Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Bidang Keamanan Informasi, Persandian dan Statistik (KIPS) bersama Bidang Aplikasi Informatika (APTIKA) menggelar Rapat Persiapan Pembentukan Tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) Kabupaten Beltim. Rapat dilaksanakan di ruang Pusat Operasional Jaringan dan Data (POJD) DiskominfoSP, Kamis (13/02/2025).
CSIRT dibentuk untuk bertanggung jawab menangani insiden siber, memperkuat sistem pertahanan siber Indonesia, menjaga keamanan data dan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta mengelola insiden keamanan siber secara terorganisir.
Rapat persiapan turut dihadiri oleh Kepala Bidang KIPS Irsyadinnas, Kepala Bidang APTIKA Caesar Friadi Melawiandri dan seluruh Pranata Komputer.
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Dalam upaya mendorong kehumasan untuk urusan pelayanan dasar di bidang kesehatan, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Kab Beltim) menggelar Koordinasi Supporting Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein Kab Beltim di Ruang Rapat DiskominfoSP, Rabu (12/02/25).
Kegiatan dihadiri oleh Direktur RSUD Muhammad Zein dr. Vonny Primasari beserta jajarannya, yang sekaligus menyampaikan pemaparan mengenai kondisi kehumasan RSUD saat ini, dalam kesempatan ini Kepala DiskominfoSP Bayu Priyambodo yang memimpin langsung kegiatan menyambut baik kerja sama ini.
“Awalnya dari RSUD mengajukan kerja sama kehumasan secara komprehensif dengan kami yang menjalankan urusan kominfo, jadi ada kolaborasi antara urusan kominfo dan urusan kesehatan,” ujar Bayu sesaat setelah kegiatan.
DiskominfoSP akan berupaya menyebarluaskan informasi publik terkait pelayanan dan fasilitas kesehatan yang ada di RSUD Muhammad Zein, sehingga kebijakan-kebijakan baru terkait dengan pelayaan Kesehatan, BPJS dan inovasi yang ada di RSUD Muhammad Zein bisa dipahami oleh masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan strategi komunikasi, dimulai dari yang konvensional seperti pemberitaan dan konten-konten media sosial yang kreatif dan interaktif yang banyak diminati oleh masyarakat, nanti ada tim dari DiskomfoSP dan RSUD yang akan berkolaborasi dalam menyiapkan informasi yang masih terkait pelayanan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu dr. Vonny Primasari menyampaikan pentingnya kerja sama dengan DiskominfoSP, ini karena banyaknya penambahan pelayanan di RSUD yang tidak diketahui masyarakat Beltim.
“Banyak sekali aturan-aturan baru baik dari RSUD maupun dari BPJS, dengan adanya kerja sama ini penambahan pelayanan apapun yang dikeluarkan dari RSUD seluruh masyarakat Beltim dapat mengetahuinya dan semakin merasa memiliki RSUD,” harap Vonny.
Menurut Vonny ada beberapa kendala yang dihadapi oleh RSUD saat ini, seperti kurangnya SDM di bagian kehumasan, sehingga untuk menyebarkan Informasi ke masyarakat jauh lebih berkurang
“Walaupun kami memiliki medsos dan sudah berjalan baik namun jangkauannya masih kurang sehingga harus lebih ditingkatkan lagi, semoga dengan Kerjasama ini bisa mewujudkan itu,” pungkasnya. (WR)
Manggar, DiskominfoSP Beltim – Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Bayu Priyambodo menargetkan kenaikan indeks nilai dan predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2025. Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Pemaparan Hasil Evaluasi SPBE 2024 dan Persiapan Evaluasi SPBE 2025 di Ruang Rapat Bupati Beltim, Kamis (06/02/25).
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 663 Tahun 2024 Tentang Hasil Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pada Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur meraih predikat sangat baik dengan indeks nilai 4,16 untuk Evaluasi SPBE Tahun 2024.
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, SPBE sudah menjadi Reformasi Birokrasi Tematik yang akan terus dilanjutkan dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Mengingat saat ini transformasi digital sudah masuk dalam segala lini kehidupan, baik itu komunikasi, transaksi elektronik, perdagangan barang dan jasa serta banyak lagi, sehingga indeks SPBE menjadi wujud gambaran bagaimana Pemerintah Daerah/ Provinsi/ Pusat dalam penyelenggaraan pelayanan berbasis elektronik.
Sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) Daerah, indeks SPBE menjadi salah satu tantangan bagi DiskominfoSP yang harus dijalankan dengan baik. Dalam periode RPJMD ini terjadi lonjakan yang sangat signifikan terhadap nilai indeks SPBE, dimana pada tahun 2022 nilai indeks SPBE tercatat 2,70 dengan predikat baik, tahun 2023 melonjak naik menjadi 3,56 dengan predikat sangat baik dan di tahun 2024 nilai indeks SPBE meningkat menjadi 4,16 dengan predikat sangat baik.
“Alhamdulillah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir pada periode RPJMD ini, hasil penilaian penerapan SPBE di Kabupaten Beltim cukup bagus lonjakannya. Tahun 2024, kita menargetkan indeks nilai diatas empat dan kita berhasil mencapai indeks nilai 4,16 dengan predikat sangat baik,” ujar Mas Bayu sapaan akrabnya.
Bayu optimis pada tahun 2025 dapat menaikkan target Evaluasi SPBE menjadi predikat memuaskan dengan nilai indeks minimal 4,2 dengan menyusun langkah-langkah strategis guna mengejar peningkatan penerapan SPBE di Kabupaten Beltim.
“Kami telah melakukan evaluasi dan memetakan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai target kenaikan penilaian Evaluasi SPBE 2025. Namun hal ini, tentunya membutuhkan sinergi dan kerjasama yang baik dengan perangkat daerah terkait untuk mewujudkan hal tersebut. Hal ini tentunya kami upayakan agar menjadi kebanggaan masyarakat Belitung Timur,” jelasnya.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika DiskominfoSP Kabupaten Beltim, Caesar Friadi Melawiandri menambahkan bahwa dalam penilaian Evaluasi SPBE terdapat 47 indikator yang harus dipenuhi yang mana terbagi dalam 4 domain dan 8 aspek. Dari hasil Evaluasi SPBE 2024, dari masing-masing indikator tersebut terdapat niai kematangan yang naik dan turun.
“Dari 47 indikator yang dinilai, kami telah berupaya memenuhi bukti dukung semaksimal mungkin dengan bekerjasama dengan perangkat daerah terkait, namun setelah melalui proses penilaian, masih terdapat bebapa indikator yang nilai kematangannya cukup dan bahkan ada yang turun,” jelas Caesar.
Caesar juga menyampaikan Rencana Timeline Evaluasi SPBE dan Persiapan Evaluasi Mandiri 2025, yang mana sudah disusun dalam 14 poin langkah penting yang harus dilakukan.
“Kami telah menyusun langkah-langkah persiapan yang harus dilakukan, salah satu utamanya berfokus pada peningkatan nilai indikator yang dibawah level 3 maupun yang turun level dengan penyiapan dokumen yang diperlukan dan juga bukti dukung yang lebih baik,” ungkapnya.
Sekda Beltim Apresiasi dan Optimis Peningkatan Capaian Evaluasi SPBE 2025
Sementara itu, dijumpai seusai acara Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur, Mathur Noviansyah mengapresiasi capaian Evaluasi SPBE tahun 2024 yang mencapai predikat sangat baik dengan nilai indeks 4,16 dan optimis dapat mencapai predikat memuaskan di tahun 2025.
“Selamat atas pencapaian predikat sangat baik pada evaluasi SPBE 2024, kita itu kurang 0,04 poin lagi untuk mencapai predikat memuaskan, untuk itu seluruh perangkat daerah yang terkait agar segera menyusun upaya peningkatan, karena saya yakin kita punya upaya-upaya kreatif dan strategis dalam peningkatan capaian Evaluasi SPBE menjadi predikat memuaskan,” ungkap Mathur.
Mathur menambahkan hampir seluruh perangkat daerah sudah menerapkan digitalisasi pada urusan yang dilaksanakan, namun penting untuk dilakukan evaluasi terhadap sistem-sistem digital tersebut sudah sejauhmana pelaksanaannya.
“Terhadap perangkat daerah yang sudah menjalankan digitalisasi agar segera melakukan evaluasi dan monitoring apakah aplikasi yang dimiliki sudah berjalan sesuai harapan atau bahkan mungkin sudah tidak berjalan lagi,” tambahnya.
Kedepannya Mathur berharap dengan pencapaian Evaluasi SPBE yang sudah sangat baik dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan.
“Indeks SPBE kita sudah menyentuh nilai 4,16 yang mana ini sangat baik, namun SPBE ini masih belum menyentuh hal-hal yang mendasar, salah satunya integrasi data. Oleh karena itu, sangat penting adanya sinergi dan kolaborasi dengan perangkat daerah lain agar peningkatan nilai indeks Evaluasi SPBE dapat dicapai,” harap Mathur. (Aj)
Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) melaksanakan Olahraga Bersama di Situ Kulong Minyak, Jumat pagi (24/01/25). Pada kegiatan ini para pegawai melaksanakan jalan santai mengelilingi area yang sedang “hits” di Belitung Timur ini.
Kegiatan olahraga bersama merupakan hal positif yang akan terus digalakkan oleh pegawai DiskominfoSP, selain itu dengan melaksanakan kegiatan ini dapat mempererat silahturahmi antar pegawai, dimana kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
Dalam kesempatan ini hadir Kepala DiskominfoSP Bayu Priyambodo, Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang dan seluruh pegawai. Semoga area terbuka yang akan diresmikan tepat di hari jadi ke-22 Kabupaten Belitung Timur pada 27 Januari 2025 mendatang ini dapat terus dimanfaatkan menjadi sarana olahraga dan rekreasi di Belitung Timur.
Manggar, Diskominfo SP--- Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meraih penghargaan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Perangkat Daerah dengan predikat sangat baik.
Penghargaan ini secara resmi diserahkan oleh Bupati Beltim Burhanudin kepada Kepala Diskominfo SP Kabupaten Beltim melalui Tri Wahyuni selaku Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Diskominfo SP Kabupaten Beltim dalam apel bulanan Korpri di halaman Kantor Bupati Beltim, Jumat (17/1).
Bupati Beltim Burhanudin yang akrab disapa Aan mengucapkan selamat kepada perangkat daerah atas segala upaya yang telah dilakukan untuk terus berinovasi dalam mengimplementasi SAKIP lingkup Pemkab Beltim.
Dari hasil evaluasi dari 33 OPD di lingkup Pemkab Beltim, rata-rata mengalami peningkatan nilai.
Pemberian penghargaan itu terdapat 3 kategori dalam penilaian tersebut yakni sangat baik, baik dan cukup. Dimana kategori sangat baik diterima 23 Perangkat Derah, kategori baik 10 Perangkat Daerah.
Untuk penilaian kategori sangat baik, peringkat pertama diraih Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim.
Kepala Diskomimfo SP Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang telah diraih.
"Alhamdulillah kita bisa mempertahankan nilai SAKIP terbaik se Belitung Timur untuk 2 tahun berturut-turut. Ini kinerja tim yang solid, profesional dan berintegritas yang ada di Diskominfo SP Beltim," kata pria brewokan yang pernah 3 (tiga) tahun menjabat Kepala Bappelitbangda Beltim ini.
Ia menyebutkan bahwa kunci utama dalam implementasi SAKIP OPD ada di Rencana Strategis (RENSTRA) Perangkat Daerah. Dimana menurutnya, tujuan Renstra harus dipastikan mendukung Sasaran Pembangunan RPJMD Daerah yang tertuang di RPJMD.
Selanjutnya, Masbay panggilan akrab Bayu Priyambodo menjabarkan bahwa indikator tujuan Renstra Diskominfo SP adalah Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang tidak lain ada bagian dari Indikator Kinerja Utama RPJMD Beltim. Cascading dilakukan secara bertahap dari level tertinggi yaitu tujuan organisasi, sasaran organisasi, program hingga level paling operasional.
Cascading membantu pengukuran kinerja serta meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pemerintahan. Cascading memastikan bahwa setiap bagian organisasi memahami peran dan target yang perlu dicapai.
"Kami sangat bahagia atas capaian indikator tujuan Renstra Diskominfo SP tahun 2024 yaitu Indeks SPBE yang super over target yaitu Predikat Sangat Baik dengan point 4.16 dan terbaik se-Provinsi Kepulauan Babel," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mengawal dengan ketat Siklus Sakip di OPD yang dipimpinnya, dimulai dengan perjanjian kinerja antara dirinya dengan administratur dan jajaran dibawahnya untuk memastikan upaya pencapaian target-target yang diperjanjikan kepada pejabat yang berkompeten.
Kemudian, siklus selanjutnya yang dikoordinasikan langsung ke jajaran adalah pengukuran kinerja untuk memastikan kemajuan pencapaian target yang diukur dengan tepat baik kinerja keuangan sesuai anggaran kas maupun kinerja program sesuai Rencana Umum Pengadaan.
Lalu, siklus SAKIP yang tidak kalah strategis adalah Pengelolaan Data Kinerja. KadiskominfoSP yang juga selaku Wali Data Daerah memastikan data kinerja dikelola dengan baik untuk mengetahui pencapaian dari tahun ke tahun.
"Kami ada tim internal lintas unit yang ada di OPD untuk berbagi peran melalui timeline kerja yang disepakati untuk dikerjakan," tambah Bayu.
Selanjutnya, untuk siklus pelaporan kinerja, ia selalu menekankan ke jajaran untuk pencapaian kinerja berbasis impact (dampak) sehingga program kegiatan berjalan tidak hanya menghasilkan output tapi juga memastikan output tersebut bisa difungsikan dengan baik dan memberi dampak pada peningkatan capaian tujuan organisasi sehingga mendukung pelaporan kinerja pembangunan daerah.
Dan terakhir, reviu dan evaluasi kinerja, ia koordinasikan dengan tim evaluasi dari Inspektorat guna memastikan pencapaian kinerja telah direviu dan dievaluasi sesuai aturan.
"Saya berharap prestasi yang sudah di raih DiskominfoSP di bidang SAKIP ini bisa jadi lesson learned bagi Perangkat Daerah lain agar kinerja pembangunan daerah ke depan bisa lebih berdampak," harap Bayu Priyambodo. (Ver)
Manggar - Ketua Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Belitung Luise Purwo Herlambang didampingi beberapa jurnalis menyambangi Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur, Kamis (9/1/25). Kunjungan ini diterima langsung Kadiskominfo SP Beltim Bayu Priyambodo didampingi Kabid IKP Sony Aprianto dan beberapa jurnalis siber Belitung Timur.
Tujuan PJS Beltim silaturhami terkait keberhasilan Pemkab Beltim dalam meningkatkan Implementasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE).
Di mana di tahun 2024 lalu Pemkab Beltim berhasil meraih skor 4,16 dengan predikat sangat baik. Hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini menjadikan Pemkab Beltim sebagai daerah peraih skor tertinggi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahkan urutan tertinggi ketiga di wilayah Sumatera.
Saat bertandang para wartawan PJS Belitung tampak membuatkan video pendek. Di mana Kepala Diskominfo SP, Bayu Priyambodo memberikan testimoni dan success story atas hasil mengagumkan yang dicapai Diskominfo SP Beltim tersebut.
Manggar, DiskominfoSP– Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Peningkatan indeks SPBE daerah ini tidak lepas dari berbagai aspek strategis yang menjadi pendongkrak utama keberhasilannya.
Berdasarkan evaluasi terbaru Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), indeks SPBE Beltim berhasil mencapai skor 4,16 (kategori sangat baik). Capaian ini menempatkan Beltim sebagai yang terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov Babel).
Bupati Beltim Burhanuddin, mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek kunci yang berkontribusi terhadap pencapaian ini.
“Peningkatan indeks SPBE tidak terjadi secara instan. Ini adalah hasil dari kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi,” ujarnya, Jumat (3/1/25).
Berikut adalah aspek-aspek utama yang menjadi pendongkrak indeks SPBE Beltim:
1. Kebijakan
Komitmen dan “political will” kepala daerah merupakan kunci, dimana dukungan penuh dari kepala daerah menjadi faktor kunci dalam menggerakkan semua elemen pemerintahan untuk beradaptasi dengan teknologi digital.
2. Layanan Publik dan Penerapan Aplikasi Terintegrasi seperti layanan perencanaan, penganggaran dan keuangan, layanan pengaduan publik dan layanan kepegawaian berbasis elektronik
3. Layanan Administrasi
layanan adminstrasi elektronik berbasis digital guna memperpendek tangga layanan yang menempatkan masyarakat sebagai fokus aktor utama pelayanan.
4. Penyelenggaraan SPBE
Pemerintah Kabupaten Beltim terus berinovasi menyediakan layan publik yang optimal guna mendukung operasional penyelengaraan SPBE.
5. Teknologi informasi
Pemerintah daerah secara konsisten memantau dan mengevaluasi efektivitas implementasi SPBE untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan sesuai target.
“Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Beltim optimis dapat terus meningkatkan indeks SPBE di masa mendatang,” sambung Aan, panggilan akrabnya.
Aan juga berharap masyarakat semakin merasakan manfaat dari layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan. (SA)
Manggar, DiskominfoSP– Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat terbaik dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel).
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Kabupaten Beltim dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2024, Beltim berhasil memperoleh nilai tertinggi di Babel dengan skor 4,16 (kategori sangat baik). Capaian ini mengungguli kabupaten/kota lain di provinsi Kep. Babel.
Bupati Beltim Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan ini.
“Pengakuan ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh OPD, ASN, dan masyarakat Beltim. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital,” ungkapnya dalam wawancara singkat Jumat (3/1/25).
Sementara Kepala Dinas (Kadin) Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Beltim, Bayu priyamnbodo menyampaikan Kabupaten Beltim merupakan kabupaten baru yang akhir bulan ini akan merayakan hari jadinya yang ke 22 tahun.
“Di usia yang masih muda ini, tentu kita harus memaksimalkan penggunaan teknologi salah satunya dalam penyelenggaraan pemerintahan," ucapnya.
Upaya Belitung Timur dalam meningkatkan indeks SPBE tentu tidak mudah, pasalnya ada banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan.
"Perjalananya cukup panjang, sampai pada akhirnya Tahun 2024 kita dapat indeks SPBE skor 4,16 dengan predikat sangat baik. Karena ini perlu kolaborasi dengan berbagai pihak dan OPD," kata Bayu.
Menurut Bayu sejauh ini Pemerintah Kabupaten Beltim telah memiliki berbagai aplikasi dalam bidang pemerintahan, pelayanan, dan penyediaan data. Dimana semuanya terintegrasi satu sama lain pada aplikasi utama layanan Pemkab Beltim yaitu Lawang Beltim.(SA)
Manggar, DiskominfoSP– Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di berbagai daerah menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada “political will” atau kemauan politik dari para pemimpin daerah.
Hasilnya, Belitung Timur (Beltim) berhasil meraih predikat terbaik dalam penerapan SPBE se-Provinsi Bangka Belitung (Prov Babel), dengan skor 4,16 (kategori sangat baik). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kemauan politik yang kuat mampu menggerakkan seluruh elemen pemerintahan untuk berinovasi dan bertransformasi.
Bayu Priyambodo, selaku kepala Dinas Komunikasi informatika statisitik dan persandian (DiskominfoSP) Kabupapten Beltim saaat di wawancara menyampaikan bahwa SPBE bukan sekadar proyek teknologi.
“SPBE merupakan sebuah perubahan budaya kerja yang membutuhkan komitmen dan visi yang jelas dari pemimpin daerah,” kata Bayu.
Bayu juga menegaskan bahwa “political will” tidak hanya mencakup keberanian membuat keputusan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaannya.
"Pemimpin harus mampu menjaga momentum dan mengatasi tantangan, baik dari sisi anggaran, resistensi internal, maupun keterbatasan infrastruktur,” jelasnya.
Ke depan Kabupaten Beltim berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi SPBE dengan mengadopsi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data “analytics”. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (SA)