mana pada tahun 2022 naik menjadi 2,7 dengan kategori baik, lalu di 2023 naik lagi menjadi 3,56 dengan kategori sangat baik, dan alhamdulillah di tahun 2024 ini berdasarkan hasil assessment sementara yang dilakukan oleh Asesor Independen yang ditunjuk oleh Kemenkominfo yang sekarang telah berubah nomenklatur menjadi Kemenkomdig, kita akan mencapai nilai indeks sekitar 4,2 sampai 4,3 dengan kategori Memuaskan,” ungkap Bayu.
Menurutnya, hal ini bukti hasil kerja kolektif bersama sebagai dukungan dari OPD yang telah melakukan transformasi layanan publiknya menjadi digital.
“Kami DiskominfoSP Beltim tidak bisa berdiri sendiri, terlebih pula kesadaran akan pentingnya keamanan siber perlu kita mulai dari seluruh jajaran pimpinan di Kabupaten Belitung Timur,” harapnya.
Berbagai capaian juga diraih oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim Kabupaten Beltim dibawah kepemimpinan Bayu Priyambodo selaku Kepala Diskominfo SP terkait Indeks Keamanan Infomasi atau disingkat dengan Indeks KAMI.
“Nilai Indeks KAMI Belitung Timur pada Tahun 2024 ini yaitu 551 dari maksimum nilai sebesar 645 dengan kategori cukup baik. Indeks ini menunjukkan tingkat kesiapan kita dalam penerapan ISO/IEC 27001 yang merupakan standar keamanan yang berlaku secara internasional,” ungkap Bayu.
Capaian Indeks KAMI ini telah diverifikasi oleh Tim dari BSSN, sehingga pada Tanggal 8 Agustus 2024 lalu, Pemkab Beltim melalui DiskominfoSP Belitung Timur telah menerima sertifikat atas capaian ini dari Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia.
Terkait hal itu, pihak Diskominfo SP Beltim berupaya untuk mendorong kinerja pemerintahan digital dan keamanan siber ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.
“Agar penyelenggaraan layanan keamanan informasi bisa semakin lebih baik lagi, kami mengupayakan penataan kelembagaan khususnya terkait dengan penyelenggaraan keamanan informasi untuk melakukan pemecahan bidang di DiskominfoSP Belitung Timur,” ujar Bayu.
Menurutnya, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perangkat Daerah, DiskominfoSP Belitung Timur adalah Dinas dengan Tipe A sehingga memungkinkan bagi DiskominfoSP Belitung Timur untuk memiliki 4 unit kerja bidang setingkat eselon III.
“Adapun pertimbangan rasional terhadap pemecahan ini yang paling vital yaitu karena kita perlu mengurus secara serius persoalan keamanan siber ini,” ungkap Bayu.
Dipaparkan Bayu, bila dicermati dari perkembangan aturan, dan melihat semakin tingginya kompleksitas penyelenggaraan urusan pemerintahan, sudah selayaknya Bidang Bidang Keamanan Informasi, Persandian dan Statistik atau KIPS pada Diskominfo SP Beltim dapat dipecah, agar penyelenggaraan Bidang Urusan Statistik menjadi 1 unit kerja bidang sendiri, dan penyelenggaraan Bidang Urusan Keamanan Informasi dan Persandian juga menjadi 1 unit kerja bidang sendiri. Dengan demikian kita bisa fokus untuk menghadapi tantangan keamanan informasi termasuk tata kelola pemerintahan daerah menuju era digital ke depannya. (ver)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Direktorat Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia (RI) melakukan pengecekan wilayah usulan Pemerintah Daerah yang berpotensi Tahap II di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Selasa (29/10/24), pengecekan ini dilakukan untuk meningkatan dan memperluasan layanan internet berbasis seluler 4G khususnya Desa/Kelurahan blankspot dan sinyal lemah di Indonesia
Kegiatan yang dipimpin oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Muh Ridwan Rauf ini membawa dua orang tim. Agenda yang dilaksanakan yakni survei lapangan blank spot di Kabupaten Beltim dan wawancara dengan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo.
“Program pengentasan blankspot dari Kemkomdigi ini merupakan sinergi yang telah kita mulai dari Tahun 2023, merupakan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku usaha,” jelas Ridwan.
Di Belitung Timur terdapat empat daerah blankspot yang disurvei yakni di Desa Kelubi, Buding, Lintang, dan Simpang Tiga.
“Empat lokasi yang disurvei pada kesempatan ini merupakan empat lokasi yang sudah dianalisis oleh operator seluler yang dianggap berpotensi, sehingga untuk menjustifikasi bahwa suatu daerah memang berpotensi maka dilakukan pengecekan dan solusinya akan diserahkan kembali ke operator,” sambungnya.
Pemilihan Beltim menjadi salah satu daerah pengecekan wilayah usulan pemerintah yang berpotensi di tahap II oleh Kemkomdigi RI melalui proses survei, agar mengetahui bentuk layanan telekomunikasi yang dibutuhkan di wilayah ini.
“Kedepannya sesuai arahan Menteri yang baru dan Dirjen kita akan melanjutkan program ini sampai lima tahun kedepan,” pungkas Ridwan. (Wr)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyambut baik Program perluasan layanan internet berbasis seluler 4G khususnya Desa/Kelurahan blank spot dan sinyal lemah, yang dilaksanakan oleh Direktorat Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia (RI).
Hal ini diucapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, saat wawancara Pengecekan Wilayah Usulan Pemerintah yang Berpotensi di Tahap II oleh Kemkomdigi RI di Ruang Kerjanya, Selasa (29/10/24).
“Sebagai daerah kepulauan, program ini sangat mendukung Sistem Pemerintahan Berbasais Elektronik, kami bisa terdukung dalam pelayanan publik kepada masyarakat yang berbasis digital,” ucap Bayu.
Tantangan yang selama ini yang dirasa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yakni terkait jumlah penduduk yang terbatas menjadi kriteria keuntungan bisnis bagi provider yang bekerjasama dengan Pemkab.
“Selain itu yang menjadi hambatan lain yakni zona blank spot (Titik kosong-Red) yang tidak merata, sedangkan pada zona tersebut terdapat destinasi pariwisata dan lokasi geosite dari Unesco Global Geopark,” sambungnya.
Bayu berharap dengan adanya program dari pemerintah pusat ini terjadi pemerataan akses internet bagi masyarakat, masyarakat di desa yang sebelumnya terkena blankspot dapat meningkatkan kegiatan ekonomi yang berbasis digital.
“Saya berharap daya saing kita di Belitung Timur bisa setara dengan daerah-daerah kepulauan besar di wilayah RI lainnya, terimakasih atas program yang luar biasa ini,” tutup Bayu. (Wr)
Manggar, DiskominfoSP Beltim – Pelaksanan Debat Publik Pertama Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Sabtu (26/10/24) Malam. Ratusan undangan dan pendukung hadir untuk menyaksikan debat pemimpin masa depan Kabupaten Beltim ini.
Meski tidak semua masyarakat diperbolehkan datang langsung ke Auditorium, namun KPU Beltim sudah menyiapkan beberapa media untuk menyiarkan secara langsung. Salah satunya melalui kanal youtube Diskominfo Beltim di https:/bit.ly/debatbeltim
DiskominfoSP Beltim merupakan salah satu rekanan resmi KPU Beltim dalam mensosialisasikan seluruh tahapan Pilkada Serentak terutama melalui streaming kegiatan KPU Beltim. Termasuk pula, BangkaPos Grup, RRI, Sisnet serta media-media lainnya.
Saat debat berlangsung kurang lebih 1.000 viewers yang menonton secara langsung. Bahkan hingga Minggu, (27/10/24) Sore, sebanyak 10.000 orang sudah mengakses kanal ini.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Pilkada yang transparan dan partisipatif. Dengan adanya live streaming, masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di auditorium tetap bisa mengikuti jalannya debat serta memahami program kerja para calon,” kata Bayu Priyambodo, Kepala DiskominfoSP Beltim, Minggu (27/10/24).
Langkah ini, menurut Bayu merupakan bagian dari upaya DiskominfoSP Beltim untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak tahun 2024. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi yang memudahkan akses di berbagai wilayah.
“Harapannya, masyarakat Belitung Timur yang berada di luar daerah pun tetap dapat mengikuti proses demokrasi ini dan memberikan dukungan dalam pemilihan pemimpin masa depan Kabupaten Beltim,” ujar Bayu.
Dengan adanya siaran langsung, Bayu mengungkapkan baik tim kampanye pasangan 1 dan 2 memberikan apresiasi kepada DiskominfoSP. Tayangan yang disaksikan tanpa ada hambatan dan jelas.
“Alhamdulillah kita dinilai sangat profesional. Kita juga dapat apresiasi dari Bangka Pos Grup, mereka live streaming dengan lancar semalam berkat dukungan Diskominfo,” ungkap Bayu. @2!
Belitung Timur, 26 Oktober 2024 – Dalam rangka mendukung kelancaran dan kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur tahun 2024, Dinas Komunikasi dan Informatika SP (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur memfasilitasi layanan live streaming untuk debat Calon Bupati (cabup) dan Calon Wakil Bupati (cawabup). Inisiatif ini memungkinkan seluruh masyarakat Belitung Timur, baik yang berada di dalam kabupaten maupun di seluruh dunia, untuk menyaksikan paparan dan gagasan para calon pemimpin daerah mereka.
Debat cabup dan cawabup yang berlangsung pada 26 Oktober 2024 di Auditorium Sahari MZ, Kompleks pPerkantoran Terpadu Pemkab Belitung Timur ini akan menyajikan visi, misi, serta program kerja dari masing-masing pasangan calon, guna memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat.
Diskominfo SP telah bekerja maksimal untuk menyiapkan layanan live streaming yang berkualitas agar seluruh warga dapat mengakses debat ini dengan mudah tanpa terkendala jarak.
“Kami berkomitmen untuk mendukung Pilkada yang transparan dan partisipatif. Dengan adanya live streaming, masyarakat yang tidak bisa hadir langsung di auditorium tetap bisa mengikuti jalannya debat serta memahami program kerja para calon,” ungkap Bayu Priyambodo, Kepala Diskominfo SP Kabupaten Belitung Timur.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Diskominfo SP untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak tahun 2024 dengan memanfaatkan teknologi informasi yang memudahkan akses di berbagai wilayah. Harapannya, masyarakat Belitung Timur yang berada di luar daerah pun tetap dapat mengikuti proses demokrasi ini dan memberikan dukungan dalam pemilihan pemimpin masa depan Kabupaten Belitung Timur.
“Siaran Live Streaming Debat Cabup dan Cawabup belitung timur ini dapat disaksikan dibeberapa platform medsos yang dikelola oleh Diskominfo SP Beltim, salah satunya canal youtube Diskominfo Beltim di https://bit.ly/debatbeltim ” ujar Bayu menutup wawancara.