Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) melaksanakan Olahraga Bersama di Situ Kulong Minyak, Jumat pagi (24/01/25). Pada kegiatan ini para pegawai melaksanakan jalan santai mengelilingi area yang sedang “hits” di Belitung Timur ini.
Kegiatan olahraga bersama merupakan hal positif yang akan terus digalakkan oleh pegawai DiskominfoSP, selain itu dengan melaksanakan kegiatan ini dapat mempererat silahturahmi antar pegawai, dimana kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
Dalam kesempatan ini hadir Kepala DiskominfoSP Bayu Priyambodo, Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang dan seluruh pegawai. Semoga area terbuka yang akan diresmikan tepat di hari jadi ke-22 Kabupaten Belitung Timur pada 27 Januari 2025 mendatang ini dapat terus dimanfaatkan menjadi sarana olahraga dan rekreasi di Belitung Timur.
Manggar, Diskominfo SP--- Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meraih penghargaan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Perangkat Daerah dengan predikat sangat baik.
Penghargaan ini secara resmi diserahkan oleh Bupati Beltim Burhanudin kepada Kepala Diskominfo SP Kabupaten Beltim melalui Tri Wahyuni selaku Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Diskominfo SP Kabupaten Beltim dalam apel bulanan Korpri di halaman Kantor Bupati Beltim, Jumat (17/1).
Bupati Beltim Burhanudin yang akrab disapa Aan mengucapkan selamat kepada perangkat daerah atas segala upaya yang telah dilakukan untuk terus berinovasi dalam mengimplementasi SAKIP lingkup Pemkab Beltim.
Dari hasil evaluasi dari 33 OPD di lingkup Pemkab Beltim, rata-rata mengalami peningkatan nilai.
Pemberian penghargaan itu terdapat 3 kategori dalam penilaian tersebut yakni sangat baik, baik dan cukup. Dimana kategori sangat baik diterima 23 Perangkat Derah, kategori baik 10 Perangkat Daerah.
Untuk penilaian kategori sangat baik, peringkat pertama diraih Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim.
Kepala Diskomimfo SP Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang telah diraih.
"Alhamdulillah kita bisa mempertahankan nilai SAKIP terbaik se Belitung Timur untuk 2 tahun berturut-turut. Ini kinerja tim yang solid, profesional dan berintegritas yang ada di Diskominfo SP Beltim," kata pria brewokan yang pernah 3 (tiga) tahun menjabat Kepala Bappelitbangda Beltim ini.
Ia menyebutkan bahwa kunci utama dalam implementasi SAKIP OPD ada di Rencana Strategis (RENSTRA) Perangkat Daerah. Dimana menurutnya, tujuan Renstra harus dipastikan mendukung Sasaran Pembangunan RPJMD Daerah yang tertuang di RPJMD.
Selanjutnya, Masbay panggilan akrab Bayu Priyambodo menjabarkan bahwa indikator tujuan Renstra Diskominfo SP adalah Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang tidak lain ada bagian dari Indikator Kinerja Utama RPJMD Beltim. Cascading dilakukan secara bertahap dari level tertinggi yaitu tujuan organisasi, sasaran organisasi, program hingga level paling operasional.
Cascading membantu pengukuran kinerja serta meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pemerintahan. Cascading memastikan bahwa setiap bagian organisasi memahami peran dan target yang perlu dicapai.
"Kami sangat bahagia atas capaian indikator tujuan Renstra Diskominfo SP tahun 2024 yaitu Indeks SPBE yang super over target yaitu Predikat Sangat Baik dengan point 4.16 dan terbaik se-Provinsi Kepulauan Babel," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mengawal dengan ketat Siklus Sakip di OPD yang dipimpinnya, dimulai dengan perjanjian kinerja antara dirinya dengan administratur dan jajaran dibawahnya untuk memastikan upaya pencapaian target-target yang diperjanjikan kepada pejabat yang berkompeten.
Kemudian, siklus selanjutnya yang dikoordinasikan langsung ke jajaran adalah pengukuran kinerja untuk memastikan kemajuan pencapaian target yang diukur dengan tepat baik kinerja keuangan sesuai anggaran kas maupun kinerja program sesuai Rencana Umum Pengadaan.
Lalu, siklus SAKIP yang tidak kalah strategis adalah Pengelolaan Data Kinerja. KadiskominfoSP yang juga selaku Wali Data Daerah memastikan data kinerja dikelola dengan baik untuk mengetahui pencapaian dari tahun ke tahun.
"Kami ada tim internal lintas unit yang ada di OPD untuk berbagi peran melalui timeline kerja yang disepakati untuk dikerjakan," tambah Bayu.
Selanjutnya, untuk siklus pelaporan kinerja, ia selalu menekankan ke jajaran untuk pencapaian kinerja berbasis impact (dampak) sehingga program kegiatan berjalan tidak hanya menghasilkan output tapi juga memastikan output tersebut bisa difungsikan dengan baik dan memberi dampak pada peningkatan capaian tujuan organisasi sehingga mendukung pelaporan kinerja pembangunan daerah.
Dan terakhir, reviu dan evaluasi kinerja, ia koordinasikan dengan tim evaluasi dari Inspektorat guna memastikan pencapaian kinerja telah direviu dan dievaluasi sesuai aturan.
"Saya berharap prestasi yang sudah di raih DiskominfoSP di bidang SAKIP ini bisa jadi lesson learned bagi Perangkat Daerah lain agar kinerja pembangunan daerah ke depan bisa lebih berdampak," harap Bayu Priyambodo. (Ver)
Manggar - Ketua Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Belitung Luise Purwo Herlambang didampingi beberapa jurnalis menyambangi Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur, Kamis (9/1/25). Kunjungan ini diterima langsung Kadiskominfo SP Beltim Bayu Priyambodo didampingi Kabid IKP Sony Aprianto dan beberapa jurnalis siber Belitung Timur.
Tujuan PJS Beltim silaturhami terkait keberhasilan Pemkab Beltim dalam meningkatkan Implementasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).
Di mana di tahun 2024 lalu Pemkab Beltim berhasil meraih skor 4,16 dengan predikat sangat baik. Hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini menjadikan Pemkab Beltim sebagai daerah peraih skor tertinggi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahkan urutan tertinggi ketiga di wilayah Sumatera.
Saat bertandang para wartawan PJS Belitung tampak membuatkan video pendek. Di mana Kepala Diskominfo SP, Bayu Priyambodo memberikan testimoni dan success story atas hasil mengagumkan yang dicapai Diskominfo SP Beltim tersebut.
Manggar, DiskominfoSP– Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Peningkatan indeks SPBE daerah ini tidak lepas dari berbagai aspek strategis yang menjadi pendongkrak utama keberhasilannya.
Berdasarkan evaluasi terbaru Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), indeks SPBE Beltim berhasil mencapai skor 4,16 (kategori sangat baik). Capaian ini menempatkan Beltim sebagai yang terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov Babel).
Bupati Beltim Burhanuddin, mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek kunci yang berkontribusi terhadap pencapaian ini.
“Peningkatan indeks SPBE tidak terjadi secara instan. Ini adalah hasil dari kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi,” ujarnya, Jumat (3/1/25).
Berikut adalah aspek-aspek utama yang menjadi pendongkrak indeks SPBE Beltim:
1. Kebijakan
Komitmen dan “political will” kepala daerah merupakan kunci, dimana dukungan penuh dari kepala daerah menjadi faktor kunci dalam menggerakkan semua elemen pemerintahan untuk beradaptasi dengan teknologi digital.
2. Layanan Publik dan Penerapan Aplikasi Terintegrasi seperti layanan perencanaan, penganggaran dan keuangan, layanan pengaduan publik dan layanan kepegawaian berbasis elektronik
3. Layanan Administrasi
layanan adminstrasi elektronik berbasis digital guna memperpendek tangga layanan yang menempatkan masyarakat sebagai fokus aktor utama pelayanan.
4. Penyelenggaraan SPBE
Pemerintah Kabupaten Beltim terus berinovasi menyediakan layan publik yang optimal guna mendukung operasional penyelengaraan SPBE.
5. Teknologi informasi
Pemerintah daerah secara konsisten memantau dan mengevaluasi efektivitas implementasi SPBE untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan sesuai target.
“Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Beltim optimis dapat terus meningkatkan indeks SPBE di masa mendatang,” sambung Aan, panggilan akrabnya.
Aan juga berharap masyarakat semakin merasakan manfaat dari layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan. (SA)
Manggar, DiskominfoSP– Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat terbaik dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel).
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Kabupaten Beltim dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2024, Beltim berhasil memperoleh nilai tertinggi di Babel dengan skor 4,16 (kategori sangat baik). Capaian ini mengungguli kabupaten/kota lain di provinsi Kep. Babel.
Bupati Beltim Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan ini.
“Pengakuan ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh OPD, ASN, dan masyarakat Beltim. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital,” ungkapnya dalam wawancara singkat Jumat (3/1/25).
Sementara Kepala Dinas (Kadin) Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Beltim, Bayu priyamnbodo menyampaikan Kabupaten Beltim merupakan kabupaten baru yang akhir bulan ini akan merayakan hari jadinya yang ke 22 tahun.
“Di usia yang masih muda ini, tentu kita harus memaksimalkan penggunaan teknologi salah satunya dalam penyelenggaraan pemerintahan," ucapnya.
Upaya Belitung Timur dalam meningkatkan indeks SPBE tentu tidak mudah, pasalnya ada banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan.
"Perjalananya cukup panjang, sampai pada akhirnya Tahun 2024 kita dapat indeks SPBE skor 4,16 dengan predikat sangat baik. Karena ini perlu kolaborasi dengan berbagai pihak dan OPD," kata Bayu.
Menurut Bayu sejauh ini Pemerintah Kabupaten Beltim telah memiliki berbagai aplikasi dalam bidang pemerintahan, pelayanan, dan penyediaan data. Dimana semuanya terintegrasi satu sama lain pada aplikasi utama layanan Pemkab Beltim yaitu Lawang Beltim.(SA)
Manggar, DiskominfoSP– Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di berbagai daerah menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada “political will” atau kemauan politik dari para pemimpin daerah.
Hasilnya, Belitung Timur (Beltim) berhasil meraih predikat terbaik dalam penerapan SPBE se-Provinsi Bangka Belitung (Prov Babel), dengan skor 4,16 (kategori sangat baik). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kemauan politik yang kuat mampu menggerakkan seluruh elemen pemerintahan untuk berinovasi dan bertransformasi.
Bayu Priyambodo, selaku kepala Dinas Komunikasi informatika statisitik dan persandian (DiskominfoSP) Kabupapten Beltim saaat di wawancara menyampaikan bahwa SPBE bukan sekadar proyek teknologi.
“SPBE merupakan sebuah perubahan budaya kerja yang membutuhkan komitmen dan visi yang jelas dari pemimpin daerah,” kata Bayu.
Bayu juga menegaskan bahwa “political will” tidak hanya mencakup keberanian membuat keputusan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaannya.
"Pemimpin harus mampu menjaga momentum dan mengatasi tantangan, baik dari sisi anggaran, resistensi internal, maupun keterbatasan infrastruktur,” jelasnya.
Ke depan Kabupaten Beltim berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi SPBE dengan mengadopsi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data “analytics”. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (SA)
Manggar, DiskominfoSP – Kabupaten Belitung Timur berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) selama tiga tahun terakhir. Lompatan nilai SPBE yang signifikan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan transparan.
Berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB nomor 663 tahun 2024 tentang hasil evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Instansi Pusat dan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, nilai indeks SPBE Kabupaten Belitung Timur meningkat tajam dari tahun ke tahun.
Pada 2022, nilai SPBE tercatat di angka 2.70 (Baik). Namun, berkat berbagai upaya inovasi dan perbaikan sistem, pada 2023 nilai tersebut melonjak menjadi 3,56 (sangat baik). Dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 4.16 (Sangat Baik).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur Bayu Priyambodo, meyampaikan bahwa ini merupakan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait yang telah berkontribusi dalam peningkatan ini.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Kami terus merusaha memberikan inovasi-inovasi digital terbaik sesuai kemampuan kami dan kami terus berusaha meningkatkan kapasitas SDM agar pelayanan publik semakin optimal,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/1/25).
Bayu juga menyampaikan Beberapa faktor kunci di balik keberhasilan ini. Antara lain adalah Dukungan kepala daerah sangat besar perannya dalam upaya menggerakan program ini.
“Dukungan penuh dari kepala daerah menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan SPBE. Political will yang kuat memungkinkan pengambilan keputusan strategis, alokasi anggaran yang memadai, dan pengawasan ketat terhadap implementasi program digitalisasi di kabupaten Belitung Timur,” jelasnya.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi internal pemerintahan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses menjadi salah satu dampak positif dari implementasi SPBE yang semakin matang.(SA)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meraih Predikat 2 Tingkat Kabupaten dengan kategori A (Memuaskan) serta mendapat nilai 84,83 pada Kegiatan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2024.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kadiskominfo SP Bayu Priyambodo, Kamis (19/12/24) di Halaman Kantor Bupati Beltim. Pada kesempatan tersebut Kadin menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Arsiparis dan kolaborasi seluruh unsur di Diskominfo SP.
Dihubungi Diskominfo SP, Sabtu (21/12/24) Bayu menceritakan upaya apa saja yang dilakukan hingga memperoleh pencapaian tersebut diantaranya dengan melaksanakan tertib arsip semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan dokumen yang diminta untuk pengawasan kearsipan di Lingkungan pemkab Beltim.
“Pengawasan kearsipan tersebut terdiri dari daftar arsip aktif, daftar arsip inaktif dan melengkapi sarana kearsipan yang disyaratkan, kerjasama dengan pengelola arsip di masing-masing bidang juga menjadi hal yang mendukung,” ungkap Bayu.
Selain itu Diskominfo SP juga melakukan pemenuhan sarana prasarana kearsipan antara lain gedung arsip yang representatif, lemari dan penyimpan arsip serta sarana pendukung lainnya.
“Kami juga melakuan peningkatan kapasitas SDM arsiparis melalui diklat teknis kearsipan, semoga semua yang dilakukan akan lebih maksimal sehingga kedepan kami dapat mengelola dan melakukan pengawasan arsip dengan lebih baik lagi,” harapnya.
Senada dengan Kadin, Arsiparis Terampil Diskominfo SP Darsana Nugraha mengatakan selain berusaha tertib arsip, diperlukan kerjasama dengan pengelola arsip di masing-masing bidang di unit kerjanya.
“Alhamdulillah terkait sarana dan prasarana pengelolaan dan pengawasan arsip didukung penuh oleh Bapak Kadin, Bapak Sekretaris Dinas dan Ibu Kasubbag Umpeg, serta tak lepas dari bantuan dan kerjasama kawan-kawan di bidang selaku Unit Pengolah Arsip,” ujar pria yang akrab disapa Danu ini.
Selaku arsiparis Danu menilai arsip sangat penting karena arsip merupakan tanggung jawab pekerjaan yang harus dikelolanya.
“Sebagai pekerjaan sehari-hari arsip melalui proses pengumpulan, penyimpanan, dan pemeliharaan dokumen serta informasi. Arsip yang baik akan memudahkan pencarian dan akses informasi di masa mendatang,” pungkas Danu.(WR)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Berangkat dari banyaknya masalah terkait penyelenggaraan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim membuat sebuah inovasi bernama Sister Beltim (Sistem Survei Statistik Sektoral Terintegrasi Belitung Timur).
Inovasi ini berhasil meraih peringkat kedua pada Lomba Inovasi Daerah yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Beltim. Pengumuman dilakukan di halaman kantor Bupati Beltim, pada Kamis, (19/12/2024) dan penghargaan diterima langsung oleh sang inovator Irsyadinnas.
Kepala Bidang Keamanan Informasi Persandian dan Statistik (KIPS) Diskominfo SP ini mengatakan penyelenggaraan SKM di Kabupaten Belitung Timur menemui banyak masalah dan kendala, mulai dari partisipasi masyarakat terhadap survei yang cukup rendah, kemampuan petugas survei dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data hasil survei yang beragam dan cenderung lambat, sampai dengan kualitas hasil survei yang seringnya agak sulit dikatakan valid.
“Untuk itu sejak pertengahan tahun 2022 secara bertahap hingga tahun 2023, Diskominfo SP mulai mengembangkan sebuah sistem survei statistik sektoral. Sistem ini diarahkan agar mampu melakukan automasi terhadap proses bisnis penyelenggaraan survei, mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan, analisis, sampai ke diseminasi hasil survei,” jelas Irsyad kepada Diskominfo SP, Jumat (20/12/24).
Menurut Irsyad melalui Sister Beltim proses pengolahan data hingga ke penyajian hasil SKM menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan pengolahan data secara manual melalui aplikasi pengolah angka (misalnya Microsoft Excel).
“Waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh petugas survei untuk melakukan pengolahan data survei secara manual adalah lebih kurang 4-5 hari kerja, sedangkan waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh petugas survei untuk melakukan pengolahan data survei sampai ke diseminasi hasil survei secara digital melalui pemanfaatan Sister Beltim paling lama 1 hari kerja. Ini berarti bahwa tingkat efisiensi waktu pengolahan data hasil survei (Perbandingan Pengolahan Secara Manual dan Melalui SISTER BELTIM-Red) mencapai sekitar 400-500%,” katanya.
Irsyad menerangkan tujuan dibangunnya inovasi Sister Beltim ini untuk memberikan kemudahan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola data hasil survei kepuasan masyarakat di masing-masing unit kerja layanannya, kemudahan bagi OPD dalam mencermati / menilai / menakar secara objektif sejauh mana kualitas layanan publik yang telah diberikan kepada pengguna layanan publik yaitu masyarakat pada umumnya, serta memberikan kemudahan bagi OPD dalam menyusun laporan hasil survei kepuasan masyarakat, karena proses olah data dan publikasi hasil survei berupa Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dilakukan oleh Sister Beltim secara otomatis.
“Tidak hanya bagi OPD kemanfaatan inovasi ini juga berdampak bagi masyarakat dimana dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menilai kualitas layanan publik yang diterimanya secara langsung, kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan saran terhadap layanan publik yang telah diterimanya dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melihat perkembangan kualitas dan kemajuan layanan publik yang diterimanya melalui historis nilai IKM yang disajikan oleh OPD secara digital,” ucap Irsyad antusias
Irsyad berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga penyajian hasil SKM melalui Sister Beltim menjadi lebih cepat dan efisien, masyarakat dapat menyampaikan penilaian, kritik, dan saran terhadap layanan publik yang diterimanya kepada OPD, serta kebutuhan masyarakat akan informasi publik khususnya mengenai kualitas layanan publik yang diterimanya dari OPD dapat tersedia setiap saat.
Kepala Diskominfo SP Beltim, Bayu Priyambodo selaku atasan Irsyad membenarkan bahwa Diskominfo SP tahun ini mengusulkan inovasi salah satunya SISTER BELTIM untuk ikut dalam ajang Lomba Inovasi Daerah 2024.
"Tujuan utama reformasi birokrasi adalah bagaimana menciptakan layanan publik yang efektif dan efisien, salah satunya melalui inovasi, saya selalu mendorong setiap unit kerja di bawah kepimpinan saya untuk terus berinovasi, nah tahun ini kita mengikutsertakan Sister Beltim dalam Lomba Inovasi Daerah 2024 yang diselenggarakan Pemkab Beltim melalui Bappelitbangda, dan alhamdulillah inovasi ini dinilai sebagai sebuah prestasi oleh pemda kita" ungkap Bayu.
Melalui Sister Beltim diharapkan adanyq peningkatan kepercayaan publik kepada pemerintah daerah.
"Publik sekarang bisa dengan mudah menyampaikan penilaian, kritik dan saran terhadap layanan publik yang telah digunakannya, dan di sisi lain pemerintah daerah punya instrumen monitoring dan evaluasi terhadap kualitas layanan publiknya” ujar Bayu menambahkan keterangan sekaligus menutup sesi wawancara. (WR)