Manggar, Diskotikdansa Beltim - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Sekretaris Dinas (Sekdin) secara resmi membuka Bimtek ini di Ruang Rapat Diskotikdansa, Rabu (20/12/2023).
Bimtek yang dilaksanakan dua hari ini menghadirkan narasumber dari Digitama Consulting, Fiftin Noviyanto. Hari pertama berfokus kepada muatan di domain manajemen SPBE dan domain tata kelola SPBE. Sedangkan hari kedua, berfokus pada penguatan inovasi layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) SPBE.
"SPBE sudah masuk ke dalam indikator kinerja utama (IKU) daerah, otomatis bagaimana kita mempersiapkan supaya indeks SPBE kita pada waktu evaluasi di tahun depan itu akan jauh lebih baik paling tidak sesuai dengan target yang sudah di tetapkan," ungkap Kepala Bidang Aptika Caesar Friadi Melawiandri.
Ia berharap seluruh SDM SPBE di seluruh Perangkat Daerah memiliki pemahaman yang sama agar tujuan penerapan SPBE tercapai.
"Harapannya memiliki pemahaman yang sama terkait dengan SPBE, mau berkolaborasi dan bekerja sama untuk menciptakan dan menerapkan SPBE sekaligus juga pada saat evaluasi nanti bisa memberikan data dukung yang cocok atau sesuai dengan yang diminta pada waktu evaluasi," pungkasnya. (Al)
Manggar, Diskotikdansa Beltim - Dalam rangka pembentukan dan pengembangan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskotikdansa) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar sosialisasi kepada beberapa Perangkat Daerah terkait dan Pemerintah Desa se-Kabupaten Beltim yang berlangsung di Ruang Satu Hati Bangun Negeri (R.SHBN), Selasa (19/12/2023).
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, yang diisi oleh narasumber yakni Kepala Bidang Aptika Diskotikdansa Caesar Friadi Melawiandri dan Pranata Humas Ahli Muda Atma Purba.
"KIM ini yang akan membantu Bapak/Ibu dalam menjalankan urusan komunikasi dan informatika di tingkat Desa dan mengisi website Desa agar nanti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dapat terpublikasi dengan baik di website dan di share ke masyarakat luas," ungkap Bayu.
Dikatakan Bayu, hal ini juga dapat memudahkan Kementerian dalam mengecek keaktifan kegiatan di Desa. Selain itu, KIM juga akan dibekali dengan aplikasi yg bernama Begalor (Berita Elektronik Langsung dari Kelompok Masyarakat).
"Semua itu nanti akan terintegrasi ke dalam website beltim.go.id dan nantinya informasi atau kegiatan-kegiatan kita bisa terpublikasi dengan baik," pungkasnya.
Terakhir, Bayu berharap sosialisasi ini tidak jadi yang pertama dan terakhir tetapi akan ada pembinaan selanjutnya ke Desa.
"Teman-teman KIM nanti akan kita dorong untuk di SK kan oleh Kades nya masing-masing dan akan kami bina bagaimana untuk operasionalnya. Jadi Bapak/Ibu adalah agen penyebarluasan informasi publik baik dari kami maupun dari Bapak/Ibu kepada website kami," tutupnya.
Salah satu peserta sosialisasi dari Desa Kurnia Jaya, Idham mengaku sangat senang mengikuti sosialisasi ini.
"Sosialisasi ini tentunya sangat bermanfaat untuk kami sebagai perangkat desa dalam pengembangan informasi berbasis digital," ujar Idham.
"Kegiatan seperti ini perlu dilakukan kembali mengingat pasti adanya pengembangan di website dan perlunya peningkatan kepada setiap kelompok masyarakat untuk peka terhadap komunikasi," tutupnya. (Al)
Manggar, Diskotikdansa Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskotikdansa) Kabupaten Beltim melakukan inovasi pelayanan publik. Inovasi publikasi data dan statistik daerah ini dalam bentuk aplikasi berbasis android (mobile-based application) yaitu Mentudong Beltim, yang di launching resmi oleh Bupati Beltim Burhanudin di Gedung Auditorium Zahari Mz, Manggar, Senin (18/12).
Prosesi peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol pada Layar IPAD, yang dibawa langsung oleh Kepala diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo. Setelah penekanan tombol pada layar Ipad, selanjutnya Bupati Beltim bersama tamu undangan menyaksikan Video Aplikasi Mentudong Beltim secara bersama-sama.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim Dr. Rita Susanti sebagai keynote speech beserta jajaran, Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan dan jajaran forkopimda, Pj Sekda Beltim Sayono, Asisten Pemkab Beltim, Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo dan pimpinan perangkat daerah, Kepala BPS Beltim Azhar serta dari kecamatan dan desa se Beltim.
Dalam sambutannya, Bupati Beltim Burhanudin menyampaikan apresiasi kepada pihak Diskotikdansa Kabupaten Beltim serta seluruh tim yang telah bekerja keras dalam pengembangan aplikasi ini. Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi kemajuan pembangunan Beltim serta mempermudah dalam mencari data untuk kebutuhan penyusunan perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
“Saya apresiasi pihak Diskotikdansa Kabupaten Beltim yang berdedikasi, semangat, dan kerja keras atas inovasi aplikasi “Mentudong Beltim”. Tentunya kita tidak hanya menyaksikan peluncuran sebuah aplikasi, tetapi juga merayakan langkah besar dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Beltim yang bangkit dan berdaya,” kata Burhanudin yang akrab disapa Aan.
Bupati Aan menyampaikan salah satu misi Kabupaten Beltim yakni membenahi manajemen penyelenggaraan ketatapemerintahan Pemkab Beltim agar berjalan sesuai dengan asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang baik, serta sesuai dengan amanat UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Aplikasi Mentudong Beltim menjadi bukti nyata komitmen kita untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah kita,” ujar Aan.
Di era digitalisasi yang semakin cepat, tambah Aan, aplikasi Mentudong Beltim menjadi langkah inovatif dalam menerapkan teknologi informasi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas informasi pembangunan di Beltim agar tercipta transparansi dan akuntabilitas pemerintah, serta mengurangi praktik korupsi.
“Semoga aplikasi ini memberikan kemudahan akses informasi mengenai publikasi statistik dasar dan sektoral, berita resmi statitistik dasar dan sektoral, dan tabulasi statistik dasar di Kabupaten Beltim,” kata Aan.
Ia juga berharap aplikasi Mentudong Beltim, dapat membuka pintu partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam setiap langkah pembangunan. Tidak hanya sekedar aplikasi, melainkan merupakan pintu gerbang bagi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Apresiasi yang sama disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim Dr. Rita Susanti yang menyampaikan bahwa launching aplikasi ini merupakan moment yang tepat untuk membangun sinergi, kolaborasi dan koordinasi untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir dan terpadu.
“Saya mengapresiasi kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim yang telah bekerja keras dalam pengembangan aplikasi ini. Launching ini merupakan momentum yang tepat bagi kita semua, agar rencana pembangunan jangka panjang Belitung Timur ini bisa didukung oleh data statistik yang akurat melalui aplikasi Mentudong Beltim,” ungkap Dr. Rita Susanti.
Sebagai keynote speech, Dr. Rita Susanti menekankan ada 2 poin penting dalam agenda ini. Pertama, berkenaan dengan amanat Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Undang-Undang ini mengamanatkan agar badan publik yang salah satunya pemerintah daerah diwajibkan untuk menyediakan informasi kepada publik. Informasi publik itu ya salah satunya adalah data dan statistik capaian kinerja pembangunan daerah sebagaimana disajikan sebagai konten pada aplikasi Mentudong Beltim ini,” ungkap Dr. Rita
Menurutnya, pemerintah daerah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus terus mendorong masyarakat untuk secara terbuka mengakses informasi publik melalui berbagai kanal yang ada.
“Mewujudkan pemerintah dengan keterbukaan informasi publik akan semakin mendorong terjadinya sinergi yang lebih aktif antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat kita untuk meningkatkan peran serta dalam penyelenggaraan negara,” jelas Dr. Rita.
Lalu, point yang kedua, Dr. Rita menilai aplikasi Mentudong Beltim yang diinisiasi oleh Diskotikdansa ini memiliki peran strategis sebagai salah satu kanal untuk memenuhi kebutuhan data dan statistik bagi penyelenggaraan pembangunan.
“Saya menilai ini berkenaan dengan kebutuhan data dan statistik bagi pembangunan daerah, sesuai amanat UU No 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan UU No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), bahwa perencanaan pembangunan memerlukan data dan statistik yang akurat,” kata Dr. Rita.
Terkait perkembangan teknologi informasi yang dikenal sebagai era revolusi industri 4.0 akibat munculnya disrupsi teknologi, Kajari Beltim menjelaskan bahwa tuntutan informasi publik pada poin pertama, dan kebutuhan akan data pada poin kedua diatas tentunya semakin meningkat.
“Kita saat ini dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi. Untuk itu, pemda perlu terus beradaptasi dan berinovasi dengan kultur komunikasi masyarakat modern yang dimediasi melalui internet. Ini artinya penting bagi kita sebagai penyelenggara negara untuk menyediakan kebutuhan akses informasi kepada publik,” papar Kajari Beltim Dr.Rita Susanti.
Sementara itu, Kepala Diskotikdansa Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo mengatakan peresmian aplikasi ini dilatarbelakangi oleh kesadaran Pemerintah Daerah akan pentingnya melakukan inovasi pelayanan publik.
“Kegiatan ini juga merupakan tindaklanjut amanat Surat Edaran Bupati Beltim tanggal 4 Desember 2023, tentang Inovasi Daerah, yang mewajibkan setiap perangkat daerah, kecamatan, desa/kelurahan membuat 1 (satu) inovasi 1 (satu) unit kerja dalam rangka peningkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD),” kata Bayu Priyambodo.
Untuk itu, Pemkab Beltim melalui Diskotikdansa menyelenggarakan inovasi publikasi data dan statistik daerah yang bersumber dari BPS dan OPD di lingkungan Pemkab Beltim dalam bentuk aplikasi berbasis android (mobile-based application) yaitu Mentudong Beltim.
“Tujuan agenda launching Mentudong Beltim ini adalah untuk memperkenalkan aplikasi Mentudong Beltim kepada seluruh pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan Beltim, baik itu institusi pemerintahan mulai dari tingkat nasional, provinsi sampai ke kabupaten/kota dan desa, maupun pihak perbankan dan juga masyarakat secara luas, sehingga dapat semakin mendekatkan dan memudahkan setiap stakeholder dalam mengakses data dan statistik yang diproduksi oleh BPS dan OPD di Lingkungan Kabupaten Beltim,” jelas Bayu Priyambodo.
Perlu diketahui, setelah di launching aplikasi Mentudong Beltim ini, masyarakat sudah bisa mengunduh melalui Google Playstore pada Smartphone Android. Adapun sumber data dan informasi sebagai konten pada aplikasi Mentudong Beltim adalah publikasi statistik dasar yang diproduksi melalui kegiatan statistik sektoral. Publikasi Statistik Dasar diperoleh melalui web API (application programming interface) yang disediakan BPS melalui portal webapi.bps.go.id. Sedangkan Publikasi Statistik Sektoral diperoleh melalui API sistem statistik sektoral terintegrasi yang tersedia di server Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Belitung Timur. Kedua jenis API tersebut terhubung secara langsung ke aplikasi Mentudong Beltim.(ver)
Manggar, Diskotikdansa Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) utamanya, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian meraih Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2023 di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Rabu (20/12/23) Pagi. PPID Pemkab Beltim meraih peringkat Pertama.
Penghargaan dari Komisi Informasi (KI) Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini untuk Kategori Badan Publik tingkat Kabupaten/Kota dengan kualifikasi sebagai Badan Publik Informatif. Kategori Informatif ini merupakan kualifikasi tertinggi dalam Anugerah KIP.
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel Naziarto kepada Bupati Beltim Burhanudin. Ini merupakan penghargaan yang kedua yang diterima oleh Pemkab Beltim sejak tahun 2022.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Babel Ita Rosita menyatakan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023 diselenggarakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah melalui beberapa tahapan selama 6 bulan ke belakang. Mulai dari pengisian kuesioner (self assesment questioner) oleh badan publik, pengembalian kuesioner, verfikasi data, visitasi verifikasi lapangan, presentasi/uji publik, penilaian dan penetapan predikat badan publik.
“Yang terakhir adalah pengumuman dan penganugerahan. Hal ini semua dilaksanakan dengan menggunakan standard penilaian Komisi Informasi Pusat,” ungkap Ita.
Ditekankan Ita, tujuan diadakannya penganugerahan ini bukan untuk berkompetisi, melainkan untuk melakukan pengawasan terhadap kepatuhan badan publik dalam menjalankan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Kita ingin melihat komitmen badan publik dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik. PPID adalah pintu keterbukaan informasi publik mengumpulkan informasi yang menjadi tolok ukur kemajuan daerah,” kata Ita.
Selain Pemkab Beltim, Tiga Penghargaan dari total 4 Penghargaan Kategori Badan Publik Pemerintah Desa juga diborong oleh Desa di Kabupaten Beltim. Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Renggiang, Desa Selinsing Kecamatan Gantung dan Desa Baru Kecamatan Manggar memperoleh Predikat Menuju Informatif.
Wujud Komitmen Pelayanan Keterbukaan Informasi Publik
Bupati Beltim Burhanudin menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. Tahun 2023 ini Pemkab Beltim berhasil meraih Penghargaan dengan Predikat Informatif.
“Sejumlah capaian yang telah kita terima, termasuk hari ini hendaknya menjadi pendorong dan penyemangat bagi kita untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Belitung Timur,” kata Aan sapaan Burhanudin.
Penghargaan yang diterima menurut Aan, merupakan perwujudan dari komitmen dan implementasi keterbukaan informasi. Hal itu sebagai bagian dalam penerapan penyelenggaraan ketata pemerintahan yang sesuai dengan asas umum pemerintahan yang baik di Pemkab Beltim.
“Insyallah semoga dapat kita pertahankan dan terus akan kita jalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan," ujar Aan.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Beltim selaku PPID Utama, Bayu Priyambodo yang turut mendampingi Bupati Beltim menyambut gembira hasil positif di penghujung tahun 2023 ini.
“Alhamdulillah ini prestasi tertinggi yang diperoleh. Keberhasilan ini merupakan hasil tim kolaborasi antar bidang di Diskominfo Beltim, mulai dari petugas layanan PPID sampai dengan tim pembinaan yang turun ke desa,” ucap Bayu.
Keberhasilan tersebut, kata Bayu merupakan komitmen semua pihak dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Beltim. Penghargaan ini tidak terlepas dari pelayanan perangkat PPID beserta seluruh petugas layanan informasi di lingkungan Pemkab Beltim.
“Memang masih banyak yang harus kami perbaiki di masa yang akan datang, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik di Kabupaten Beltim,” kata Bayu. Sony & @2!
Manggar, Diskominfo.SP Beltim - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo.SP) Kabupaten Belitung Timur menyelenggarakan seminar bertajuk "Membangun Ekosistem dan Sinergitas dalam Pelaksanaan Program Gerakan menuju Smart City di Belitung Timur", di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Beltim, Jum'at (22/12/2023).
Ditemui usai acara, atas seizin Kepala Diskominfo.SP Beltim, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Caesar Friadi Melawiandri mengatakan tujuan pelaksanaan seminar hari ini adalah untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh perangkat daerah terkait konsep 'smart city' yang sedang dikembangkan di Kabupaten Belitung Timur. Untuk itu ia berharap terjalinnya sinergi dan kolaborasi, agar pelaksanaannya akan jauh lebih baik lagi ke depan.
Sementara itu, Prof. Yudho Giri Sucahyo, Ph.D, CDPSE, CEH, CISA, CISM Guru Besar Universitas Indonesia selaku narasumber mengungkapkan, rasa terimakasihnya atas undangan yang telah disampaikan oleh Diskominfo.SP Beltim untuk berbagi pengetahuan dalam seminar ini.
"Sebetulnya ini merupakan janji lama yang akhirnya tertunaikan juga. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan Belitung Timur serius untuk memberikan informasi dan pengetahuan, atau dalam istilah pengembangan SDM disebut 'capacity building", ucapnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme serta partisipasi peserta yang telah aktif bertanya, dan menurutnya semuanya berbobot.
"Semoga apa yang dibicarakan tadi tidak berhenti disini, akan tetapi dapat memberikan inspirasi buat pemerintah daerah serta ditindaklanjuti dengan eksekusi supaya masyarakat di Belitung Timur lebih terlayani", ujar Prof. Yudho.
Sedangkan berkenaan program 'smart city' yang sedang dibangun, Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa Beltim sudah masuk ke dalam program gerakan menuju 100 'smart city'.
"Dari sisi perencanaan sudah mulai serius dikerjakan. Namun perlu ditindaklanjuti dengan berbagai rencana aksi dan eksekusi di masyarakat, yang harus terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan" terangnya.
Lebih lanjut Prof. Yudho menyampaikan, bahwa melihat hasil indeks SPBE Beltim telah mengalami peningkatan dan progres kemajuan. Ia juga meminta untuk tidak berpuas diri dan perlu terus ditingkatkan.
"Ini bukan kompetisi dan bukan pula perlombaan, akan tetapi perlu dilakukan evaluasi agar penerapan SPBE dan 'smart city' di Belitung Timur menjadi semakin lebih baik", harap Pria lulusan S3 dari Curtin University of Technology, Australia tersebut. (4_bA)
Manggar, Diskotikdansa Beltim – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim) Dr. Rita Susanti dan jajaran menerima kunjungan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskotikdansa) Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo di ruang kerja Kajari Beltim, Senin (4/12).
Kajari Beltim Dr.Rita Susanti didampingi Kepala Seksi PB3R Mario Siahaan, Kasi Datun Baniara Sinaga. Kasi Intel Yoyok Junaidi, Kasi Pidsus Hamka Juniawan menyambut baik Kadiskotikdansa Beltim Bayu Priyambodo dan Kabid IKP Sony Aprianto.
Kedatangan ke Kejari Beltim dilakukan untuk membangun sinergitas dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Beltim khususnya Kejari Beltim sehingga koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun dengan baik selama ini dapat lebih meningkat.
“Alhamdulillah kunjungan yang kita lakukan ini disambut baik oleh Ibu Kajari dan jajaran, semoga silaturahmi ini dapat merajut kolaborasi yang sinergi untuk bersama membangun Kabupaten Beltim,” ungkap Bayu Priyambodo.
Dalam kunjungan tersebut Bayu Priyambodo menyampaikan berbagai hal ke Kajari Beltim, antara lain melanjutkan kerjasama digitalisasi Restorative Justice (Keadilan Restoratif), pendampingan inovasi Mentudong Beltim serta penyebarluasan informasi publik layanan Kejari Beltim untuk masyarakat. (ver)
Manggar, Diskominfo Beltim – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyelenggarakan kegiatan “Diskominfo Goes To School” guna memperkenalkan tugas pokok dan fungsi Diskominfo dalam penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Beltim yang bertempat di SMK Negeri 1 Manggar, Selasa (20/12).
Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Beltim, Bayu Priyambodo mengatakan bahwa pelajar sebagai generasi muda merupakan harapan keluarga, masyarakat dan daerah, sehingga tujuan dari kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat termotivasi menjadi generasi masa depan yang berkualitas.
“Mengapa kami harus go to school? Karena untuk memotivasi para pelajar semua, agar harapan yang telah disandarkan pada adik-adik pelajar semua dapat terwujud dengan baik, sebelum nanti meninggalkan bangku sekolah”, ujar Bayu.
Bayu menambahkan tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Beltim menerima penghargaan sebagai Kabupaten Cerdas atau Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Namun hal ini jangan sampai hanya sekedar slogan tapi harus benar-benar diwujudkan.
“Tentunya kita tidak ingin Beltim sebagai Smart City hanya sekedar slogan, nah adik-adik pelajar inilah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan visi Beltim sebagai Kabupaten Cerdas, dimana smart pemerintahannya, smart ekonominya, smart masyarakatnya dan juga smart teknologi informasinya”, jelasnya. Kedepannya Bupati Beltim telah mengamanatkan untuk digitalisasi seluruh pelayanan perangkat daerah. Dan dalam penyebarluasan informasi publik di Diskominfo telah melakukan digitalisasi melalui kanal media elektronik dan media sosial, demikian juga halnya data-data statistik sudah disajikan secara digital.
“Adik-adik pelajar masih liat gak, orang-orang yang nongkrong di warung kopi itu baca koran? Nggak ada lagi yaa, rata-rata melihat berita dan mendapatkan informasi dari hp yaa, nah untuk itu kami datang kemari untuk mengajak dan memotivasi adik-adik pelajar untuk melek digital agar bersama dapat mewujudkan Beltim sebagai Kabupaten Cerdas”, pungkas Bayu mengakhiri sambutannya.
Diskominfo Goes To School diikuti oleh puluhan pelajar SMK Negari 1 Manggar khususnya jurusan Teknik Komputer Jaringan. Kegiatan diisi dengan pemaparan perkenalan oleh masing-masing Kepala Bidang terkait urusan yang ada di Diskominfo, yaitu Keamanan Informasi Persandian dan Statistik, E-Government serta Informasi dan Komunikasi Publik. Para pelajar terlihat antusias dan bersemangat selama acara berlangsung. Terlebih saat momen diskusi tanya jawab dan quiz, para pelajar aktif dan responsif saat bertanya dan menjawab pertanyaan. Melihat antusiasme tersebut, kegiatan Diskominfo Goes To School kedepannya diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sebagai wadah silaturahmi dan berbagi informasi. (aj)
Manggar, Diskominfo Beltim – Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar (Beltim) mengapresiasi rencana program investasi infrastruktur jaringan oleh PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo). Hal ini diungkapkan Khairil usai presentasi oleh perusahaan tersebut di Hotel Fairfield by Marriott Belitung, Jumat (17/12) malam.
Khairil mengatakan meskipun ini merupakan langkah awal, namun dirinya meminta kepada Perangkat Daerah terkait untuk serius dalam menyikapi rencana investasi tersebut.
“Ini merupakan permulaan. Seriusi kembali, sehinga apa yang menjadi kebutuhan kita dengan keinginan perusahaan akan nyambung nanti,” ujar Khairil.
Senada diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo. Ia menyebutkan hal ini memberikan banyak pilihan bagi Pemerintah Daerah maupun masyarakat Beltim dalam pemanfaatan jaringan internet.
“Pada dasarnya kita menyambut baik, untuk investasi kita tidak ada cost sharing dari pemerintah daerah, jadi investasi murni dari mereka. Kalau mereka serius otomatis ini menjadi banyak pilihan bagi pemerintah maupun masyarakat Belitung Timur,” ungkap Bayu.
Dilanjutkan Bayu dengan semakin bertambahnya pilihan pemanfaatan jaringan internet maka penawaran harga pun bersaing dan terhindar dari monopoli harga.
“Dengan semakin banyaknya penawaran otomatis harga juga bersaing. Harga yang paling ekonomis dan memiliki manfaat yang lebih optimal itu yang otomatis kita pilih. Jadi tidak ada monopoli, jadi persaingan sempurna aja,” beber Bayu.
Sementara itu, General Manager PT. Moratelindo Rizki Taufiqurrahman menjelaskan, kondisi sebuah pulau yang sudah terhubung sebuah kabel fiber optik sudah selayaknya dapat dikembangkan manfaatnya untuk masyarakat baik itu swasta maupun bagi pemerintah daerah.
“Kebetulan Belitung Timur berada di sebuah pulau yang sudah kita hubungkan melalui kabel fiber optik dari laut di wilayah utara hingga ke selatan termasuk kabel fiber optik di daratnya,” terang Rizki.
Dalam aspek bisnis PT. Moratelindo melihat Beltim mempunyai potensi besar untuk pengembangan bisnis dan usahanya, dengan melihat perbedaan wilayah Beltim dan wilayah lain yang mempunyai lintas batas antara kecamatan berdekatan.“Tidak seperti wilayah lain ketika kabel backbone atau tulang punggungnya itu di pasang, itu jarak satu kecamtan dengan kecamatan lain sangat jauh sekali, bisa 50 kilometer ketemu satu kecamatan baru,” jelasnya.
Ia mengungkapkan pembahasan investasi di Beltim dimulai awal tahun 2023 dengan perkiraan pertama akan melibatkan investasi dengan kisaran hampir Rp50 Milyar dan akan terus berkembang sesuai panjang kabel yang akan digelar di wilayah Belitung dan Belitung Timur.
“Kita berharap dapat dukungan dari pemerintah daerah setempat dengan memperkenalkan diri kami agar pemerintah daerah bisa turut memanfaatkan jaringan yang kita bangun untuk mempercepat proses Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” pungkasnya. (Ln)
Manggar, Diskominfo Beltim – Berhasil mengimplementasikan Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) raih penghargaan “Kabupaten Informatif Tahun 2022” dengan nilai 94,95%. Penghargaan ini ditetapkan oleh Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Kategori Pemkab/Kota se-Provinsi Kepulauan Babel, Rabu (15/12).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika selaku Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diperoleh dari hasil kerjasama antara PPID Utama dan PPID Pembantu seluruh Perangkat Daerah di Pemkab Beltim.
“Alhamdulillah ini merupakan lompatan besar tahun ini dimana monev sebelumnya tahun 2019 yang dilaksanakan kita masih di kategori “Menuju Informatif”, dan sekarang kita naik kelas menjadi Kabupaten Informatif,” ucap Bayu.
Bayu menjelaskan, predikat dengan peringkat tertinggi tersebut diperoleh dari hasil visitasi/monitoring dan evaluasi KID Babel yang menggunakan 6 indikator Keterbukaan Informasi yakni sarana dan prasarana, kualitas informasi, jenis informasi, komitmen organisasi, inovasi dan strategi, serta digitalisasi.
“Kita tidak boleh berpuas diri dengan predikat tertinggi ini. Untuk indikator yang nilainya agak kurang akan kita tingkatkan, yang sudah baik diimplementasikan lebih nyata sehingga ke depan akan lebih baik lagi capaiannya,” tutur Bayu.
Ditambahkan Bayu sebagai salah satu wujud pelaksanaan keterbukaan informasi publik, seluruh website Perangkat Paerah Pemkab Beltim sudah menyediakan portal PPID dan terintegrasi dengan Lawang Beltim.
“Ini artinya semua pelayanan di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur ini tidak ada yang dirahasiakan. Masyarakat bisa tahu dan ini bisa diperoleh secara online, jadi tidak ada data-data terkait pembangunan yang dirahasiakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bayu mengatakan keterbukaan informasi tidak hanya di tingkat Kabupaten saja. Namun dalam rangka mengoptimalkan dan percepatan keterbukaan informasi publik, PPID diharapkan sampai ke tingkat desa sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Ke depan PPID-nya akan kita turunkan sampai ke level Pemerintahan Desa, dan kita akan dampingi untuk desa mana yang akan menjadi pilot project untuk kita kembangkan dan bisa menjadi perwakilan Desa dari Belitung Timur untuk mengikuti penganugerahan PPID Desa,” tutup Bayu. (Ln)