Manggar, DiskominfoSP– Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Peningkatan indeks SPBE daerah ini tidak lepas dari berbagai aspek strategis yang menjadi pendongkrak utama keberhasilannya.
Berdasarkan evaluasi terbaru Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), indeks SPBE Beltim berhasil mencapai skor 4,16 (kategori sangat baik). Capaian ini menempatkan Beltim sebagai yang terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov Babel).
Bupati Beltim Burhanuddin, mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek kunci yang berkontribusi terhadap pencapaian ini.
“Peningkatan indeks SPBE tidak terjadi secara instan. Ini adalah hasil dari kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi,” ujarnya, Jumat (3/1/25).
Berikut adalah aspek-aspek utama yang menjadi pendongkrak indeks SPBE Beltim:
1. Kebijakan
Komitmen dan “political will” kepala daerah merupakan kunci, dimana dukungan penuh dari kepala daerah menjadi faktor kunci dalam menggerakkan semua elemen pemerintahan untuk beradaptasi dengan teknologi digital.
2. Layanan Publik dan Penerapan Aplikasi Terintegrasi seperti layanan perencanaan, penganggaran dan keuangan, layanan pengaduan publik dan layanan kepegawaian berbasis elektronik
3. Layanan Administrasi
layanan adminstrasi elektronik berbasis digital guna memperpendek tangga layanan yang menempatkan masyarakat sebagai fokus aktor utama pelayanan.
4. Penyelenggaraan SPBE
Pemerintah Kabupaten Beltim terus berinovasi menyediakan layan publik yang optimal guna mendukung operasional penyelengaraan SPBE.
5. Teknologi informasi
Pemerintah daerah secara konsisten memantau dan mengevaluasi efektivitas implementasi SPBE untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan sesuai target.
“Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Beltim optimis dapat terus meningkatkan indeks SPBE di masa mendatang,” sambung Aan, panggilan akrabnya.
Aan juga berharap masyarakat semakin merasakan manfaat dari layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan. (SA)
Manggar, DiskominfoSP– Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat terbaik dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel).
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Kabupaten Beltim dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2024, Beltim berhasil memperoleh nilai tertinggi di Babel dengan skor 4,16 (kategori sangat baik). Capaian ini mengungguli kabupaten/kota lain di provinsi Kep. Babel.
Bupati Beltim Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan ini.
“Pengakuan ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh OPD, ASN, dan masyarakat Beltim. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital,” ungkapnya dalam wawancara singkat Jumat (3/1/25).
Sementara Kepala Dinas (Kadin) Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Beltim, Bayu priyamnbodo menyampaikan Kabupaten Beltim merupakan kabupaten baru yang akhir bulan ini akan merayakan hari jadinya yang ke 22 tahun.
“Di usia yang masih muda ini, tentu kita harus memaksimalkan penggunaan teknologi salah satunya dalam penyelenggaraan pemerintahan," ucapnya.
Upaya Belitung Timur dalam meningkatkan indeks SPBE tentu tidak mudah, pasalnya ada banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan.
"Perjalananya cukup panjang, sampai pada akhirnya Tahun 2024 kita dapat indeks SPBE skor 4,16 dengan predikat sangat baik. Karena ini perlu kolaborasi dengan berbagai pihak dan OPD," kata Bayu.
Menurut Bayu sejauh ini Pemerintah Kabupaten Beltim telah memiliki berbagai aplikasi dalam bidang pemerintahan, pelayanan, dan penyediaan data. Dimana semuanya terintegrasi satu sama lain pada aplikasi utama layanan Pemkab Beltim yaitu Lawang Beltim.(SA)
Manggar, DiskominfoSP– Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di berbagai daerah menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada “political will” atau kemauan politik dari para pemimpin daerah.
Hasilnya, Belitung Timur (Beltim) berhasil meraih predikat terbaik dalam penerapan SPBE se-Provinsi Bangka Belitung (Prov Babel), dengan skor 4,16 (kategori sangat baik). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kemauan politik yang kuat mampu menggerakkan seluruh elemen pemerintahan untuk berinovasi dan bertransformasi.
Bayu Priyambodo, selaku kepala Dinas Komunikasi informatika statisitik dan persandian (DiskominfoSP) Kabupapten Beltim saaat di wawancara menyampaikan bahwa SPBE bukan sekadar proyek teknologi.
“SPBE merupakan sebuah perubahan budaya kerja yang membutuhkan komitmen dan visi yang jelas dari pemimpin daerah,” kata Bayu.
Bayu juga menegaskan bahwa “political will” tidak hanya mencakup keberanian membuat keputusan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaannya.
"Pemimpin harus mampu menjaga momentum dan mengatasi tantangan, baik dari sisi anggaran, resistensi internal, maupun keterbatasan infrastruktur,” jelasnya.
Ke depan Kabupaten Beltim berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi SPBE dengan mengadopsi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data “analytics”. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (SA)
Manggar, DiskominfoSP – Kabupaten Belitung Timur berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) selama tiga tahun terakhir. Lompatan nilai SPBE yang signifikan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan transparan.
Berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB nomor 663 tahun 2024 tentang hasil evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Instansi Pusat dan Pemerintahan Daerah Tahun 2024, nilai indeks SPBE Kabupaten Belitung Timur meningkat tajam dari tahun ke tahun.
Pada 2022, nilai SPBE tercatat di angka 2.70 (Baik). Namun, berkat berbagai upaya inovasi dan perbaikan sistem, pada 2023 nilai tersebut melonjak menjadi 3,56 (sangat baik). Dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 4.16 (Sangat Baik).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur Bayu Priyambodo, meyampaikan bahwa ini merupakan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait yang telah berkontribusi dalam peningkatan ini.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Kami terus merusaha memberikan inovasi-inovasi digital terbaik sesuai kemampuan kami dan kami terus berusaha meningkatkan kapasitas SDM agar pelayanan publik semakin optimal,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/1/25).
Bayu juga menyampaikan Beberapa faktor kunci di balik keberhasilan ini. Antara lain adalah Dukungan kepala daerah sangat besar perannya dalam upaya menggerakan program ini.
“Dukungan penuh dari kepala daerah menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan SPBE. Political will yang kuat memungkinkan pengambilan keputusan strategis, alokasi anggaran yang memadai, dan pengawasan ketat terhadap implementasi program digitalisasi di kabupaten Belitung Timur,” jelasnya.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi internal pemerintahan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses menjadi salah satu dampak positif dari implementasi SPBE yang semakin matang.(SA)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meraih Predikat 2 Tingkat Kabupaten dengan kategori A (Memuaskan) serta mendapat nilai 84,83 pada Kegiatan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2024.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kadiskominfo SP Bayu Priyambodo, Kamis (19/12/24) di Halaman Kantor Bupati Beltim. Pada kesempatan tersebut Kadin menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Arsiparis dan kolaborasi seluruh unsur di Diskominfo SP.
Dihubungi Diskominfo SP, Sabtu (21/12/24) Bayu menceritakan upaya apa saja yang dilakukan hingga memperoleh pencapaian tersebut diantaranya dengan melaksanakan tertib arsip semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan dokumen yang diminta untuk pengawasan kearsipan di Lingkungan pemkab Beltim.
“Pengawasan kearsipan tersebut terdiri dari daftar arsip aktif, daftar arsip inaktif dan melengkapi sarana kearsipan yang disyaratkan, kerjasama dengan pengelola arsip di masing-masing bidang juga menjadi hal yang mendukung,” ungkap Bayu.
Selain itu Diskominfo SP juga melakukan pemenuhan sarana prasarana kearsipan antara lain gedung arsip yang representatif, lemari dan penyimpan arsip serta sarana pendukung lainnya.
“Kami juga melakuan peningkatan kapasitas SDM arsiparis melalui diklat teknis kearsipan, semoga semua yang dilakukan akan lebih maksimal sehingga kedepan kami dapat mengelola dan melakukan pengawasan arsip dengan lebih baik lagi,” harapnya.
Senada dengan Kadin, Arsiparis Terampil Diskominfo SP Darsana Nugraha mengatakan selain berusaha tertib arsip, diperlukan kerjasama dengan pengelola arsip di masing-masing bidang di unit kerjanya.
“Alhamdulillah terkait sarana dan prasarana pengelolaan dan pengawasan arsip didukung penuh oleh Bapak Kadin, Bapak Sekretaris Dinas dan Ibu Kasubbag Umpeg, serta tak lepas dari bantuan dan kerjasama kawan-kawan di bidang selaku Unit Pengolah Arsip,” ujar pria yang akrab disapa Danu ini.
Selaku arsiparis Danu menilai arsip sangat penting karena arsip merupakan tanggung jawab pekerjaan yang harus dikelolanya.
“Sebagai pekerjaan sehari-hari arsip melalui proses pengumpulan, penyimpanan, dan pemeliharaan dokumen serta informasi. Arsip yang baik akan memudahkan pencarian dan akses informasi di masa mendatang,” pungkas Danu.(WR)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Berangkat dari banyaknya masalah terkait penyelenggaraan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim membuat sebuah inovasi bernama Sister Beltim (Sistem Survei Statistik Sektoral Terintegrasi Belitung Timur).
Inovasi ini berhasil meraih peringkat kedua pada Lomba Inovasi Daerah yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Beltim. Pengumuman dilakukan di halaman kantor Bupati Beltim, pada Kamis, (19/12/2024) dan penghargaan diterima langsung oleh sang inovator Irsyadinnas.
Kepala Bidang Keamanan Informasi Persandian dan Statistik (KIPS) Diskominfo SP ini mengatakan penyelenggaraan SKM di Kabupaten Belitung Timur menemui banyak masalah dan kendala, mulai dari partisipasi masyarakat terhadap survei yang cukup rendah, kemampuan petugas survei dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data hasil survei yang beragam dan cenderung lambat, sampai dengan kualitas hasil survei yang seringnya agak sulit dikatakan valid.
“Untuk itu sejak pertengahan tahun 2022 secara bertahap hingga tahun 2023, Diskominfo SP mulai mengembangkan sebuah sistem survei statistik sektoral. Sistem ini diarahkan agar mampu melakukan automasi terhadap proses bisnis penyelenggaraan survei, mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan, analisis, sampai ke diseminasi hasil survei,” jelas Irsyad kepada Diskominfo SP, Jumat (20/12/24).
Menurut Irsyad melalui Sister Beltim proses pengolahan data hingga ke penyajian hasil SKM menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan pengolahan data secara manual melalui aplikasi pengolah angka (misalnya Microsoft Excel).
“Waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh petugas survei untuk melakukan pengolahan data survei secara manual adalah lebih kurang 4-5 hari kerja, sedangkan waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh petugas survei untuk melakukan pengolahan data survei sampai ke diseminasi hasil survei secara digital melalui pemanfaatan Sister Beltim paling lama 1 hari kerja. Ini berarti bahwa tingkat efisiensi waktu pengolahan data hasil survei (Perbandingan Pengolahan Secara Manual dan Melalui SISTER BELTIM-Red) mencapai sekitar 400-500%,” katanya.
Irsyad menerangkan tujuan dibangunnya inovasi Sister Beltim ini untuk memberikan kemudahan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola data hasil survei kepuasan masyarakat di masing-masing unit kerja layanannya, kemudahan bagi OPD dalam mencermati / menilai / menakar secara objektif sejauh mana kualitas layanan publik yang telah diberikan kepada pengguna layanan publik yaitu masyarakat pada umumnya, serta memberikan kemudahan bagi OPD dalam menyusun laporan hasil survei kepuasan masyarakat, karena proses olah data dan publikasi hasil survei berupa Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dilakukan oleh Sister Beltim secara otomatis.
“Tidak hanya bagi OPD kemanfaatan inovasi ini juga berdampak bagi masyarakat dimana dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menilai kualitas layanan publik yang diterimanya secara langsung, kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan saran terhadap layanan publik yang telah diterimanya dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melihat perkembangan kualitas dan kemajuan layanan publik yang diterimanya melalui historis nilai IKM yang disajikan oleh OPD secara digital,” ucap Irsyad antusias
Irsyad berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga penyajian hasil SKM melalui Sister Beltim menjadi lebih cepat dan efisien, masyarakat dapat menyampaikan penilaian, kritik, dan saran terhadap layanan publik yang diterimanya kepada OPD, serta kebutuhan masyarakat akan informasi publik khususnya mengenai kualitas layanan publik yang diterimanya dari OPD dapat tersedia setiap saat.
Kepala Diskominfo SP Beltim, Bayu Priyambodo selaku atasan Irsyad membenarkan bahwa Diskominfo SP tahun ini mengusulkan inovasi salah satunya SISTER BELTIM untuk ikut dalam ajang Lomba Inovasi Daerah 2024.
"Tujuan utama reformasi birokrasi adalah bagaimana menciptakan layanan publik yang efektif dan efisien, salah satunya melalui inovasi, saya selalu mendorong setiap unit kerja di bawah kepimpinan saya untuk terus berinovasi, nah tahun ini kita mengikutsertakan Sister Beltim dalam Lomba Inovasi Daerah 2024 yang diselenggarakan Pemkab Beltim melalui Bappelitbangda, dan alhamdulillah inovasi ini dinilai sebagai sebuah prestasi oleh pemda kita" ungkap Bayu.
Melalui Sister Beltim diharapkan adanyq peningkatan kepercayaan publik kepada pemerintah daerah.
"Publik sekarang bisa dengan mudah menyampaikan penilaian, kritik dan saran terhadap layanan publik yang telah digunakannya, dan di sisi lain pemerintah daerah punya instrumen monitoring dan evaluasi terhadap kualitas layanan publiknya” ujar Bayu menambahkan keterangan sekaligus menutup sesi wawancara. (WR)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Sebagai upaya pengembangan masterplan Smart City yang telah ada sebelumnya dengan menyesuaikan pada kebijakan yang baru, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar Focus Group Discussion Revisi Masterplan Smart City, Rabu (4/12/24) di Ruang Satu Hati Bangun Negeri.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Citiasia, Inc Hari Kusdaryanto. Pria yang juga Chief Innovation Officer (CIO) dari Citiasia, Inc ini mengatakan penyesuaian masterplan smart city ini merupakan penyelarasan dengan perkembangan kebijakan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) teknokratik dan kebijakan kepala daerah terpilih yang memiliki visi misi baru.
“Inovasi-inovasi daerah yang lama perlu dikembangkan, berarti dalam jangka waktu menengah dan jangka panjang kita akan memiliki inovasi dan rencana aksi yang baru dan kekinian untuk menyelesaikan masalah prioritas dan meningkatkan kualitas layanan sebagaimana tujuan smart city,” ujar Hari ditemui sesaat setelah memberikan paparannya.
Hari mengatakan permasalahan yang sering terjadi mengenai pengembangan Smart city di Kabupaten adalah maindset mengenai pemahaman smart city yang harus direvitalisasi, pemahaman tentang smart city dari yang mengikuti bimtek tiga tahun yang lalu sudah banyak bergeser.
“Perlu dipahami bahwa smart city itu tidak melulu domainnya kominfo, kolaborasinya tidak hanya antar OPD tetapi dengan stakeholder non pemerintah dan terobosan atau inovasinya tidak melulu mengenai IT,” jelasnya.
Hari menekankan inovasi yang kolaboratif dengan memanfaatkan teknologi ujungnya harus bisa membantu menyelesaikan permasalahan kabupaten, meningkatkan daya saing dan produksivitas dengan membuat sistem layanan yang lebih cepat dan mudah.
“Secara umum untuk pelaksanaan smart city Beltim di beberapa indikator sudah ada perbaikan, untuk smart governance indeks SPBE nya naik terus hampir mencapai nilai 4 itu sudah bagus,” kata Hari memberikan penilaian.
Dirinya berharap pencapaian yang telah diraih itu dapat dilengkapi dengan keterlibatan stakeholder yang tidak hanya layanan pemerintah tapi layanan non pemerintah juga harus terlibat agar dampaknya lebih besar.
“Semoga dengan kepemimpinan yang baru dari kepala daerah terpilih nantinya, RPJMD nya mencerminkan dimensi-dimensi smart city tersebut, sehingga tidak dilihat sebagai kegiatan yang terpisah tetapi terpadu dengan perencanaan pembangunan,” pungkas Hari. (WR)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bekerjasama dengan PT Sinergi Informatika Nusantara Utama Yogyakarta (SINAU JOGJA) melaksanakan “Inhouse Training” “Manajemen Basis Data Dalam Mendukung Implementasi SPBE”, Rabu (4/12/24) di Gedung POJD DiskominfoSP.
Kepala DiskominfoSP Beltim Bayu Priyambodo mengakatan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan peserta para Aparatur Sipil Negara dengan jabatan fungsional Pranata Komputer (Prakom) dari 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) fungsional prakom, karena setiap fungsional punya hak untuk meningkatkan kapasitasnya,” ujar Bayu Ketika ditemui setelah membuka acara.
Melaksanakan prinsip efektif dan efisien DiskominfoSP tidak mengirim ASN fungsional prakom untuk melaksanakan pelatihan keluar daerah namun menghadirkan narasumber ke Beltim.
“Selain peningkatan SDM juga menyediakan ruang diskusi untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana manajemen data itu bisa mendukung sistem perencanaan pembangunan dan capaian pembangunan,” sambung Bayu.
Untuk mendukung transformasi digital Bayu berharap dengan pelatihan ini tidak hanya fungsional prakom DiskominfoSP tapi fungsional prakom di instansi lain bisa mendukung OPDnya dalam rangka penyederhanaan pelayanan publik di masyarakat melalui aplikasi berbasis data.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Informatika (Aptika) Caesar Friadi Melawiandri menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujan memahami penggunaan basis data dengan menggunakan aplikasi “My SQL”.
“Disetiap aplikasi itu selalu ada basis datanya, aplikasi basis data yang umum digunakan biasanya aplikasi My SQL, oleh karena itu kita mengadakan pelatihan ini supaya prakom yang ada di lingkungan pemkab Beltim lebih memahami pemanfaatan basis data dengan aplikasi My SQL,” ujar Caesar sapan akrabnya.
Dengan adanya pelatihan ini kedepan penggunaan aplikasi untuk SPBE akan jauh lebih mudah dalam pemanfaatan data tersebut, dengan aplikasi ini kompetensi dari masing-masing prakom atau perwakilan OPD yang hadir akan jauh lebih meningkat.
“Kita menghadirkan narasumber seorang instruktur dari SINAU Jogja sebuah Lembaga pelatihan, narasumbernya juga seorang dosen yang akan mengajar selama dua hari disini terkait dengan majemen basis data,” ungkapnya. (Wr)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Kab Beltim) Bayu Priyambodo membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral dan Satu Data Indonesia di Guest Hotel Manggar, Selasa (3/12/24).
Dalam kegiatan ini terdapat empat agenda yang akan dilaksanakan selama 4 hari (3-6/12/24) diantaranya penyusunan Rencana Kegiatan Statistik (RKS) Sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tata cara pengajuan rekomendasi melalui aplikasi ROMANTIK, penyusunan dan pengajuan Standar Data Statistik (SDS), penyusunan dan Pengajuan Metadata Statistik dan penyusunan naskah dalam bentuk Publikasi/Buku Statistik Sektoral (baik itu Laporan Survei, maupun Publikasi Kompromin).
Bayu mengatakan Pemkab Beltim melalui DiskominfoSP bersama BPS Beltim perlu secara terus menerus dan secara berkala menyiapkan sumber daya yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan statistik sektoral di tiap-tiap OPD.
“Salah satu pembinaan yang kita lakukan adalah dengan melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia pada penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana tujuan dari penyelenggaraan acara kita pada hari ini,” ucap Bayu pada sambutannya.
Kepala Dinas yang pernah menjabat sebagai kepala Bappelitbangda ini mengatakan agenda kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ke depan Ini sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
“Bahwa data yang Produsen Data produksi harus memenuhi beberapa prinsip, data harus memiliki standar data, data harus memiliki metadata, data harus memenuhi kaidah interoperabilitas data, dan data harus menggunakan kode referensi atau data induk,” sambungnya.
Bayu mengatakan OPD sudah terbiasa menyusun Laporan survei kepuasan masyarakat, untuk itu kegiatan seperti ini harusnya menjadi lebih mudah. Narasumber yang dihadirkan akan memandu bagaimana menyusun laporan hasil survei untuk Kegiatan statistik survei, dan menyusun buku/publikasi kompromin untuk kegiatan statistik kompromin.
“Saya kira sudah cukup banyak OPD yang sudah menyelenggarakan kegiatan statistik dalam bentuk kompromin dan sudah cukup baik dalam menyusun publikasinya. Capaian ini perlu kita apresiasi bersama,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Irsyadinnas Kepala bidang Keamanan Informasi, Persandian dan Statistik (KIPS) didampingi Bayu menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dalam rangka percepatan untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Kabupaten Belitim.
“Selama ini data yang disampaikan oleh OPD ke kita seringnya belum disertai dengan metadata dan standar data," ucap pria yang akrab disapa Irsyad ini.
Padahal kata Irsyad sesuai prinsip Satu Data Indonesia, data harus disajikan berikut metadata dan standar datanya agar tidak menimbulkan multi tafsir di benak pengguna data,
"Untuk itu KadiskominfoSP mengarahkan kami untuk melakukan percepatan dalam peningkatan kualitas data statistik sektoral yang diproduksi oleh OPD” tutupnya. (WR)