Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dalam rangka meningkatkan kebersamaan serta mendorong pola hidup sehat di kalangan pegawai dan memberi contoh kepada masyarakat, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Belitung Timur (Beltim) bekerja sama dengan Honda Tunas Dwipa Matra (TDM) Manggar menggelar kegiatan Jalan Sehat Bersama dan Senam KORPRI, Jumat pagi (5/12/25).
Acara yang gelar di halaman Kantor DiskominfoSP Beltim ini diikuti puluhan peserta dari Kadiskominfo, Sekdin, Para Kabid serta pegawai-pegawai berbagai bidang. Dengan mengusung semangat hidup aktif, kegiatan dimulai dengan jalan sehat menyusuri rute sekitar kawasan perkantoran, dilanjutkan dengan senam KORPRI yang dipandu oleh beberapa pegawai DiskominfoSP.
Kepala DiskominfoSP Beltim, Bayu Priyambodo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kekompakan antar pegawai.
“Kami ingin agar setiap pegawai tetap bugar, tetap solid, dan memiliki semangat kerja yang positif. Semoga kegiatan ini akan menjadi rutinitas di DiskominfoSP, dan menjadi semangat dalam gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujarnya.
Bayu juga mengapresiasi Honda TDM Manggar yang telah turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan bahwa Honda TDM Manggar dapat menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi pegawai maupun masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Honda TDM Manggar hadir mendukung aktivitas positif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Beltim, saya juga nanti ingin ketika acara ini di publikasi tambahkan hastag Germas atau PHBS sehingga algoritmanya bagus,” tambahnya.
Kepala Cabang Honda TDM Manggar, Yogi Aprilius mengatakan tujuan mereka menggelar acara ini adalah untuk meningkatkan image Honda baik dikalangan pegawai pemerintah ataupun masyarakat.
“Jadi, acara hari ini tidak hanya jalan sehat dan senam KORPRI saja, namun kami juga memberikan pelayanan servis murah atau servis subsidi kepada pegawai yang memiliki motor Honda,” ungkap Yogi.
Ia mengatakan tidak menyangka ternyata antusias pegawai DiskominfoSP sangat tinggi dan ramah-ramah.
“Semoga kedepan acara ini bisa kami laksanakan lagi di Diskominfo, setelah beberapa waktu bisa direncanakan kembali biar bisa lebih siap dalam perlengkapan dan untuk masyarakat bisa tahu kalau ada acara seperti ini,” tutup Yogi.
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terima kunjungan kerja dari Bagian Kepegawaian Diskominfo Kabupaten Belitung di Ruang Rapat DiskominfoSP, Kamis (4/12/25). Kunjungan ini difokuskan pada pembahasan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) bidang kepegawaian serta proses pengajuan dan penyusunan rekomendasi Pusat terkait Peta Jabatan.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas (Sekdin) DiskominfoSP, Partono, didampingi Kepala Bidang Keamanan Informasi, Persandian dan Statistik (KIPS), Kepala Subbagian (Kasubbag) Umum, perwakilan Pranata Komputer (Prakom), perwakilan Pranata Humas (Pramas) dan seluruh pegawai dari Bagian Sekretariat.
Dalam sambutannya, Sekretaris DiskominfoSP Beltim menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antar Diskominfo di Pulau Belitung.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan rekan–rekan dari Bagian Kepegawaian Diskominfo Belitung. Sebelumnya beberapa hari yang lalu Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Belitung juga melakukan kunjungan kerja ke Beltim, Alhamdulillah hubungan silaturahmi kita baik dan lancar, kalau kata orang-orang silaturahmi juga guna menambah umur,” ujar Partono.
Ia juga menegaskan bahwa DiskominfoSP Beltim berkomitmen untuk selalu terbuka dalam berbagi pengalaman, baik terkait tata kelola SDM ataupun hal lain yang penting dalam pelayanan pemerintahan.
“Kami berharap informasi yang kami sampaikan dapat membantu memperkaya referensi dalam penyusunan dokumen kepegawaian di Diskominfo Belitung. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua Kabupaten,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, tim DiskominfoSP Beltim memaparkan secara rinci struktur organisasi yang berlaku, mekanisme penataan SDM, serta langkah-langkah penyusunan Peta Jabatan yang telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian terkait.
Sementara itu, Kepala Subbagian (Kasubbag) Kepegawaian dan Umum Diskominfo Belitung, Desy Resmita menyampaikan bahwa Tim Diskominfo Belitung merasa terhormat disambut dengan hangat sekaligus menyampaikan permintaan maafnya mewakili Sekretaris Dinas Kominfo Belitung belum hadir dalam kunjungan ke DiskominfoSP Beltim.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang begitu baik dari DiskominfoSP Beltim. Penjelasan yang disampaikan hari ini sangat membantu kami dalam memahami SOTK serta proses mendapatkan rekomendasi Pusat untuk Peta Jabatan,” ujar Desy.
Desy menambahkan bahwa informasi dan praktik yang dibagikan DiskominfoSP Beltim menjadi referensi penting bagi pihaknya, terutama dalam meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian.
“Banyak penjelasan teknis dari Kasubbag Umpeg, Kepala Bidang KIPS, Prakom dan Pramas Diskominfo Beltim yang bisa langsung kami terapkan kedepan agar peta jabatan kami bisa ditambah melalui surat permintaan rekomendasi. Sekali lagi terima kasih kepada DiskominfoSP Beltim sudah mau berbagi ilmu dan pengetahuan,” tambahnya.
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menerima kunjungan kerja dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Belitung di Ruang Rapat DiskominfoSP, Selasa (2/12/25). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta berbagi pengalaman terkait layanan informasi publik, pengelolaan data, dan pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala DiskominfoSP, Bayu Priyambodo, didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan seluruh tim dari Bidang IKP. Pertemuan berlangsung interaktif dan fokus pada diskusi mengenai peningkatan kolaborasi antar dua kabupaten satu pulau tersebut.
Bayu menyampaikan bahwa sinergi antar perangkat daerah di Pulau Belitung merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini, karena pada dasarnya komunikasi publik kita itu memang membranding satu Pulau. Saat ini di era transformasi digital, informasi tentang Pulau Belitung sangat dibutuhkan, itulah pentingnya kolaborasi antara dua Diskominfo ini khususnya di Bidang IKP,” ujar Bayu.
Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan program komunikasi publik di antara dua daerah yang memiliki karakteristik dan potensi serupa. Menurutnya, kerja sama lintas kabupaten akan memperkuat penyebaran informasi positif, meningkatkan kualitas konten publik, serta mendukung promosi pariwisata dan pembangunan daerah.
“Intinya silaturahim, dengan kolaborasi baik berupa konten, potensi atau pun kemudahan-kemudahan di Pulau Belitung yang makin banyak terekspos, semoga pariwisata Pulau Belitung bisa bangkit lagi,” harap Bayu.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Bidang IKP Diskominfo Belitung, Padila menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari DiskominfoSP Beltim.
“Terimakasih atas penerimaan kawan-kawan di Beltim, semoga silaturahmi ini dapat terus berlanjut. Seperti yang disampaikan Pak Bayu, kita harus saling kerja sama untuk memajukan Pulau Belitong,” ungkap Padila.
Ia menambahkan akan terus menjalin kerja sama dengan DiskominfoSP Beltim guna menyamakan visi.
“Kita bisa kolaborasi dalam memajukan kebudayaan Melayu Belitong ataupun sama-sama mengangkat wisata geopark. Semoga kedepan akan ada langkah konkrit dari dua pimpinan tertinggi yang ada di Pulau Belitung,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang IKP Sony Aprianto menilai kunjungan dari Diskominfo Kabupaten Belitung sebagai langkah yang positif untuk memperkuat hubungan kerja antar pemerintah daerah.
“Kehadiran Diskominfo Belitung menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi, khususnya dalam pengelolaan informasi publik dan pelayanan komunikasi daerah. Baik itu tentang penguatan tata kelola informasi publik, strategi penyebaran informasi yang efektif, pengelolaan kanal media resmi pemerintah serta peningkatan kualitas konten,” ungkap Sony.
Ia berharap kunjungan ini tidak berhenti hanya pada pertemuan hari ini, tetapi dapat berlanjut pada kolaborasi yang konkret.
“Kami ingin kedepan akan ada pertukaran pengetahuan, pelatihan bersama, berbagi SOP atau best practice hingga kerja sama dalam penguatan kualitas pelayan informasi publik di kedua Kabupaten.
Ia juga menegaskan DiskominfoSP Beltim kedepan akan menjadwalkan kunjungan balasan demi menjaga silaturahmi dan menguatkan hubungan.
“Insyaallah kami juga akan berkunjung ke Diskominfo Belitung, untuk waktunya akan kami sesuaikan dengan agenda dinas, tapi yang jelas kami siap melanjutkan hubungan baik ini supaya sinergi antar Kabupaten semakin kuat,” tutupnya.
Dengan terlaksananya kunjungan kerja ini, DiskominfoSP Beltim dan Diskominfo Belitung berharap sinergi yang terbangun dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan informasi publik di Pulau Belitung.
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penghargaan tersebut diserahkan setelah Upacara Peringatan Hari Korpri ke-54, yang digelar di Halaman Kantor Bupati Belitung Timur (Beltim). (01/12/25)
Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi DiskominfoSP yang berhasil mempertahankan posisi puncak selama tiga tahun berturut-turut. Momentum ini menambah makna bagi jajaran ASN DiskominfoSP karena keberhasilan mereka sekaligus menjadi bentuk pengabdian dan dedikasi nyata dalam mendukung kinerja pemerintah yang akuntabel.
Kepala DiskominfoSP Beltim, Bayu Priyambodo menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih oleh DiskominfoSP.
“Kami bersyukur bisa mempertahankan prestasi ini karena prinsipnya kami selalu mengupayakan semakin hari semakin baik, baik itu diri sendiri maupun tata kelola birokrasi. SAKIP itu nyawa pemerintahan, karena SAKIP satu kesatuan dari mulai perencanaan kinerja, pengukuran kinerja serta evaluasi secara bertahap dan kontinyu. Jadi, tujuannya mengukur akuntabilitas kinerja Pemerintah kemudian mewujudkan perencanaan penganggaran yang efektif dan efisien serta mendorong birokrat kita berorientasi pada hasil dan berdampak,” ujar Bayu.
Ia menegaskan evaluasi SAKIP ini menuntut Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak hanya memastikan sebuah program kegiatan berjalan tapi bagaimana program itu direncanakan dengan baik.
“Perlu dipastikan setiap program mempunyai evaluasi, sehingga bisa mengukur tercapainya target. Jadi itulah pentingnya SAKIP untuk penganggaran berbasis kinerja,” ucap Mantan Kepala Bappeda Beltim tersebut.
Ia menambahkan pada saat menjadi KadiskominfoSP pada tahun 2022, semua indikator pencapaian masih rendah dalam dan belum optimal.
“Saya lakukan mitigasi, saya hidupkan mesin organisasi untuk berproses dan meningkat dari tahun ke tahun. Alhamdulillah, empat tahun saya menjadi KadiskominfoSP, pada tahun kedua, ketiga dan ke empat DiskominfoSP berhasil juara I,” tambah Bayu.
Ia mengatakan pencapaian ini tidak lepas dari pengalaman masalalunya saat menjadi Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian & Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) selama lima tahun dan tiga tahun menjabat Kepala Bappeda Beltim.
“Dulu sebelum ada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang sekarang sebutannya Laporan Kinerja (LKJ) yang dilaksanakan oleh bagian organisasi, itu saya yang mengerjakan. Jadi, perencanaan kinerja dan evaluasi kinerja memang sudah tugas saya pada waktu menjadi Kabid PPEPD, mungkin karena pengalaman itu jadi saya sedikit paham bagaimana mengelola SAKIP. Alhamdulillah saya bisa menerapkannya di DiskominfoSP berkat kerjasama dari semua pegawai,” ungkap Bayu.
Ia menambahkan harapannya pencapaian yang diraih DiskominfoSP dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
“Sekarang orientasinya tidak mengejar juara, tapi saya menekankan kepada kawan-kawan pegawai DiskominfoSP untuk pemahaman SAKIP ini menjadi sebuah kebiasaan. Jadi, pada pelaksanaan pekerjaan kedepan saya ingin kita berorientasi pada hasil dan dampak yang positif untuk pelayanan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Belitung Timur, Haryanto mengatakan dalam rangka pelaksanaan penilaian SAKIP oleh KemenPAN-RB, Inspektorat Beltim sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) juga bertindak sebagai Evaluatur Internal.
“Peran APIP sebagai Evaluatur Internal adalah untuk memastikan perangkat daerah menyusun perenanaan kinerja secara SMART perencanaan. Evaluasi kinerja secara berkala terus dilakukan untuk memastikan tujuan organisasi tercapai,” ujar Haryanto.
Ia menambahkan DiskominfoSP Beltim bisa meraih juara I SAKIP, karena menunjukkan komitmen yang kuat, konsistensi untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai SAKIP dalam beberapa tahun terakhir.
“Dalam penilaian evaluasi internal, DiskominfoSP layak menjadi OPD terbaik dalam menjalankan SAKIP. Saya selaku Kepala Inspektorat Beltim mengucapkan selamat atas keberhasilan DiskominfoSP yang tiga tahun berturut-turut berhasil menyandang predikat terbaik,” tutupnya.
Semangat tidak berpuas diri
Tri Wahyuni Kurniati, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda DiskominfoSP, menyampaikan laporan keuangan yang akuntabel adalah kewajiban dalam menjalankan tugasnya.
“Bersyukur atas pencapaian dan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Beltim. Intinya semangat, tidak malas dalam mengumpulkan eviden dan selalu membuat laporan kinerja sesuai dengan Permen PAN dan RB,” ujar Tri Wahyuni.
Ia menambahkan prestasi ini tidak akan membuatnya berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan disiplin dalam pengelolaan keuangan, menjaga akuntabilitas, dan memastikan setiap laporan kinerja selalu transparan serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Semoga tahun depan, kita dapat memenuhi eviden yang diminta oleh MenPAN melalui Inspektorat dan DiskominfoSP bisa mendapatkan nilai A, Insyaallah,” tutupnya.
Dengan kembali meraih Juara I SAKIP, DiskominfoSP berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan, khususnya di bidang informasi publik, teknologi digital, statistik daerah, dan keamanan informasi, demi mendukung terwujudnya pemerintahan yang responsif dan profesional.
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meraih Predikat 2 Tingkat Kabupaten dengan kategori A (Memuaskan) serta mendapat nilai 84,83 pada Kegiatan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2024.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kadiskominfo SP Bayu Priyambodo, Kamis (19/12/24) di Halaman Kantor Bupati Beltim. Pada kesempatan tersebut Kadin menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Arsiparis dan kolaborasi seluruh unsur di Diskominfo SP.
Dihubungi Diskominfo SP, Sabtu (21/12/24) Bayu menceritakan upaya apa saja yang dilakukan hingga memperoleh pencapaian tersebut diantaranya dengan melaksanakan tertib arsip semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan dokumen yang diminta untuk pengawasan kearsipan di Lingkungan pemkab Beltim.
“Pengawasan kearsipan tersebut terdiri dari daftar arsip aktif, daftar arsip inaktif dan melengkapi sarana kearsipan yang disyaratkan, kerjasama dengan pengelola arsip di masing-masing bidang juga menjadi hal yang mendukung,” ungkap Bayu.
Selain itu Diskominfo SP juga melakukan pemenuhan sarana prasarana kearsipan antara lain gedung arsip yang representatif, lemari dan penyimpan arsip serta sarana pendukung lainnya.
“Kami juga melakuan peningkatan kapasitas SDM arsiparis melalui diklat teknis kearsipan, semoga semua yang dilakukan akan lebih maksimal sehingga kedepan kami dapat mengelola dan melakukan pengawasan arsip dengan lebih baik lagi,” harapnya.
Senada dengan Kadin, Arsiparis Terampil Diskominfo SP Darsana Nugraha mengatakan selain berusaha tertib arsip, diperlukan kerjasama dengan pengelola arsip di masing-masing bidang di unit kerjanya.
“Alhamdulillah terkait sarana dan prasarana pengelolaan dan pengawasan arsip didukung penuh oleh Bapak Kadin, Bapak Sekretaris Dinas dan Ibu Kasubbag Umpeg, serta tak lepas dari bantuan dan kerjasama kawan-kawan di bidang selaku Unit Pengolah Arsip,” ujar pria yang akrab disapa Danu ini.
Selaku arsiparis Danu menilai arsip sangat penting karena arsip merupakan tanggung jawab pekerjaan yang harus dikelolanya.
“Sebagai pekerjaan sehari-hari arsip melalui proses pengumpulan, penyimpanan, dan pemeliharaan dokumen serta informasi. Arsip yang baik akan memudahkan pencarian dan akses informasi di masa mendatang,” pungkas Danu.(WR)
Manggar, Diskominfo SP Beltim- Berangkat dari banyaknya masalah terkait penyelenggaraan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Beltim membuat sebuah inovasi bernama Sister Beltim (Sistem Survei Statistik Sektoral Terintegrasi Belitung Timur).
Inovasi ini berhasil meraih peringkat kedua pada Lomba Inovasi Daerah yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Beltim. Pengumuman dilakukan di halaman kantor Bupati Beltim, pada Kamis, (19/12/2024) dan penghargaan diterima langsung oleh sang inovator Irsyadinnas.
Kepala Bidang Keamanan Informasi Persandian dan Statistik (KIPS) Diskominfo SP ini mengatakan penyelenggaraan SKM di Kabupaten Belitung Timur menemui banyak masalah dan kendala, mulai dari partisipasi masyarakat terhadap survei yang cukup rendah, kemampuan petugas survei dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data hasil survei yang beragam dan cenderung lambat, sampai dengan kualitas hasil survei yang seringnya agak sulit dikatakan valid.
“Untuk itu sejak pertengahan tahun 2022 secara bertahap hingga tahun 2023, Diskominfo SP mulai mengembangkan sebuah sistem survei statistik sektoral. Sistem ini diarahkan agar mampu melakukan automasi terhadap proses bisnis penyelenggaraan survei, mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan, analisis, sampai ke diseminasi hasil survei,” jelas Irsyad kepada Diskominfo SP, Jumat (20/12/24).
Menurut Irsyad melalui Sister Beltim proses pengolahan data hingga ke penyajian hasil SKM menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan pengolahan data secara manual melalui aplikasi pengolah angka (misalnya Microsoft Excel).
“Waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh petugas survei untuk melakukan pengolahan data survei secara manual adalah lebih kurang 4-5 hari kerja, sedangkan waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh petugas survei untuk melakukan pengolahan data survei sampai ke diseminasi hasil survei secara digital melalui pemanfaatan Sister Beltim paling lama 1 hari kerja. Ini berarti bahwa tingkat efisiensi waktu pengolahan data hasil survei (Perbandingan Pengolahan Secara Manual dan Melalui SISTER BELTIM-Red) mencapai sekitar 400-500%,” katanya.
Irsyad menerangkan tujuan dibangunnya inovasi Sister Beltim ini untuk memberikan kemudahan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola data hasil survei kepuasan masyarakat di masing-masing unit kerja layanannya, kemudahan bagi OPD dalam mencermati / menilai / menakar secara objektif sejauh mana kualitas layanan publik yang telah diberikan kepada pengguna layanan publik yaitu masyarakat pada umumnya, serta memberikan kemudahan bagi OPD dalam menyusun laporan hasil survei kepuasan masyarakat, karena proses olah data dan publikasi hasil survei berupa Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dilakukan oleh Sister Beltim secara otomatis.
“Tidak hanya bagi OPD kemanfaatan inovasi ini juga berdampak bagi masyarakat dimana dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menilai kualitas layanan publik yang diterimanya secara langsung, kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan saran terhadap layanan publik yang telah diterimanya dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melihat perkembangan kualitas dan kemajuan layanan publik yang diterimanya melalui historis nilai IKM yang disajikan oleh OPD secara digital,” ucap Irsyad antusias
Irsyad berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga penyajian hasil SKM melalui Sister Beltim menjadi lebih cepat dan efisien, masyarakat dapat menyampaikan penilaian, kritik, dan saran terhadap layanan publik yang diterimanya kepada OPD, serta kebutuhan masyarakat akan informasi publik khususnya mengenai kualitas layanan publik yang diterimanya dari OPD dapat tersedia setiap saat.
Kepala Diskominfo SP Beltim, Bayu Priyambodo selaku atasan Irsyad membenarkan bahwa Diskominfo SP tahun ini mengusulkan inovasi salah satunya SISTER BELTIM untuk ikut dalam ajang Lomba Inovasi Daerah 2024.
"Tujuan utama reformasi birokrasi adalah bagaimana menciptakan layanan publik yang efektif dan efisien, salah satunya melalui inovasi, saya selalu mendorong setiap unit kerja di bawah kepimpinan saya untuk terus berinovasi, nah tahun ini kita mengikutsertakan Sister Beltim dalam Lomba Inovasi Daerah 2024 yang diselenggarakan Pemkab Beltim melalui Bappelitbangda, dan alhamdulillah inovasi ini dinilai sebagai sebuah prestasi oleh pemda kita" ungkap Bayu.
Melalui Sister Beltim diharapkan adanyq peningkatan kepercayaan publik kepada pemerintah daerah.
"Publik sekarang bisa dengan mudah menyampaikan penilaian, kritik dan saran terhadap layanan publik yang telah digunakannya, dan di sisi lain pemerintah daerah punya instrumen monitoring dan evaluasi terhadap kualitas layanan publiknya” ujar Bayu menambahkan keterangan sekaligus menutup sesi wawancara. (WR)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Sebagai upaya pengembangan masterplan Smart City yang telah ada sebelumnya dengan menyesuaikan pada kebijakan yang baru, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar Focus Group Discussion Revisi Masterplan Smart City, Rabu (4/12/24) di Ruang Satu Hati Bangun Negeri.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Citiasia, Inc Hari Kusdaryanto. Pria yang juga Chief Innovation Officer (CIO) dari Citiasia, Inc ini mengatakan penyesuaian masterplan smart city ini merupakan penyelarasan dengan perkembangan kebijakan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) teknokratik dan kebijakan kepala daerah terpilih yang memiliki visi misi baru.
“Inovasi-inovasi daerah yang lama perlu dikembangkan, berarti dalam jangka waktu menengah dan jangka panjang kita akan memiliki inovasi dan rencana aksi yang baru dan kekinian untuk menyelesaikan masalah prioritas dan meningkatkan kualitas layanan sebagaimana tujuan smart city,” ujar Hari ditemui sesaat setelah memberikan paparannya.
Hari mengatakan permasalahan yang sering terjadi mengenai pengembangan Smart city di Kabupaten adalah maindset mengenai pemahaman smart city yang harus direvitalisasi, pemahaman tentang smart city dari yang mengikuti bimtek tiga tahun yang lalu sudah banyak bergeser.
“Perlu dipahami bahwa smart city itu tidak melulu domainnya kominfo, kolaborasinya tidak hanya antar OPD tetapi dengan stakeholder non pemerintah dan terobosan atau inovasinya tidak melulu mengenai IT,” jelasnya.
Hari menekankan inovasi yang kolaboratif dengan memanfaatkan teknologi ujungnya harus bisa membantu menyelesaikan permasalahan kabupaten, meningkatkan daya saing dan produksivitas dengan membuat sistem layanan yang lebih cepat dan mudah.
“Secara umum untuk pelaksanaan smart city Beltim di beberapa indikator sudah ada perbaikan, untuk smart governance indeks SPBE nya naik terus hampir mencapai nilai 4 itu sudah bagus,” kata Hari memberikan penilaian.
Dirinya berharap pencapaian yang telah diraih itu dapat dilengkapi dengan keterlibatan stakeholder yang tidak hanya layanan pemerintah tapi layanan non pemerintah juga harus terlibat agar dampaknya lebih besar.
“Semoga dengan kepemimpinan yang baru dari kepala daerah terpilih nantinya, RPJMD nya mencerminkan dimensi-dimensi smart city tersebut, sehingga tidak dilihat sebagai kegiatan yang terpisah tetapi terpadu dengan perencanaan pembangunan,” pungkas Hari. (WR)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bekerjasama dengan PT Sinergi Informatika Nusantara Utama Yogyakarta (SINAU JOGJA) melaksanakan “Inhouse Training” “Manajemen Basis Data Dalam Mendukung Implementasi SPBE”, Rabu (4/12/24) di Gedung POJD DiskominfoSP.
Kepala DiskominfoSP Beltim Bayu Priyambodo mengakatan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan peserta para Aparatur Sipil Negara dengan jabatan fungsional Pranata Komputer (Prakom) dari 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) fungsional prakom, karena setiap fungsional punya hak untuk meningkatkan kapasitasnya,” ujar Bayu Ketika ditemui setelah membuka acara.
Melaksanakan prinsip efektif dan efisien DiskominfoSP tidak mengirim ASN fungsional prakom untuk melaksanakan pelatihan keluar daerah namun menghadirkan narasumber ke Beltim.
“Selain peningkatan SDM juga menyediakan ruang diskusi untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana manajemen data itu bisa mendukung sistem perencanaan pembangunan dan capaian pembangunan,” sambung Bayu.
Untuk mendukung transformasi digital Bayu berharap dengan pelatihan ini tidak hanya fungsional prakom DiskominfoSP tapi fungsional prakom di instansi lain bisa mendukung OPDnya dalam rangka penyederhanaan pelayanan publik di masyarakat melalui aplikasi berbasis data.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Informatika (Aptika) Caesar Friadi Melawiandri menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujan memahami penggunaan basis data dengan menggunakan aplikasi “My SQL”.
“Disetiap aplikasi itu selalu ada basis datanya, aplikasi basis data yang umum digunakan biasanya aplikasi My SQL, oleh karena itu kita mengadakan pelatihan ini supaya prakom yang ada di lingkungan pemkab Beltim lebih memahami pemanfaatan basis data dengan aplikasi My SQL,” ujar Caesar sapan akrabnya.
Dengan adanya pelatihan ini kedepan penggunaan aplikasi untuk SPBE akan jauh lebih mudah dalam pemanfaatan data tersebut, dengan aplikasi ini kompetensi dari masing-masing prakom atau perwakilan OPD yang hadir akan jauh lebih meningkat.
“Kita menghadirkan narasumber seorang instruktur dari SINAU Jogja sebuah Lembaga pelatihan, narasumbernya juga seorang dosen yang akan mengajar selama dua hari disini terkait dengan majemen basis data,” ungkapnya. (Wr)
Manggar, DiskominfoSP Beltim- Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Belitung Timur (Kab Beltim) Bayu Priyambodo membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral dan Satu Data Indonesia di Guest Hotel Manggar, Selasa (3/12/24).
Dalam kegiatan ini terdapat empat agenda yang akan dilaksanakan selama 4 hari (3-6/12/24) diantaranya penyusunan Rencana Kegiatan Statistik (RKS) Sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tata cara pengajuan rekomendasi melalui aplikasi ROMANTIK, penyusunan dan pengajuan Standar Data Statistik (SDS), penyusunan dan Pengajuan Metadata Statistik dan penyusunan naskah dalam bentuk Publikasi/Buku Statistik Sektoral (baik itu Laporan Survei, maupun Publikasi Kompromin).
Bayu mengatakan Pemkab Beltim melalui DiskominfoSP bersama BPS Beltim perlu secara terus menerus dan secara berkala menyiapkan sumber daya yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan statistik sektoral di tiap-tiap OPD.
“Salah satu pembinaan yang kita lakukan adalah dengan melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia pada penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana tujuan dari penyelenggaraan acara kita pada hari ini,” ucap Bayu pada sambutannya.
Kepala Dinas yang pernah menjabat sebagai kepala Bappelitbangda ini mengatakan agenda kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ke depan Ini sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
“Bahwa data yang Produsen Data produksi harus memenuhi beberapa prinsip, data harus memiliki standar data, data harus memiliki metadata, data harus memenuhi kaidah interoperabilitas data, dan data harus menggunakan kode referensi atau data induk,” sambungnya.
Bayu mengatakan OPD sudah terbiasa menyusun Laporan survei kepuasan masyarakat, untuk itu kegiatan seperti ini harusnya menjadi lebih mudah. Narasumber yang dihadirkan akan memandu bagaimana menyusun laporan hasil survei untuk Kegiatan statistik survei, dan menyusun buku/publikasi kompromin untuk kegiatan statistik kompromin.
“Saya kira sudah cukup banyak OPD yang sudah menyelenggarakan kegiatan statistik dalam bentuk kompromin dan sudah cukup baik dalam menyusun publikasinya. Capaian ini perlu kita apresiasi bersama,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Irsyadinnas Kepala bidang Keamanan Informasi, Persandian dan Statistik (KIPS) didampingi Bayu menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dalam rangka percepatan untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Kabupaten Belitim.
“Selama ini data yang disampaikan oleh OPD ke kita seringnya belum disertai dengan metadata dan standar data," ucap pria yang akrab disapa Irsyad ini.
Padahal kata Irsyad sesuai prinsip Satu Data Indonesia, data harus disajikan berikut metadata dan standar datanya agar tidak menimbulkan multi tafsir di benak pengguna data,
"Untuk itu KadiskominfoSP mengarahkan kami untuk melakukan percepatan dalam peningkatan kualitas data statistik sektoral yang diproduksi oleh OPD” tutupnya. (WR)